Ketua KopDes Merah Putih Desa Waringin Tingkatkan Ekonomi Masyarakat  melalui Program Koperasi. 

- Jurnalis

Kamis, 24 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KopDes Merah Putih Desa Waringin Muh. Sari’in

HARIANLOMBOK.Com– Setelah terbentuknya Koperasi Desa yang bertujuan  memperkuat kemandirian ekonomi desa serta menciptakan tata kelola keuangan desa yang lebih akuntabel, merupakan terobosan besar Presiden Prabowo dalam penguatan ekonomi berbasis komunitas desa.

 

Ketua Koperasi Merah Putih Desa Waringin Muh. Sari’in mengatakan, Program Koperasi Merah Putih ini berbasis pinjaman lunak. Setiap koperasi yang terbentuk diberikan akses maksimal pinjaman sebesar Rp3 miliar, dengan dana operasional sebesar Rp500 juta, yang harus dikelola secara mandiri oleh pengurus koperasi dan pemerintah desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Namun, pendekatan baru ini menimbulkan kekhawatiran di banyak pihak, terutama karena tanggung jawab pengembalian yang cukup berat, dan target pelaporan serta pengembalian dalam waktu enam bulan setelah pencairan awal.

Baca Juga :  KPU Lombok Timur Gelar Sosialisasi Pilkada di Lapas Kelas II B Selong

 

“Ini bukan hibah, tapi pinjaman. Kita diberi kepercayaan oleh negara untuk kelola dana ini, tapi tetap ada kewajiban untuk mengembalikan. Kalau tidak bisa mencapai target enam bulan, bisa berdampak pada pencairan Dana Desa berikutnya,” jelas Sariin

 

Koperasi Merah Putih di Desa Waringin telah berdiri yang dimulai dari musyawarah pembentukan pengurus, yang difasilitasi oleh Dinas Koperasi dan Pendamping Desa. Legalitas koperasi pun telah diterbitkan, dengan dana pengurusan yang ditanggung sementara oleh desa, dan akan diganti oleh pemerintah daerah.

 

Selain itu, Peraturan Menteri Keuangan (PMK No. 49 Tahun 2025) telah diterbitkan sebagai dasar hukum pelaksanaan program, yang memuat pedoman penggunaan dana, kewajiban pelaporan, serta bentuk kegiatan yang dapat dikembangkan.

Baca Juga :  Pemda dan DPRD Lotim Tandatangani Nota Kesepakatan Perubahan KUA - PPAS Tahun Anggaran 2025 

 

Sariin juga memaparkan poin penting dalam implementasi program ini adalah fleksibilitas dalam pemanfaatan dana, sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat lokal. Dalam diskusi internal, muncul beberapa strategi yang lebih realistis dan efektif daripada membangun infrastruktur baru.

 

“Menyewa toko atau kios yang sudah ada untuk dijadikan tempat penjualan sembako, pupuk, LPG, atau apotek desa. Mengoptimalkan anggota koperasi yang telah memiliki usaha, seperti agen pupuk, apotek, atau kios sembako untuk menjadi mitra koperasi,” terangnya.

 

Tidak hanya itu  adapun pemberian modal usaha kepada kelompok peternak, misalnya membeli sapi untuk dikembangkan dan dipasarkan bersama.

Baca Juga :  Resmi Terima Dokumen B.1-KWK Partai Pengusung, Luthfi-Wahid Siap Daftar di KPU Lombok Timur 

 

Menghidupkan kembali model simpan pinjam dengan lebih hati-hati, karena pengalaman sebelumnya menunjukkan banyaknya kasus macet atau tidak ada pengembalian.

 

“Daripada kita bangun toko baru, lebih baik kita manfaatkan toko-toko yang sudah ada. Jadikan pemiliknya sebagai anggota koperasi dan jalankan usaha bersama,” tegas ketua pengurus koperasi.

 

Desa Waringin juga  memiliki sejumlah potensi lokal yang bisa dimaksimalkan koperasi, seperti kelapa, cabe, padi, serta produk pertanian dan peternakan lainnya.

 

“Kita harapkan Koperasi Merah Putih  bisa menjadi penghubung antara petani dan pasar, mengurangi ketergantungan pada tengkulak, dan mendekatkan kegiatan ekonomi ke masyarakat,” pungkasnya

Berita Terkait

Warga Pesisir Bersyukur: 214 Bidang Tanah Bersertifikat di Desa Padak Guar
Rakor Pemkab Lombok Timur: Capaian APBD 2025 Solid, Siap Eksekusi 2026 Tanpa Penumpukan
Kantor Pertanahan Lombok Timur Serahkan 42 Sertipikat Elektronik ke Warga Desa Pemongkong
1,5 Miliar APBD Lotim untuk Kandang Ayam Petelur di Labuhan Haji, Mulai Produksi Akhir 2026
Perangi Kemiskinan: Baznas dan Pemkab Lotim Serahkan 25 Rumah Mahyani, 24 Paket RLH, plus 20 Gerobak Z-Kuliner
Inspektorat Lotim Terbitkan 4 Surat Penugasan Audit Khusus Desa di Awal 2026
Respons Cepat Damkar Padamkan Kebakaran Akibat Korsleting Router di Simpang Empat Taman Rinjani Selong
Masyarakat Nelayan Dan Pelaku Wisata Bahari Sekotong, Desak Tutup PT Sino Indo Mutiara Ditutup
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 15:01 WIB

Warga Pesisir Bersyukur: 214 Bidang Tanah Bersertifikat di Desa Padak Guar

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:19 WIB

Rakor Pemkab Lombok Timur: Capaian APBD 2025 Solid, Siap Eksekusi 2026 Tanpa Penumpukan

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:09 WIB

Kantor Pertanahan Lombok Timur Serahkan 42 Sertipikat Elektronik ke Warga Desa Pemongkong

Selasa, 13 Januari 2026 - 13:05 WIB

1,5 Miliar APBD Lotim untuk Kandang Ayam Petelur di Labuhan Haji, Mulai Produksi Akhir 2026

Kamis, 8 Januari 2026 - 14:54 WIB

Inspektorat Lotim Terbitkan 4 Surat Penugasan Audit Khusus Desa di Awal 2026

Kamis, 8 Januari 2026 - 01:38 WIB

Respons Cepat Damkar Padamkan Kebakaran Akibat Korsleting Router di Simpang Empat Taman Rinjani Selong

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:28 WIB

Masyarakat Nelayan Dan Pelaku Wisata Bahari Sekotong, Desak Tutup PT Sino Indo Mutiara Ditutup

Minggu, 4 Januari 2026 - 21:07 WIB

Ribuan Jema’ah Padati Lokasi Haul dan Harlah, Miq Iqbal Menyebut Dirinya Gubernur Yatama Wal Masakin

Berita Terbaru