Operasi Penertiban Dijalan Dalam Perspektif Keadilan Ditinjau Dari Sisi Moralitas

- Jurnalis

Rabu, 22 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram – Surat terbuka untuk Kapolda  NTB dan Polisi yang melaksanakan Razia penertiban dijalan Majapahit Depan Taman Budaya Mataram hari ini Selasa 21/11.

Awalnya saya merasa masih canggung untuk mencairkan uneg diotak saya, lantaran saya masih memiliki banyak sahabat, banyak Saudara bahkan hubungan Emosional yang terlampau erat dengan puluhan, ratusan bahkan ribuan anggota polisi dari berbagai latar belakang kepangkatan maupun substansi tugas dan bagian.
Tetapi, ledakan perasaan tidak mampu diukur karena tetes air mata penderitaan anak saya yang diperlakukan sangat tidak adil bahkan mungkin juga dialami oleh anak-anak lain yang ketika itu mengalami nasib yang sama.
Saya hanya ingin Bertanya, andai saja anakmu mengalami perlakuan yang sama dengan anakku ketika dia tanpa sengaja melupakan sesuatu.
Anakku ketinggalan Dompet dan surat kendaraan beserta Uang sangu yang nilainya tidak seberapa karena kejar waktu untuk melaksanakan kewajiban kuliah pagi ini.
Karena yakin surat kendaraan yang dibawanya ada sehingga dia berani menerobos barikade pemeriksaan atau istilah keren para penegak hukum menggelar Razia.
Namun mirisnya, kalian tak faham antara sengaja atau tidak, yang penting bagi kalian aksi menindak.
Tanpa berpikir logis, apakah anak gadis ku bisa berbuat apa-apa.
Tangisan anakku hari ini akan menjadi catatan penting dalam hidupku untuk menyimpan dendam karena kalian memang sengaja tak menaruh simpati.
Ada hal yang penting ketika anakku menangis meminta tolong lantaran tidak memiliki uang untuk melanjutkan perjalanan ketempat kuliah.
Saya sangat simpati sama masalah yang dialami anak saya, karena sambil menangis dia melanjutkan perjalanan kekampus berjalan kaki, padahal yang saya tahu ada skala prioritas diatur dalam aturan untuk memilih dan memilah mana yang bisa diberikan kebebasan dan mana yang harus diamankan.
Kembali kepada Topik Razia, karena saya juga tidak jarang bertandang kekantor Polisi, maka setidaknya saya juga diberi informasi bahwa aktivitas razia sudah dikatakan ditiadakan, yang ada adalah hunting.
Lalu bagaimana membedakan antara razia dengan hanting bila penerapannya jauh api dari panggang, atau istilah jeruk makan jeruk.
Sebagai seorang jurnalis yang sudah puluhan tahun Luntang lantung didunia jurnalis saya mencoba berkoordinasi dengan mereka, karena selama ini saya menganggap mereka adalah mitra kerja.
Ternyata diluar dugaan…
Cerita lempar melempar tanggung jawab terjadi dan korbannya seorang bocah mahasiswi yang masih lugu dan hanya mampu menangis karena telat mengikuti mata kuliah dan praktikum dikampus
Tanpa belas kasihan mereka membiarkan seorang anak perempuan menangis berjalan kaki tanpa bantuan.
Katanya polisi pelayan Rakyat, tetapi justru saya harus bersedih ketika ada oknum polisi tanpa moralitas, tanpa sisi kemanusiaan.
Hampir seluruh rakyat faham, bahwa negara ini sedang sakit, sedang tidak baik baik saja.
Saya yakin tulisan saya ini akan menuai kontroversi, ada yang membenarkan, bahkan ada yang mencari dalih pembenaran.
Begitu juga didalam tubuh Institusi Kepolisian sendiri, saya masih meyakini lebih banyak yang berfikir positif karena masih bangga menjaga nama baik Institusi sebagai aparatur negara, meskipun juga tidak sedikit pasti banyak seperti cacing kepanasan karena merasa tercekik  dipelintir dasinya, atau kupingnya panas karena enggan mendengar kritik rakyat yang menggaji untuk makan keluarga mereka.
Aktualnya saya menggambarkan ambisi seorang Presiden, menugaskan Ipar sebagai Ketua MK, lalu membuat undang- undang memaksa buah mentah untuk matang sebelum mangkal.
Bukannya Matang, malah akan busuk.
Saya tumpahkan rasa simpati ini untuk kalian semua yang ditugaskan oleh negara untuk melindungi rakyat, bukan menyakiti rakyat.
Setiap kita pasti memiliki kekurangan dan membutuhkan koreksi, sebab manusia cerdas pasti tidak alergi koreksi.
Begitu juga diri saya, jika tulisan ini banyak kekurangan, maka saya dengan sepuluh jari juga siap menerima koreksi.
Sesuai amanat undang-undang, negara memberikan bagi seluruh masyarakat untuk menyatakan pendapat secara merdeka didepan Publik.
Saya berharap, dari kejadian yang menimpa anak saya ini, akan ada aspek logis untuk melakukan evaluasi, saya siap membina anak saya untuk disiplin dan taat pada aturan, dan berharap para pemilik kebijakan dijajaran kepolisian juga memberikan pembinaan terhadap Anggota yang melaksanakan Penertiban agar mengedepankan tanggung jawab moral terhadap sesama manusia sehingga kedepan hubungan harmonis dengan masyarakat kembali terbangun setelah runtuhnya nama baik Institusi Polri karena Ulah Sambo yang sangat mencoreng nama baik Institusi Polri.
Saya tidak ingin menciptakan suasana kontra karena tanpa bersahabatpun, hubungan kemitraan jurnalis sudah mewakili rasa cinta saya terhadap institusi ini.
Salam Presisi Dari Achmad Sahib
#Anggota Presedium Forum Pers Independen Indonesia (FPII).
#Alumni Taplai Lemhanas RI Angkatan 2015.
#Peserta TOT Lemhanas RI 2019
Baca Juga :  KTNA NTB Surati Presiden Jokowi Soal Pupuk

Berita Terkait

Penghargaan Babinsa Terbaik Versi BKKBN, Diraih Sertu Nasriadi, Danrem 162/WB Berikan Apresiasi
Pemancing Asal Sumbawa Ditemukan Tak Bernyawa
Wujudkan Kemudahan Pelayanan Masyarakat, Kantor Desa Jagaraga Direnopasi
Segala Kemungkinan Mungkin Terjasi Dalam Putusan MK
Dugaan Maraknya TKA Ilegal Di Perusahaan Tambang, Wakil Ketua Presidium ITK Sumbawa Surati Pemerintah
Soroti Keberadaan TKA Diperusahaan Tambang Pulau Sumbawa, Ketua Presidium ITK Desak Pemerintah Lakukan Penertiban
Ada Tiang Listrik Ditengah Proyek Paket Pembangunan Akses Jalan Samota, PLN dan PT. Nindya Karya Pada Kemana
 Praktek Pembiaran Monopoli TKA dikawasan Tambang, Wakil Ketua Presedium ITK Sumbawa Tuding Imigrasi Terlibat
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 15 Mei 2024 - 07:20 WIB

Penghargaan Babinsa Terbaik Versi BKKBN, Diraih Sertu Nasriadi, Danrem 162/WB Berikan Apresiasi

Selasa, 14 Mei 2024 - 18:09 WIB

Pemancing Asal Sumbawa Ditemukan Tak Bernyawa

Kamis, 9 Mei 2024 - 11:03 WIB

Wujudkan Kemudahan Pelayanan Masyarakat, Kantor Desa Jagaraga Direnopasi

Sabtu, 20 April 2024 - 10:04 WIB

Segala Kemungkinan Mungkin Terjasi Dalam Putusan MK

Sabtu, 16 Maret 2024 - 04:05 WIB

Dugaan Maraknya TKA Ilegal Di Perusahaan Tambang, Wakil Ketua Presidium ITK Sumbawa Surati Pemerintah

Senin, 11 Maret 2024 - 19:01 WIB

Soroti Keberadaan TKA Diperusahaan Tambang Pulau Sumbawa, Ketua Presidium ITK Desak Pemerintah Lakukan Penertiban

Senin, 11 Maret 2024 - 10:24 WIB

Ada Tiang Listrik Ditengah Proyek Paket Pembangunan Akses Jalan Samota, PLN dan PT. Nindya Karya Pada Kemana

Minggu, 10 Maret 2024 - 22:02 WIB

 Praktek Pembiaran Monopoli TKA dikawasan Tambang, Wakil Ketua Presedium ITK Sumbawa Tuding Imigrasi Terlibat

Berita Terbaru

Hukrim

Pemancing Asal Sumbawa Ditemukan Tak Bernyawa

Selasa, 14 Mei 2024 - 18:09 WIB