Lombok Tengah – Lahir ditengah-tengah keluarga yang terbilang panatik anggota TNI-AD, Sersan Mayor Sucipto Munandar yang kini bertugas di KOREM 162/WB memiliki inisiatif yang sangat mulia yakni mewujudkan mimpi mendirikan Yayasan Tahfidz Zul Qur’an ‘Darul Musthofa” dikampung kelahiran di Dusun Lempenge Desa Sintung Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah
Dan mimpi itu terwujud berkat perjuangannya yang cukup menantang terutama dalam membagi waktu melaksanakan tugas sebagai prajurit dengan waktu dimana dirinya Pokus mencapai titik dimana dia berdiri sebagai orang yang harus bekerja keras mencapai mimpinya mendirikan Yayasan “Tahfidz Darul Musthofa”
Serma Chipto (Nama panggilan) memulai dari sebuah rumah Tahfidzul Qur’an yang mendidik anak anak untuk menjadi penghapal Al’quran dan Majelis Taklim untuk masyarakat sekitar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam satu kesempatan bincang-bincang dengan Cipto bercerita, ”Yayasan yang saya pimpin saat ini baru mengelola Lembaga Formal yaitu Sekolah Menengah Pertama Tahfidzul Qur’an (SMP TQ) Darul Musthofa, baru dibuka pada Tahun Ajaran ini yakni Tahun Ajaran 2023/2024 dengan jumlah Murid/Santri baru 4 orang, disamping itu ada juga Lembaga Non Formal seperti Rumah Tahfidz Darul Musthofa dan Majelis Taklim Tarbiyatul Ummah” tuturnya.
“Banyak faktor yang membuat saya berkeinginan mendirikan sebuah Pesantren diantaranya tugas saya yang sering berkecimpung atau berkomunikais dengan para tokoh Agama, tokoh masyarakat, pemuda dan tokoh adat namun masih kental dengan kehidupan keislaman dengan karakter yang melekat dalam diri masyarakat dilingkungan kami ini yaitu Fanatik dan masih fiodal”. Ungkapnya.
Harapan terbesar saya adalah sifat kebersamaan yang masih tertanam didalam kehidupan sosial masyarakat sekitar, semangat gotong royong untuk membangun sarana ibadah dimasyarakat kami juga masih tetap melekat, dan ini menjadi salah satu modal saya memperkuat keyakinan membangun sarana pendidikan berbasis Islam yaitu “Tahfidzul Qur’an”.
Berbicara manfaat dalam kapasitas sebagai organ Institusi Pertahanan, menurut nya mendirikan sebuah Pesantren semakin mempermudah saya dalam menjalankan tugas dalam hal melaksanakan komunikasi sosial serta bisa melaksanakan fungsi Binter secara langsung yakni Komunikasi Sosial dengan para tokoh masyarakat dan semua kalangan tanpa halangan tuturnya seperti prinsip pemikiran Panglima Besar Jendral Sudirman ketika berkumpul dengan masyarakat disaat singgah dalam geriliyanya.
“Harapan saya dengan adanya Pesantren yakni para generasi yang akan datang akan semakin cinta dengan tanah air dan agama, sedangkan dalam bidang agama akan semakin menambah pundi pundi amal jariah dan amal ibadah”.
Saat ini Santri yang masuk sebagai calon hafiz maupun Hafizah di Rumah Tahfidz sebanyak 80 Santri, dengan tenaga pendidik/Ustadz sebanyak Empat orang.
Proses belajar dilaksanakan mulai Pukul 16.00 s.d 20.30 Wita, sedangkan untuk Majelis Taklim dilaksanakan setiap hari Minggu dari pukul 09.00 sampai pukul 11.00 Wita sebagai Penceramah TGH. L. Ma’ruf Karhi,
Yayasan yang saya pimpin ini telah mengantongi legalitas dari Kementerian Hukum dan Ham RI dengan diterbitkan “SK Menkumham Nomor AHU 0015978.AH.01.04. Tahun 2022 Tanggal 2 Agustus 2022, dan terdaftar diKesbangpodagri Kabupaten Lombok Tengah. “Tutur Cipto.”
Kepada pemerintah kami berharap agar lebih memperhatikan para penghafal Al Qur’an, dimana wilayah akan aman, tentram dan damai.
Sebab kelak para siswa yang kami didik saat ini, kelak mereka akan menjadi pemimpin – pemimpin yang sudah dibekali Iman yang sehingga kelak Bangsa ini dipimpin oleh generasi muda yang telah memiliki modal kemampuan dan dibekali Iman sesuai tuntunan Al Qur’an dan tuntutan berbekal kemampuan disegala bidang keilmuan.
Karena Ilmu tanpa Iman ibarat Air laut dengan Garam tidak bisa berpisah dengan rasa.
“Saya mendirikan yayasan ini terinspirasi dengan kegiatan saya dilapangan sebagai anggota Tim Intel Korem 162/WB, disaat saya melaksanakan komunikasi dengan tokoh tokoh agam, tokoh masyarakat dan kondisi lingkungan tempat saya tinggal yang mana sebelumnya tidak ada rumah tahfiz, dan Alhamdullilah sekarang rumah Tahfiz Qur’an Darul Musthofa ini satu satunya yang ada di Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah” Jelasnya.
Pada kesempatan yang sama Ustadz Edi fauzi selain pengajar diyayasan Tahfidz Darul Musthofa juga sebagai kepala lingkungan dusun pidada menceritakan awalnya masyarakat bingung karna yang mendirikan ini adalah seorang tentara, dan mereka bertanya kepada saya apa benar seorang anggota TNI mau mendirikan pondok pesantren padahal bukan bidangnya.
Dengan berjalannya proses belajar mengajar Alhamdullilah kepercayaan masyarakat dari kampung kami dan kampung tetangga mulai bercerita bahwa didusun Lempenge ada rumah Tahfiz baru yang didirikan oleh anggota TNI, belum empat bulan sudah banyak yang menghafal dari Tiga puluh Juzz isi kandungan Al Qur’an sudah ada yang mampu hafal satu juzz ada yang dapat dua juzz hingga tiga juzz.
Berangkat dari situ, kepercayaan masyarakat mulai semakin besar bahwa yayasan ini bukan hanya sekedar yayasan yang hanya ingin mencari nama, cerita Ustz Edi.
Awalnya dari sepuluh orang santri/santriwati setiap hari bertambah, Alhamdullilah sekarang sudah menjadi delapan puluh orang.
Kedepan kami berkeyakinan, ditempat ini akan berdiri satu pondok pesantren besar dengan nama “PP. Darul Mustofa” yang selanjutnya akan melahirkan generasi Hafiz dan Hafizah dan akan menjadi tulang punggung penegak syi’ar Islam sepanjang Masa. Imbuh Chipto diakhir bincangnya dengan kami, dalam suasana menyongsong Hari Jadi TNI Ke 78 Tahun 2023 ini.















