Soal Pupuk Bersubsidi, Begini Penjelasan Kadis Pertanian Lombok Timur

- Jurnalis

Selasa, 28 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadis Pertanian Lotim Ir. Sahri

Kadis Pertanian Lotim Ir. Sahri

HARIAN LOMBOK –  Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Ir. Sahri berharap kepada masyarakat agar tidak berprasangka bahwa di Instansi yang dipimpinnya bertugas   mengatur seluruh pendistribusian  pupuk ke petani.

Sahri menjelaskan tugas dan fungsi dinas pertanian yaitu mendata berapa jumlah petani, jumlah lahan yang harus mendapatkan pupuk bersubsidi .

Adapun kategori petani mendapatkan pupuk bersubsidi kata Sahri, yaitu petani memiliki lahan di bawah dua hektar  sedangkan di atas dua hektar tidak mendapatkan pupuk bersubsidi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebab petani dengan memiliki lahan di atas dua hektar tergolong mampu untuk  membeli pupuk non subsidi,” jelasnya saat ditemui di ruangannya, Selasa (28/05/2024).

Baca Juga :  KNPI Apresiasi Peran Aktif Baznas Lombok Timur dalam Melayani Masyarakat

Setelah terdata maka dihimpun dalam  Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang  dilakukan disetiap kecamatan selanjutnya berkas tersebut diusulkan ke provinsi dan pusat .

Ia menambahkan, ketika data  di seluruh Indonesia terkumpul di pusat maka dilakukan alokasi pupuk secara rasional hingga turun ke kabupaten dengan  Surat Keputusan (SK) dari gubernur.

Berdasarkan SK gubernur kata Sahri,  pemerintah kabupaten membuat SK alokasi pupuk perkecamatan .  Dan Itu perlu diketahui oleh masyarakat bagaimana tahapan dan dasarnya.

“Pendistribusian pupuk ke petani selanjutnya urusan dinas perdagangan baik  ditingkat distributor , tingkat PI nasional, sampai ke pengecer karena sesungguhnya dinas pertanian hanya user sama dengan petani,” terang Sahri

Baca Juga :  PDAM Lotim Diminta Dukung Penuh Program MBG dan Koperasi Merah Putih dengan Air Bersih

Lebih lanjut, informasi ketersediaan pupuk atau kuota pupuk  pada distributor dan pengecer yaitu  harus menyediakan satu bulan kedepan  di masing-masing distributor,  sementara ketersediaan untuk perminggunya harus ada  dipengecer. Hanya menunjukkan KTP penerima  manfaat bisa menebus pupuk bersubsidi.

Dalam hal pengawasan pihak dinas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawasi pupuk agar penyaluran tepat sasaran,  waktu, mutu, jumlah dan tepat harga .

“Kita berharap kerjasama seluruh masyarakat untuk ikut mengawasi  penyaluran pupuk selama sesuai aturan agar pupuk tersebut diterima oleh petani yang berhak,”

Jika dilapangan ada ditemukan oknum  pengecer ataupun supplier menyelewengkan pupuk maka pihak dinas tidak segan-segan menindak tegas  sampai mencabut izinnya.

Baca Juga :  Launching AMDK PT Energi Selaparang: Energi Bangkit, Energi Terbarukan

“Yang tepat memberikan penjelasan terhadap pengawasan sebenarnya dinas perdagangan sebab mereka yang mengeluarkan izin,” sahutnya.

Dan informasi yang lebih menggembirakan kata Sahri  yaitu  para petani tidak perlu lagi merasakan pupuk langka. Tahun ini pemerintah pusat secara rasional, provinsi  dan kabupaten sudah memberikan tambahan kuota pupuk sebanyak 90 persen hingga 100 persen dari kuota tahun sebelumnya.

Berikut data kouta  pupuk tambahan di tahun 2024 ,  pupuk Urea sebanyak 30. 137 ton, NPK 27.274 ton, NPK Formula Khusus 51 ton dan Organik 4.680 ton. Sedangkan tahun sebelumnya pupuk Urea sebanyak 17.468 ton, NPK 12.700 ton, NPK Formula Khusus 7 ton dan Organik tidak ada.

Penulis : Royan

Berita Terkait

10.738 Tanah Lombok Timur Siap Bersertifikat Elektronik, Validasi NIB Digencarkan
Bupati Lotim Lepas Kloter I 378 JCH, Ingatkan Ibadah Ikhlas Demi Haji Mabrur
Kementrian ATR/BPN Awasi HGU-HGB Cegah Karhutla 2026
Yusri Ketua DPRD Lotim Ikuti Retret Nasional di Akmil Magelang, Perkuat Wawasan Kebangsaan
Menteri Nusron Tekankan Prinsip Kebermanfaatan dalam Pengabdian Diacara Pengukuhan MUI NTB
Nusron Wahid Bongkar Penyebab Sertipikat NTB Terhambat: BPHTB Jadi Musuh, Perda Solusinya
PDAM Lotim Diminta Dukung Penuh Program MBG dan Koperasi Merah Putih dengan Air Bersih
Polres Lotim Galakkan Tilang Lagi, Kesadaran Berlalu Lintas Masyarakat Menurun
Berita ini 94 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 10:07 WIB

10.738 Tanah Lombok Timur Siap Bersertifikat Elektronik, Validasi NIB Digencarkan

Selasa, 21 April 2026 - 09:21 WIB

Bupati Lotim Lepas Kloter I 378 JCH, Ingatkan Ibadah Ikhlas Demi Haji Mabrur

Sabtu, 18 April 2026 - 10:55 WIB

Kementrian ATR/BPN Awasi HGU-HGB Cegah Karhutla 2026

Rabu, 15 April 2026 - 16:37 WIB

Yusri Ketua DPRD Lotim Ikuti Retret Nasional di Akmil Magelang, Perkuat Wawasan Kebangsaan

Minggu, 12 April 2026 - 17:29 WIB

Nusron Wahid Bongkar Penyebab Sertipikat NTB Terhambat: BPHTB Jadi Musuh, Perda Solusinya

Kamis, 9 April 2026 - 11:49 WIB

PDAM Lotim Diminta Dukung Penuh Program MBG dan Koperasi Merah Putih dengan Air Bersih

Rabu, 8 April 2026 - 11:18 WIB

Polres Lotim Galakkan Tilang Lagi, Kesadaran Berlalu Lintas Masyarakat Menurun

Rabu, 8 April 2026 - 10:05 WIB

Paripurna DPRD Lombok Timur: LKPJ 2025 Disahkan, Bupati Komitmen Perbaiki Koordinasi Dana Pusat

Berita Terbaru

Lombok Timur

Kementrian ATR/BPN Awasi HGU-HGB Cegah Karhutla 2026

Sabtu, 18 Apr 2026 - 10:55 WIB