Tragis..!! Pelajar Tenggelam, Pengelola Kolam Renang Taman Narmada Tak Penuhi SOP

- Jurnalis

Kamis, 18 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Barat – Seorang siswa SMPN 5 Lembar, Lombok Barat, M. Mukhlis Badrian (13 tahun) meninggal dunia diduga tenggelam di kolam berenang Taman Narmada, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, Rabu, 17 Desember 2025 sekitar pukul 09.30 Wita.

Korban merupakan warga Dusun Penimbung, Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, Lombok Barat dan duduk di bangku kelas VII SMPN 5 Lembar.

Kapolsek Narmada, AKP Kadek Ariana, menjelaskan berdasarkan keterangan saksi seorang pedagang warung di sekitar lokasi kejadian, dia mendengar suara teriakan orang yang meminta tolong. Saksi bernama Samsul Baharudin tersebut kemudian bergegas menuju sumber suara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiba di lokasi kejadian, dia melihat seorang anak tenggelam di dalam kolam, namun tak ada yang berani menolongnya.

“Akhirnya dengan inisiatif sendiri saksi langsung melompat ke dalam kolam untuk menolong anak tersebut dengan cara menyelam dan mengangkat anak tersebut ke permukaan dan ke pinggir kolam,” kata AKP Ariana.

Baca Juga :  Diancam dan Dilecehkan Institusinya, Anggota Batalyon 742 Kompi B Sumbawa Gebuk Para Preman Sok Jago

Saat itu saksi mencoba memberikan pertolongan dengan cara menekan atau memompa dada korban, namun tidak ada reaksi. Ditambah lagi, kondisi anak tersebut wahagnya mulai kebiruan. Korban kemudian bergegas dilarikan ke Rumah Sakit Awet Muda Narmada.

 

Korban merupakan satu dari rombongan pelajar mengikuti kegiatan Pemerintah Daerah Lombok Barat bertema “Tulak Jok Narmada.”

Pukul 08.30 WITA rombongan berjumlah 63 siswa dengan didampingi 14 guru menggunakan kendaraan menuju Taman Narmada. Pukul 09.30 siswa meminta mandi di kolam. Sebanyak 12 siswa mandi di kolam tersebut bersama tiga guru yang mendampinginya.

 

Korban diduga berenang di tempat yang dalam. Beberapa saat di dalam kolam, korban mengangkat kedua tangannya untuk menyelam ke dasar kolam. Namun korban tidak lagi naik ke permukaan kolam.

Baca Juga :  Seorang Remaja Hilang Terseret Arus Banjir, Tim SAR Mataram Lakukan Pencarian

 

“Guru yang menyaksikan korban berteriak minta tolong, hingga datang saksi Samsul Baharudin yang membantu menyelam mengangkat korban,” ujarnya.

 

Sayangnya nyawa korban tak dapat ditolong setelah dilarikan ke rumah sakit. Korban meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit.

Dari sejumlah guru yang sempat ditemui dirumah duka, salah satu guru yang ikut rombongan siswa ke taman Narmada mengatakan “Dikolam renang tempat kejadian tersebut, tidak ada petugas pengawas, sehingga kejadian tidak terpantau oleh pihak pengelola.

 

Misteri tenggelamnya Siswa SMPN 5 Lembar ini merupakan tamparan keras buat management pengelolaan taman Narmada untuk lebih profesional sehingga situs peninggalan sejarah yang dikenal sebagai pemilik mata air awet muda ini dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

Rudy Lombok ketua umum Sapana NTB, dengan tegas mengatakan Manager Taman Narmada yang baru ini tidak memenuhi kriteria untuk menjabat sebagai manager karena tidak faham management pariwisata.

Baca Juga :  Tinjau Pendistribusian BTPKLWN, Danrem 162 yakin Tepat Sasaran.

 

Sejumlah asosiasi travel dan pariwisata saat ini sudah melakukan  BOIKOT kunjungan wisatawan ke Situs Taman Narmada, karena kenaikan tiket yang dikomplain namun tidak diindahkan.

 

“Kami dari Sapana dan sejumlah asosiasi travel wisata meminta dengan tegas  kepada pihak pengendali kebijakan agar memecat Manager Taman Narmada karena tidak profesional dan tidak paham bisnis pariwisata.” Tegas Rudy Lombok.

Menurut Rudy, Sejak dipegang manajemen baru selalu muncul konflik dengan pelaku wisata. Pengelola harus dijamin keamanan dan kenyamanannya.

Apalagi event Tulak Jok Narmada ini yang merupakan ide Bupati. Sebelum event ini harus dipersiapkan segala sesuatunya. Pengelola gagal dan lalai dalam hal ini.
Saran kami sebaiknya pengelola dipecat atau mundur secara terhormat akibat dari peristiwa ini. “Pungkasnya.”

Berita Terkait

Kantor Pertanahan Lombok Timur Serahkan 42 Sertipikat Elektronik ke Warga Desa Pemongkong
1,5 Miliar APBD Lotim untuk Kandang Ayam Petelur di Labuhan Haji, Mulai Produksi Akhir 2026
Sangkal Tudingan Ilegal, Kuasa Hukum PT Sino Indo Mutiara Berikan Klarifikasi 
Perangi Kemiskinan: Baznas dan Pemkab Lotim Serahkan 25 Rumah Mahyani, 24 Paket RLH, plus 20 Gerobak Z-Kuliner
Inspektorat Lotim Terbitkan 4 Surat Penugasan Audit Khusus Desa di Awal 2026
Respons Cepat Damkar Padamkan Kebakaran Akibat Korsleting Router di Simpang Empat Taman Rinjani Selong
Masyarakat Nelayan Dan Pelaku Wisata Bahari Sekotong, Desak Tutup PT Sino Indo Mutiara Ditutup
Ribuan Jema’ah Padati Lokasi Haul dan Harlah, Miq Iqbal Menyebut Dirinya Gubernur Yatama Wal Masakin
Berita ini 103 kali dibaca
Dinilai Gagal, Manajer Pengelola Situs Taman Narmada, Sapana NTB Desak Mundur atau Di Pecat.

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:09 WIB

Kantor Pertanahan Lombok Timur Serahkan 42 Sertipikat Elektronik ke Warga Desa Pemongkong

Selasa, 13 Januari 2026 - 13:05 WIB

1,5 Miliar APBD Lotim untuk Kandang Ayam Petelur di Labuhan Haji, Mulai Produksi Akhir 2026

Minggu, 11 Januari 2026 - 20:58 WIB

Sangkal Tudingan Ilegal, Kuasa Hukum PT Sino Indo Mutiara Berikan Klarifikasi 

Kamis, 8 Januari 2026 - 18:09 WIB

Perangi Kemiskinan: Baznas dan Pemkab Lotim Serahkan 25 Rumah Mahyani, 24 Paket RLH, plus 20 Gerobak Z-Kuliner

Kamis, 8 Januari 2026 - 14:54 WIB

Inspektorat Lotim Terbitkan 4 Surat Penugasan Audit Khusus Desa di Awal 2026

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:28 WIB

Masyarakat Nelayan Dan Pelaku Wisata Bahari Sekotong, Desak Tutup PT Sino Indo Mutiara Ditutup

Minggu, 4 Januari 2026 - 21:07 WIB

Ribuan Jema’ah Padati Lokasi Haul dan Harlah, Miq Iqbal Menyebut Dirinya Gubernur Yatama Wal Masakin

Jumat, 2 Januari 2026 - 16:16 WIB

Kantah Lotim Tutup 2025 dengan Prestasi PTSL 100 Persen, Siap Sasar Desa Baru di 2026

Berita Terbaru