Ujian sekolah dasar Pakai Hp, Beberapa Wali Murid di Kecamatan Sakti Bingung Cari Duit Beli Android untuk anaknya

- Jurnalis

Kamis, 9 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOTIM -(HL) – Wali murid Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Lombok Timur mengeluhkan penerapan ujian semester menggunakan handphone (HP), bahkan Para orang tua mengalami kebingungan lantaran harus membeli HP berbasis android agar anaknya bisa mengikuti ujian semester.

“Wali murid banyak yang keberatan, termasuk saya sendiri bingung, mikir uang dari mana untuk membeli HP baru,” beber Amaq Adit. salah satu wali murid asal Kecamatan Sakra Timur kepada awak media . Selasa (07/06)

Lebih-lebih HP yang bisa digunakan untuk mengikuti ujian semester, tidak sembarang HP, tapi harus HP dengan spesifikasi tertentu yang ia dirasa memberatkan wali murid.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Harus HP bagus, minimal ram dua dan harganya mahal. Sampai sekarang saya belum bisa beli, pekerjaan saya hanya buruh tani,” keluhnya.

Baca Juga :  Rachmat Hidayat Beri Sumbangan Kursi Roda untuk Cucu Wakil Bupati Lombok Timur

Ia menjelaskan bahwa memang, pihak sekolah memberikan keringan dengan memperbolehkan para siswa untuk meminjam hp ke keluarga, atau tetangga, namun itupun ia rasakan cukup berat. Karena belum tentu mereka mau meminjamkan hpnya.

“Memang ada alternatif untuk meminjam HP ke saudara dan sebagainya, tapi itu sulit. HP siapa juga yang mau dipinjam hpnya untuk ujian semester anak sekolah, selain punya orang tuanya sendiri, kalau harus cari pinjaman,” imbuhnya.

Satu sisi dirinya merasa kasihan anaknya merengek minta dibelikan HP, karena sebagian temannya sudah punya HP. Jadi mereka bisa latihan dengan mudah. Sementara yang belum punya jadi minder.

Baca Juga :  Paslon Luthfi-Wahid akan Memberi Atensi Khusus bagi Guru Honorer

Karena pelaksanaan ujian semester dikatakan sudah cukup dekat, dirinya sekarang kebingungan mencari solusi agar anaknya bisa ikut ujian semester dengan lancar.

“Tetangga sata juga bingung, sebab belum bisa membelikan HP untuk anaknya,”bebernya.

Hal senada juga disampaikan Amaq Jenah  wali murid di salah satu SD di Kecamatan Sakra Timur, dirinya merasa keberatan dengan penerapan ujian semester berbasis android tersebut. Selain harus mencarikan HP untuk anaknya, dirinya khawatir anaknya kecanduan main HP.

“Saya juga heran, kan anak masih SD, masih kecil tapi kenapa sekolah menerapkan ujian menggunakan HP. Kan anak yang sudah SMP saja banyak yang dilarang orang tuanya memegang HP,” terangnya

Semua wali murid menolak, bahkan kata dia di salah satu SD di sakra timur semua orang tua siswa ribut bagaimana caranya mencarikan Handphone untuk anaknya yang dimana sebagian besar wali murid siswa tersebut adalah buruh kasar.

Baca Juga :  Panwascam Masbagik Libatkan Marbot Masjid Sebagai Pengawas Partisipatif Pilkada 2024

“Sebenarnya kami tidak keberatan, tapi kondisi kami saat ini memang sedang parah sebagian besar pendapatan kami menurun sejak Covid-19 yany lalu, seandainya saya sedang di rantauan, bisa saya belikan anak saya handphone, tapi kondisi saat ini kan semua pada di tutup, seperti malaysia dan lainnya,” ujarnya.

Ia berharap perhatian dari pemerintah jangan semau-maunya  buat aturan tanpa melihat kondisi rakyat yang sedang kesusahan.

“Kami wali murid di Sekolah Dasar di sakra timur berharap sistem ujian ini dikembalikan seperti semula memakai sistem manual,”  tutupnya. (Red)

Berita Terkait

Sinergi BPN-Kejari Percepat Legalitas Aset Tanah di Desa Dadap
Balita 2,5 Tahun Hilang Tanpa Jejak, Tim SAR Gabungan Susuri Sungai Sembalun
RSUD dr. R. Soedjono Selong Gelar In House Training (IHT) Code Stroke, Usung Tema “Time Is Brain”
Peringatan BPN Lotim : Desa Lamban Lengkapi Berkas PTSL 2026 Terancam Kehilangan Jatah Sertifikat
Safwan Beberkan Titik Rawan Lalu Lintas Mudik Lotim: Rarang, Masbagik, dan Aikmel Prioritas Utama
Penyuluhan PTSL 2026 di Kelayu Jorong: Lengkapi Dokumen dan Pasang Patok Batas Tanah
Usai Laporan Korban, Polsek Aikmel Tetapkan Tersangka Penganiayaan IRT
Kantah Lombok Timur Lantik Panitia PTSL 2026,Target Sertifikasi 10.738 Bidang Tanah
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:06 WIB

Sinergi BPN-Kejari Percepat Legalitas Aset Tanah di Desa Dadap

Selasa, 10 Maret 2026 - 10:21 WIB

Balita 2,5 Tahun Hilang Tanpa Jejak, Tim SAR Gabungan Susuri Sungai Sembalun

Jumat, 6 Maret 2026 - 11:05 WIB

RSUD dr. R. Soedjono Selong Gelar In House Training (IHT) Code Stroke, Usung Tema “Time Is Brain”

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:22 WIB

Peringatan BPN Lotim : Desa Lamban Lengkapi Berkas PTSL 2026 Terancam Kehilangan Jatah Sertifikat

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:17 WIB

Penyuluhan PTSL 2026 di Kelayu Jorong: Lengkapi Dokumen dan Pasang Patok Batas Tanah

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:37 WIB

Usai Laporan Korban, Polsek Aikmel Tetapkan Tersangka Penganiayaan IRT

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:24 WIB

Kantah Lombok Timur Lantik Panitia PTSL 2026,Target Sertifikasi 10.738 Bidang Tanah

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:08 WIB

Lombok Timur Capai 35% Target CKG PHTC: Menuju 100% Skrining Gratis 2026

Berita Terbaru

Lombok Timur

Sinergi BPN-Kejari Percepat Legalitas Aset Tanah di Desa Dadap

Rabu, 11 Mar 2026 - 11:06 WIB