Ruas Jalan Kebon Ayu Hancur, Masyarakat Ancam Blokir Truk Pengangkut Semen Yang Melebihi Kapasitas

- Jurnalis

Selasa, 29 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN LOMBOK – Lombok Barat, Warga Desa Kebon Ayu kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat mengeluhkan jalan rusak yang di akibatkan oleh muatan semen yang melintas di kawasan Desa taman ayu.
Ramli, Kadus Penarukan Lauk Desa Kebon Ayu  mengungkapkan jalan mempunyai peranan penting dalam menghubungkan
antar wilayah dan berfungsi sebagai urat nadi lalu lintas perekonomian
Menurut Ramli, Jalan perlu dijaga keutuhannya dan kelestariannya dengan
melakukan penertiban dan pengendalian penggunaan jalan untuk menjamin kalancaran dan keselamatan laulu lintas.
” dengan semakin banyaknya kendaraan yang beroperasi di jalan Desa kami tanpa mengindahkan ketentuan kelas jalan tentu akan mengakibatkan timbulnya kerusakan jalan yang pada akhirnya dapat
membahayakan terhadap keselamatan pemakai jalan pada umumnya,bahwa untuk maksud tersebut maka kami masyarakat desa Kebon ayu meminta kepada Pemda untuk  memberikan teguran kepada pihak pltu ,PT semen gersik agar pengakutan Untuk tidak menggunakan jalan melebihi tonase guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan.” Ungkap Ramli
Selain itu, menurut Ramli, Sejauh ini Banyak ruas jalan di Sepanjang Jalan Desa Kebon Ayu Rusak parah akibat angkutan semen tersebut, Sehingga pihaknya mengancam jika tuntutan mereka tak di indahkan oleh pihak pemkab Lombok Barat maka masyarakat terpaksa akan menyetop paksa angkutan Semen yang melintas di Wilayahnya
” sejauh ini jalan di wilayah kami kondisinya sudah sangat parah, hampir di sepanjang jalan Desa Kebon ayu berlubang, jika pemda tidak mengindahkan tuntutan kami, Maka Terpaksa Kami yang akan turun ke jalan dan menyetop langsung kendaraan angkutan semen tersebut.” Pungkasnya
Terlebih lagi, Kata Ramli, Saat ini Desa Kebon Ayu termasuk dalam Desa Wisata yang perlu di Jaga Fasilitas publiknya biar tertata dengan rapi dan indah.
“Desa Kebon ayu juga saat ini termasuk dalam Desa Wisata, dan menjadi tanggungjawab Pemda seharusnya untuk memelihara Fasilitas umum termasuk jalan, Mengingat Jalan di Desa Kebon ayu tersebut adalah jalan kelas 3 yang tidak boleh di lalui oleh muatan Semen yang melewati batas tonase”.Ungkapnya.
Baca Juga :  Pimpin Sertijab Kasrem dan Kasipers Korem 162/WB, Danrem Berpesan

Berita Terkait

Pemancing Asal Sumbawa Ditemukan Tak Bernyawa
KLU Jadi Lokasi Rakor Pembudayaan Literasi, Inovasi, dan Kreativitas Kemenko PMK
Remaja Berstatus Pelajar Nekat Gantung Diri Lantaran Putus Cinta 
Berujung Damai, Kasus Kekersan Fisik Anak di Lotim
20 Bulan Kerja Dikapal Berbendera Cina Tanpa Gaji, PMI ABK  Asal Surati BP2MI
Soroti Keberadaan TKA Diperusahaan Tambang Pulau Sumbawa, Ketua Presidium ITK Desak Pemerintah Lakukan Penertiban
Ada Tiang Listrik Ditengah Proyek Paket Pembangunan Akses Jalan Samota, PLN dan PT. Nindya Karya Pada Kemana
Ketua SMSI NTB Minta Pengurus SMSI Lombok Timur Jaga Marwah Organisasi

Berita Terkait

Selasa, 14 Mei 2024 - 18:09 WIB

Pemancing Asal Sumbawa Ditemukan Tak Bernyawa

Kamis, 9 Mei 2024 - 19:14 WIB

KLU Jadi Lokasi Rakor Pembudayaan Literasi, Inovasi, dan Kreativitas Kemenko PMK

Minggu, 14 April 2024 - 14:22 WIB

Remaja Berstatus Pelajar Nekat Gantung Diri Lantaran Putus Cinta 

Kamis, 28 Maret 2024 - 15:56 WIB

Berujung Damai, Kasus Kekersan Fisik Anak di Lotim

Sabtu, 16 Maret 2024 - 00:56 WIB

20 Bulan Kerja Dikapal Berbendera Cina Tanpa Gaji, PMI ABK  Asal Surati BP2MI

Senin, 11 Maret 2024 - 19:01 WIB

Soroti Keberadaan TKA Diperusahaan Tambang Pulau Sumbawa, Ketua Presidium ITK Desak Pemerintah Lakukan Penertiban

Senin, 11 Maret 2024 - 10:24 WIB

Ada Tiang Listrik Ditengah Proyek Paket Pembangunan Akses Jalan Samota, PLN dan PT. Nindya Karya Pada Kemana

Sabtu, 9 Maret 2024 - 11:25 WIB

Ketua SMSI NTB Minta Pengurus SMSI Lombok Timur Jaga Marwah Organisasi

Berita Terbaru

Hukrim

Pemancing Asal Sumbawa Ditemukan Tak Bernyawa

Selasa, 14 Mei 2024 - 18:09 WIB