Mohammad Natsir : Islam Membawa Manusia ke Peradaban Tinggi

- Jurnalis

Minggu, 3 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mohammad Natsir . Foto : Istimewa

Mohammad Natsir . Foto : Istimewa

Oleh : Dr. Adiyan Huseini

Dalam sebuah wawancara dengan sejumlah cendekiawan muslim, Mohammad Natsir menyatakan, bahwa sejarah membuktikan, kedatangan Islam telah mengubah masyarakat menuju peradaban tinggi. Itu terjadi karena Islam memang memiliki potensi untuk membawa manusia ke peradaban tinggi.

”Kedatangan Islam sendiri (pada zaman Rasulullah) telah mengubah secara drastis budaya masyarakat jazirah Arab, yang tadinya biadab, tidak dikenal dan tidak diperhitungkan oleh bangsa-bangsa lain; menjadi budaya yang kemudian diperhitungkan dan diakui dalam sejarah peradaban manusia. Semua itu terjadi karena Islam memang memiliki potensi yang mendukungnya untuk mencapai tingkat peradaban dan kebudayaan yang tinggi,” kata Mohammad Natsir. (Lihat buku: Percakapan Antar Generasi: Pesan Perjuangan Seorang Bapak (Jakarta-Yogya: Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia dan Laboratorium Dakwah, 1989).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apa yang disampaikan oleh Mohammad Natsir itu patut kita renungkan secara mendalam. Sebelum kedatangan Islam, bangsa Arab tidak diperhitungkan dalam peta peradaban. Mereka adalah bangsa yang tidak memiliki tradisi tulis-menulis. Maka, turunnya wahyu kepada mereka kemudian mengubah kondisi mereka.

“ Iqra bismi rabbikalladzii khalaq .” Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Ayat ini mengubah ”pandangan dunia” (worldview) bangsa Arab yang memeluk Islam. Mereka memiliki pemahaman yang kuat bahwa Allah adalah Tuhan yang menciptakan, Tuhan yang mengajar manusia.

Baca Juga :  Hadiri Ulang Tahun Ke-12 Desa Buwun Sejati, Fauzan Pamitan Sebagai Bupati

Al-Quran begitu memuliakan akal manusia. Al-Quran menempatkan kedudukan ilmu di tempat mulia. Bahkan percaya dan beramal pun harus berlandaskan ilmu. “Fa’lam annahuu laa-ilaaha illallah.” Manusia untuk berpikir, memperhatikan fenomena alam dan apa yang ada dalam dirinya.

Orang-orang yang mau berpikir dan berzikir diberi julukan yang mulia (orang-orang yang berakal atau ulul albaab). Maka, takjub, jika para sahabat Rasulullah saw adalah manusia-manusia yang haus ilmu dan haus menulis. Dan itulah awal munculnya suatu peradaban mulia.

Dan tentu saja, semua kebangkitan itu berawal dari perubahan dalam diri manusia. Manusialah yang diubah oleh Islam. Manusia yang mengetahui dengan ajaran Islam akan menjadi manusia yang cinta ilmu dan cinta amal (amal shalih). Sebab, mereka menghargai pahala dalam amal ibadah mencari ilmu. Bahkan para pencari ilmu diberikan pahala jihad fi-sabilillah.

Dalam kecintaan kepada ilmu, Mohammad Natsir memberikan keteladanan. Mohammad Natsir dikenal sebagai salah satu cendekiawan yang cinta ilmu dan perjuangan. Natsir sangat yakin akan potensi Islam sebagai jalan bangkitnya sebuah peradaban.

Baca Juga :  Operasi Penertiban Dijalan Dalam Perspektif Keadilan Ditinjau Dari Sisi Moralitas

Meskipun menjalani pendidikan formal di sekolah-sekolah Belanda, mulai HIS, MULO, dan AMS, Natsir kemudian tidak menjadi silau dengan pemikiran dan peradaban Barat. Sebaliknya, dia justru sebaliknya kritis – dan tidak alergi – terhadap peradaban Barat. Berbagai karya tulisnya yang dihimpun dalam buku monumentalnya, Capita Selecta, menunjukkan, bagaimana Natsir sangat serius dalam mengarungi pemikiran Islam dan Barat sekaligus.

Tentu saja, potensi Islam sebagai jalan kebangkitan sebuah peradaban bukan kosong. Samuel P. Huntington mengakui, dari delapan peradaban besar yang masih eksis hingga kini, Islam adalah satu-satunya peradaban yang dalam sejarahnya pernah mengalahkan Barat. ” Islam adalah satu-satunya peradaban yang meragukan kelangsungan hidup Barat, dan itu telah dilakukan setidaknya dua kali, ” tulis Huntington. (Samuel P. Huntington, The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order, (New York: Touchtone Books, 1996).

Pakar sejarah Melayu, Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas, menyebutkan bahwa dalam perjalanan sejarah peradaban Melayu, kedatangan Islam di wilayah kepulauan Melayu merupakan peristiwa terpenting dalam sejarah kepulauan tersebut. ( datangnya Islam dilihat dari perspektif zaman modern … merupakan peristiwa yang paling penting dalam sejarah Nusantara ). (Syed Muhammad Naquib al-Attas, Islam and Secularism, (Kuala Lumpur: ISTAC, 1993).

Baca Juga :  Klaim Pengangguran Meningkat, Menunjuk ke Pasar Tenaga Kerja yang Mendingin

Maka, seyogyanya, kaum muslim memperhatikan masalah peradaban dengan serius. Bahwa, misi besar Islam adalah mendidik manusia agar menjadi insan-insan yang mulia. Dan insan-insan yang mulia itulah yang akan berjuang mewujudkan peradaban yang mulia pula, sehingga rahmat bagi seluruh alam. Sampai-sampai Rasulullah saw mengingatkan kita semua, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya (khairun naas anfa’uhum lin-naas).

Jadi, benarlah kata Mohammad Natsir, bahwa Islam membawa manusia ke peradaban tinggi. Maka, misi dan program dakwah Islam yang utama adalah mengubah diri manusia itu sendiri. Mengubah manusia harus dimulai dengan mengubah pandangan dunianya; mengubah cara pandang terhadap dirinya, terhadap Tuhannya, terhadap lingkungannya, terhadap nilai-nilai kebenaran, sejarah, kesuksesan, kemajuan, dan sebagainya.

Dan Islam memang memiliki potensi untuk membawa menusia ke peradaban yang tinggi, peradaban yang mulia. Yaitu peradaban yang menempatkan manusia sebagai ‘abdullah dan khalifatullah fil-ardh; bukan peradaban rendah yang menempatkan manusia ke derajat binatang, yang aktivitas utamanya adalah makan-makan dan bersenang-senang mengumbar syahwat. (Lihat: QS 47:12). Wallahu A’lam bish-shawab .

 

Penulis adalah Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia .

Berita Terkait

Segala Kemungkinan Mungkin Terjasi Dalam Putusan MK
Operasi Penertiban Dijalan Dalam Perspektif Keadilan Ditinjau Dari Sisi Moralitas
Santai Tanpa Beban. Setelah Lepas Jabatan Bupati, Fauzan Khalid Bonceng Putrinya Kesekolah
Sekjen ITK NTB, Selayaknya Mendagri Merekomendasikan L.Nikman Zahir Menduduki PJ.Gubernur NTB
Klaim Pengangguran Meningkat, Menunjuk ke Pasar Tenaga Kerja yang Mendingin
Bang Hatta Taliwang “TAP MPR KOK TIDAK BERNOMOR.?”
Sambut Langkah Putin Stop Ekspor Minyak Murah Ke NATO, Arab Saudi Kemungkinan Menyusul
Pergantian Kekuasaan di Aceh Tak Menghasilkan Apa – Apa

Berita Terkait

Sabtu, 20 April 2024 - 10:04 WIB

Segala Kemungkinan Mungkin Terjasi Dalam Putusan MK

Rabu, 22 November 2023 - 17:54 WIB

Operasi Penertiban Dijalan Dalam Perspektif Keadilan Ditinjau Dari Sisi Moralitas

Jumat, 3 November 2023 - 14:38 WIB

Santai Tanpa Beban. Setelah Lepas Jabatan Bupati, Fauzan Khalid Bonceng Putrinya Kesekolah

Selasa, 22 Agustus 2023 - 15:01 WIB

Sekjen ITK NTB, Selayaknya Mendagri Merekomendasikan L.Nikman Zahir Menduduki PJ.Gubernur NTB

Kamis, 10 Agustus 2023 - 00:01 WIB

Klaim Pengangguran Meningkat, Menunjuk ke Pasar Tenaga Kerja yang Mendingin

Jumat, 31 Maret 2023 - 17:13 WIB

Bang Hatta Taliwang “TAP MPR KOK TIDAK BERNOMOR.?”

Senin, 2 Januari 2023 - 19:30 WIB

Sambut Langkah Putin Stop Ekspor Minyak Murah Ke NATO, Arab Saudi Kemungkinan Menyusul

Minggu, 5 Juni 2022 - 13:42 WIB

Pergantian Kekuasaan di Aceh Tak Menghasilkan Apa – Apa

Berita Terbaru

Hukrim

Pemancing Asal Sumbawa Ditemukan Tak Bernyawa

Selasa, 14 Mei 2024 - 18:09 WIB