Lombok Barat – Menjadi Kepala Desa bukanlah hal yang mudah dan tidak cukup sekedar memajang visi dan misi, karena itu hanya sekedar retorika dunia fiksi.
Pernyataan ini diungkapkan Hasbi seorang aktivis kawakan Lombok Barat yang kini sedang berbenah mempersiapkan diri untuk tampil kembali menjadi salah satu bakal calon kandidat Kepala Desa Kuripan Induk Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat saat ditemui diruang kerjanya
Hasbi yang nota Bene akan segera merampungkan jabatan kepala desa satu periode ini, menuturkan berbagai dinamika dan tantangan menghadapi persoalan masyarakat dari berbagai unsur karakter dan strata sosial yang keseharian menjadi asupan gizi mentah dan harus diolah sedemikian rupa sebelum disajikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jika rasanya enak kita semua puas namun jika kelebihan garam maka saya sebagai kepala desa siap-siap saja mendengarkan protes yang tidak jarang melebar menjadi sorotan publik, kritik tajam yang membuat Kuping Panas jika tidak bisa menahan sabar atau mengendalikan emosi atau mengalihkan perhatian untuk fokus menjaga stabilitas keamanan sebagai komitmen pengabdian pada masyarakat.
“Kalau boleh membuat perbandingan rasa, menjadi Kepala Desa bebannya lebih berat dari pada menjadi presiden, walaupun jangkauan wilayahnya satu negara, tetapi seluruh pasilitas kebutuhan dan perlengkapan, semua tersedia. Sedangkan Seorang kepala Desa harus bertaruh dengan waktu yang tak kunjung habis hingga tidak jarang merogoh kocek pribadi untuk menutupi hal-hal yang sifatnya urgen untuk segera disiasati, sementara penghasilan jauh dari kata mencukupi”. ungkapnya sembari berkelakar.
Hasbi menggambarkan, “Dalam hal ujian mental, memang merupakan ujian terberat apa lagi ketika harus memenuhi kebutuhan masyarakat yang mendesak, Seorang kepala Desa wajib hukumnya keluar masuk menggedor pintu-pintu Dinas terkait sesuai tuntunan kebutuhan masyarakat, kalimat kiasannya harus mengamen untuk dapat meyakinkan para Pejabat Dinas /OPD terkait yang memiliki tupoksi sebagai salah satu bagian menguji kesabaran kepala Desa demi memenuhi hasrat keinginan dan kebutuhan masyarakat”.
Kaitan dengan kesiapan menghadapi kontestasi pertarungan pemilihan kepala Desa Periode 2026 – 2033 ini, menurut Hasbi, Insha Allah Jika tidak ada hambatan dan rintangan yang begitu berat, saya akan ikut kembali karena banyak Tokoh didesa Kuripan ini mengharapkan Saya melanjutkan pengabdian sebagai Kepala Desa.
Adapun yang mengganjal dalam pikiran saya saat ini, yaitu Nilai Angka Anggaran yang dikucurkan untuk pelaksanaan Pilkades dari Pemerintah Kabupaten, bisa dikatakan masih jauh dari kata cukup, terlebih lagi informasi yang kami dapat nilai anggaran seluruh desa yang akan melaksanakan Pilkades itu sama.
Ini cukup berat bagi panitia khususnya didesa Kuripan Induk yang dibawahnya terdapat Sebelas Dusun, kemudian jika dibandingkan dengan Desa tetangga yang jumlah dusunnya hanya Empat, tentu ini kami rasa memang sangat memperihatinkan bahkan bisa dikatakan jauh dari kata Adil, “Sorotnya Memelas”.
Inti dari apa yang saya katakan ini, tentu sebagai kepala Desa yang dalam waktu dekat ini harus mengajukan Cuti sesuai aturan yang berlaku, dalam kepesertaan Calon Kepala Desa, pastinya saya berharap agar Pemerintah Kabupaten meninjau ulang sejumlah kebijakan yang kami nilai masih pincang dan belum relevan, agar proses pemilihan berjalan tanpa hambatan yang berat kemudian tuntas tanpa beban bagi panitia didesa atau kepala Desa terpilih pride berikutnya.
Terakhir saya berharap juga kepada masyarakat agar tetap menjaga stabilitas keamanan, menjadikan Pesta Pilkades ini sebagai Pesta Demokrasi Kecil namun bernilai karena Pemerintah Desa adalah Pemerintahan Yang Terdekat dan paling mudah dijangkau oleh Masyarakat.
Oleh sebab itu saya katakan dengan fakta bahwa jika kita menjaga Desa, sama artinya kita telah menjaga diri dan keluarga.
“Prinsip keamanan yang stabil adalah modal utama untuk menjaga kebersamaan dalam membangun diri, keluarga dan Desa.
Mari sukseskan pemilihan Kepala Desa 2026 – 2033 di kabupaten Lombok Barat sehingga berjalan Tertib, Aman dan Demokratis”.
Pungkas Kades Hasbi. (Ach.S)













