Revitalisasi Sekolah di Lotim Bertambah, Data Dapodik Jadi Acuan

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Dikbud Lotim L. Bayan Purwadi, S.Sos

Sekretaris Dikbud Lotim L. Bayan Purwadi, S.Sos

HARIANLOMBOK.Com- Lombok Timur — Program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2026 diproyeksikan menyasar lebih dari 120sekolah. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya menjangkau sekitar 60 sekolah.

 

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur, L. Bayan Purwadi, S.Sos mengatakan pada tahap awal program tercatat sekitar 17 SMP dan 39 SD masuk dalam data sasaran. Jumlah itu terus berkembang karena revitalisasi juga mencakup satuan pendidikan usia dini atau PAUD, dengan sasaran mencapai lebih dari 70 lembaga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Pada tahap awal dan kedua ada sekitar 17 SMP dan 39 SD. Namun, karena ada juga PAUD yang jumlahnya lebih dari 70, total sasaran revitalisasi tahun ini diproyeksikan lebih dari 120 satuan pendidikan,” ujar L. Bayan saat ditemui diruangannya Rabu (26/08/2026).

Baca Juga :  Kabid Pemberdayaan UKM dan PPK Respons Cepat, Tindak Lanjuti Temuan Bupati Usai Sidak di PLUT Lombok Timur

 

Menurutnya, penetapan sekolah penerima bantuan dilakukan pemerintah pusat melalui data pokok pendidikan atau Dapodik. Dinas Dikbud Lombok Timur berperan dalam memfasilitasi sekolah, menyampaikan skala prioritas berdasarkan tingkat kerusakan, hingga melakukan monitoring dan pengawasan pelaksanaan kegiatan.

 

“Sekolah mengusulkan kebutuhannya melalui sistem berdasarkan kondisi riil di lapangan. Data tersebut menjadi dasar bagi kementerian untuk melakukan verifikasi dan menentukan apakah sekolah layak menerima bantuan atau tidak,” jelasnya.

 

L. Bayan menegaskan pentingnya pembaruan dan sinkronisasi Dapodik secara rutin. Sekolah diminta memastikan data yang dimasukkan ke sistem sesuai dengan keadaan nyata, terutama terkait kondisi bangunan, ruang belajar, sanitasi, serta kebutuhan fasilitas pendukung lainnya.

 

“Jangan sampai data yang dilaporkan berubah-ubah atau tidak sesuai dengan kondisi lapangan, karena itu dapat memengaruhi proses verifikasi oleh sistem,” tegasnya.

Baca Juga :  Inspektorat Lotim Terbitkan 4 Surat Penugasan Audit Khusus Desa di Awal 2026

 

Nilai bantuan revitalisasi yang diterima setiap sekolah tidak sama. Besarannya disesuaikan dengan tingkat kerusakan serta kebutuhan masing-masing satuan pendidikan. Ada sekolah yang menerima anggaran di bawah Rp 1 miliar, sementara sekolah dengan tingkat kerusakan berat dapat memperoleh bantuan hingga sekitar Rp 4 miliar.

 

Pekerjaan revitalisasi untuk setiap unit sekolah diperkirakan berlangsung antara satu hingga tiga bulan. Sejumlah sekolah telah memulai pekerjaan di lapangan, sedangkan lainnya masih berada pada tahap penandatanganan perjanjian kerja sama maupun persiapan pelaksanaan.

 

Dinas Dikbud Lombok Timur memastikan pengawasan akan diperketat agar hasil pembangunan memenuhi standar teknis dan spesifikasi yang telah ditetapkan. Pengawasan tersebut penting untuk menjamin bantuan benar-benar menghasilkan ruang belajar yang aman, layak, dan mendukung kualitas pembelajaran.

 

Bagi sekolah yang belum memperoleh bantuan revitalisasi, L. Bayan meminta agar tetap bersabar. Pemerintah, kata dia, memiliki komitmen untuk terus memperluas pemerataan akses pendidikan yang layak, meski pelaksanaannya harus dilakukan secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran dan skala prioritas.

Baca Juga :  Banjir Bima, Pencarian Hari Kedua Tim SAR Masih Nihil

 

“Pemerintah tentu ingin seluruh akses pendidikan menjadi lebih baik. Bukan hanya dari sisi infrastruktur gedung, tetapi juga alat pendukung pembelajaran, fasilitas, hingga peningkatan kompetensi tenaga pendidik,” katanya.

 

Ia menambahkan, bangunan sekolah yang bagus saja tidak cukup untuk meningkatkan mutu pendidikan. Revitalisasi harus berjalan seiring dengan penyediaan sarana pendukung, peningkatan kompetensi guru, serta pemenuhan standar pelayanan pendidikan.

 

“Kalau gedungnya sudah bagus tetapi tidak didukung fasilitas yang memadai dan kompetensi yang baik, maka hasilnya juga tidak akan maksimal. Karena itu, semua membutuhkan proses dan anggaran yang besar,” pungkasnya.

Berita Terkait

Basarnas Matangkan Kesiapsiagaan Evakuasi Medis Udara Menyambut MotoGP Mandalika 2026 
Matangkan Kesiapan Pengamanan dan Evakuasi MotoGP 2026, Korem 162/WB Paparan Sistem Tactical Floor Game
Kodam XXX/Rinambora Resmi Terbentuk, Presiden Prabowo Tunjuk Mayjen Edi Saputra Sebagai Pangdam Pertama
Upacara HUT TNI 81, Korem 162/WB Teguhkan Komitmen “TNI kuat Bersama rakyat”
Kurangi Peran “Joki” Sertifikat, ATR/BPN Hadirkan MasNya untuk Edukasi Warga di TikTok
Konstatering Laham Samota, Kuasa Hukum Sri Marjuni Beberkan Perbedaan Batas dan Letak Objek 
Senggigi Sunset Show Terobosan Baru, Meramaikan Pusat Central Pariwasata NTB
Dinsos Lotim Buka Pengaduan Data Perlinsos hingga Desember, Warga Bisa Sanggah Desil
Berita ini 106 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:18 WIB

Basarnas Matangkan Kesiapsiagaan Evakuasi Medis Udara Menyambut MotoGP Mandalika 2026 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Matangkan Kesiapan Pengamanan dan Evakuasi MotoGP 2026, Korem 162/WB Paparan Sistem Tactical Floor Game

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Kodam XXX/Rinambora Resmi Terbentuk, Presiden Prabowo Tunjuk Mayjen Edi Saputra Sebagai Pangdam Pertama

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Upacara HUT TNI 81, Korem 162/WB Teguhkan Komitmen “TNI kuat Bersama rakyat”

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Kurangi Peran “Joki” Sertifikat, ATR/BPN Hadirkan MasNya untuk Edukasi Warga di TikTok

Senin, 21 September 2026 - 10:03 WIB

Senggigi Sunset Show Terobosan Baru, Meramaikan Pusat Central Pariwasata NTB

Jumat, 18 September 2026 - 11:05 WIB

Dinsos Lotim Buka Pengaduan Data Perlinsos hingga Desember, Warga Bisa Sanggah Desil

Kamis, 17 September 2026 - 18:03 WIB

Terobosan BPN: 17 Kantah Terapkan PERINTIS 10 Hari, Warga Samarinda Bisa Ambil Sertipikat Lebih Cepat dari Jadwal

Berita Terbaru