Presidium FPII Desak Kapolri Tangkap Mafia Perampas tanah Rakyat, Batu Ampar Buleleng

- Jurnalis

Kamis, 21 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

harianlombok.com – Jakarta, Puluhan warga warga Dusun Batu Ampar Desa Pejarakan Kecamatan Gerokgak Buleleng,Bali Sabtu lalu datangi Polres Buleleng dikarenakan tanah Milik mereka diklaim Pemkab Buleleng sebagai HPL.
Sebelumnya tanah tersebut telah dikelola baik warga Muslim dan Hindu sejak puluhan tahun bahkan tahun 1982 menerima SK Mendagri.Diketahui, dalam kasus yang tak kunjung selesai tersebut pada tahun 1976 setelah usai proyek pengapuran ditahun 1980 , masyarakat Batu Ampar sudah memegang SK Mendagri tahun 1982 untuk sertifkasi tanah tersebut dan BPN sudah terbitkan 2 sertifikattahun 2007 atas dasar SK Mendagri.
Melihat fakta-fakta hukum dilapangan, sangat kuat HPL 1 th 1976 yang di klaim dan di masukan sebagai asset oleh Pemkab Buleleng thn 2015 tersebut terindikasi Bodong.
Rama Juhari, Abdul Karim cucu dari
Asmawi yang memiliki SK Mendagri asli 1982 kali ini kembali turun pada Sabtu pukul 10.00 wita bersama para pengelola lahan yang kini dizolimi untuk memohon keadilan kepada Presiden RI, dan Kapolri didampingi Nyoman Tirtawan yang merupakan mantan DPRD Bali.
“Pada thn 2021 ada Sekda, Camat, Kades malah mengabulkan permohonan masyarakat yang ada dalam SK thn 1982. Namun entah kenapa beberapa pihak termasuk PT piktif mengklaim bahwa tanah masyarakat diatas dalam HGB mereka. Kita pertanyakan kalau HGB sudah lebih dari 20 tahun  atau tahun 1990 di HGB kan tidak ada bukti fisik,”papar Abdul Karim
begitu juga penyampian dari kakek Rama Juhari dalam bulan puasa 2022 ini dirinya dengan rasa sedih kepada Kapolri dan Presiden RI,
“Kami mohon kerelaannya kepada Kapolri untuk mengusulkan kepada Presiden RI, saya sudah tua trus terusir-usir dari sini dari tahun 1992 malah yang mengusir saya bukan masyarakat umum tapi oknum orang berbaju loreng katanya saya harus keluar dari tanah ini ganti rugi pun tidak dapat,”tutur Juhari sembari menangis
Perlu diketahui fakta dilapangan, sertifikat hak milik  SHM atas nama I Nyoman Parwata warga Tabanan yang telah dinterbitkan BPN Singaraja dengan nomor 00763 luas 7300 m2 dan 00764 luas 5500 m2 serta SHM a/n. Adnan serta SK Mendagri 1982  kepada 55 warga yang sudah diijinkan untuk disertifikatkan oleh Mendagri tapi BPN Buleleng menolak
Menurut Nyoman Tirtawan yang selalu tidak menyerah sampai titik darah penghabisan dan selalu mengawal kasus tersebut memperjuangkan hak masyarakat bahkan menggiring kasus tersebut melaporkan ke Polres Buleleng dugaan Bupati Buleleng menyerobot lahan tersebut,
Tirtawan mengatakan dijaman peradaban ini tidak ingin kembali ke jaman penjajahan terhadap rakyat miskin, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana secara tiba-tiba mendaftar kan tanah hak milik rakyat pertahun 2015 dengan pembelian dengan nilai nol rupiah sangat aneh dan mustahil, bahkan belinya dari siapa tidak ada serta kapan belinya juga tidak jelas.Bahkan ada versi asal asset dari hibah, siapa yang memberi hibah dan kapan diberi hibah juga tidak jelas. Bupati sebelumnya Ketut Wirata Sindu dan Putu Bagiada tidak pernah mencatatkan tanah rakyatnya sebagai tanah Pemkab Buleleng. Kami berharap Presiden RI Jokowi menolong masyarakat yang puluhan tahun terzolimi,”jelas Tirtawan
Dibalik kisah warga Batu Ampar, satu warga mengalami setres bernama Pan Dayuh  gantung diri digubuknya diduga banyak tekanan karena sering didatangi oknum berseragam  Bahkan bnyak warga diangkut dengan  truk saat itu dan dipaksa tuk serahkan sertifikat tanah tanpa ada proses jual beli. Kapolri dan Presinden kami harapkan memberantas mafia tanah di Buleleng,”terang Tirtawan
Sedangkan Bunda Kasihhati ketua Presidium FPII yang mendapat pengaduan dari masyarakat Batu Ampar,dalam hal ini mengatakan, sangat Prihatin dan sangat berempati terhadap masyarakat Batu Ampar ,sebagai Pemilik sah tanah/ lahan yang sudah dirampas oleh oknum oknum  tanpa ada kordinasi ,
saya berharap Bapak Presiden RI dan Kapolri menindak tegas Mafia Mafia tanah yang sudah menguasai tanah/lahan Masyarakat Batu Ampar Buleleng Bali,
Kapolri sudah berkomitmen akan membasmi Mafia- Mafia tanah yang bercokol di Indonesia ini,semoga itu dapat terealisasi,dengan cepat,agar ada efek jera bagi mereka yang suka merampas hak orang lain,kami sebagai kontrol sosial akan terus Mengawal masalah ini agar bisa diselesaikan dengan adil dan baik,janganlah sampai Masyarakat terus menjadi korban dari oknum oknum yang serakah, untuk masalah masyarakat Batu Ampar tersebut bunda kasihhati sudah kordinasi dengan Mabes Polri semoga cepat ditindak lanjuti Pungkas bunda kasihhati.(team)
Baca Juga :  Matangkan Kesiapan Pengamanan dan Evakuasi MotoGP 2026, Korem 162/WB Paparan Sistem Tactical Floor Game

Berita Terkait

Polresta Mataram Sisir Lokasi Sabung Ayam Usai Terima Aduan Warga
Matangkan Kesiapan Pengamanan dan Evakuasi MotoGP 2026, Korem 162/WB Paparan Sistem Tactical Floor Game
Kodam XXX/Rinambora Resmi Terbentuk, Presiden Prabowo Tunjuk Mayjen Edi Saputra Sebagai Pangdam Pertama
Konstatering Laham Samota, Kuasa Hukum Sri Marjuni Beberkan Perbedaan Batas dan Letak Objek 
KPK Ringkus Tersangka Dugaan Pemerasan Di Pemkab Bolaang Mongondow Utara
Senggigi Sunset Show Terobosan Baru, Meramaikan Pusat Central Pariwasata NTB
Alami Kecelakaan, Pendaki Rinjani Asal Cina Di Evakuasi Tim SAR Gabungan
Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid-19, di Mana Tanggung Jawab Negara?
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Polresta Mataram Sisir Lokasi Sabung Ayam Usai Terima Aduan Warga

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Matangkan Kesiapan Pengamanan dan Evakuasi MotoGP 2026, Korem 162/WB Paparan Sistem Tactical Floor Game

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Kodam XXX/Rinambora Resmi Terbentuk, Presiden Prabowo Tunjuk Mayjen Edi Saputra Sebagai Pangdam Pertama

Rabu, 30 September 2026 - 17:17 WIB

Konstatering Laham Samota, Kuasa Hukum Sri Marjuni Beberkan Perbedaan Batas dan Letak Objek 

Kamis, 24 September 2026 - 13:10 WIB

KPK Ringkus Tersangka Dugaan Pemerasan Di Pemkab Bolaang Mongondow Utara

Senin, 21 September 2026 - 10:03 WIB

Senggigi Sunset Show Terobosan Baru, Meramaikan Pusat Central Pariwasata NTB

Selasa, 15 September 2026 - 20:52 WIB

Alami Kecelakaan, Pendaki Rinjani Asal Cina Di Evakuasi Tim SAR Gabungan

Selasa, 15 September 2026 - 11:37 WIB

Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid-19, di Mana Tanggung Jawab Negara?

Berita Terbaru

Advertorial

Taufik Hidayatullah S.P. Calon Kepala Desa Lantan

Kamis, 15 Okt 2026 - 12:01 WIB