Soedirman Muda KOREM 162/WB, Serma Sucipto Mempersembahkan Yayasan Tahfidzul Qur’an Di HUT TNI Ke 78

- Jurnalis

Kamis, 5 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Tengah – Lahir ditengah-tengah keluarga yang terbilang panatik anggota TNI-AD, Sersan Mayor Sucipto Munandar yang kini bertugas di KOREM 162/WB memiliki inisiatif yang sangat mulia yakni mewujudkan mimpi mendirikan Yayasan Tahfidz Zul Qur’an ‘Darul Musthofa” dikampung kelahiran di Dusun Lempenge Desa Sintung Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah

Dan mimpi itu terwujud berkat perjuangannya yang cukup menantang terutama dalam membagi waktu melaksanakan tugas sebagai prajurit dengan waktu dimana dirinya Pokus mencapai titik dimana dia berdiri sebagai orang yang harus bekerja keras mencapai mimpinya mendirikan Yayasan “Tahfidz Darul Musthofa”

Serma Chipto (Nama panggilan) memulai dari sebuah rumah Tahfidzul Qur’an yang mendidik anak anak untuk menjadi penghapal Al’quran dan Majelis Taklim untuk masyarakat sekitar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam satu kesempatan bincang-bincang dengan Cipto bercerita, ”Yayasan yang saya pimpin saat ini baru mengelola Lembaga Formal yaitu Sekolah Menengah Pertama Tahfidzul Qur’an (SMP TQ) Darul Musthofa, baru dibuka pada Tahun Ajaran ini yakni Tahun Ajaran 2023/2024 dengan jumlah Murid/Santri baru 4 orang, disamping itu ada juga Lembaga Non Formal seperti Rumah Tahfidz Darul Musthofa dan Majelis Taklim Tarbiyatul Ummah” tuturnya.

“Banyak faktor yang membuat saya berkeinginan mendirikan sebuah Pesantren diantaranya tugas saya yang sering berkecimpung atau berkomunikais dengan para tokoh Agama, tokoh masyarakat, pemuda dan tokoh adat namun masih kental dengan kehidupan keislaman dengan karakter yang melekat dalam diri masyarakat dilingkungan kami ini yaitu Fanatik dan masih fiodal”. Ungkapnya.

Baca Juga :  Keberadaan Mobil Fan Plat Asing, Aktivis Bima Minta Mabes Polri Klarifikasi

Harapan terbesar saya adalah sifat kebersamaan yang masih tertanam didalam kehidupan sosial masyarakat sekitar, semangat gotong royong untuk membangun sarana ibadah dimasyarakat kami juga masih tetap melekat, dan ini menjadi salah satu modal saya memperkuat keyakinan membangun sarana pendidikan berbasis Islam yaitu “Tahfidzul Qur’an”.

Berbicara manfaat dalam kapasitas sebagai organ Institusi Pertahanan, menurut nya mendirikan sebuah Pesantren semakin mempermudah saya dalam menjalankan tugas dalam hal melaksanakan komunikasi sosial serta bisa melaksanakan fungsi Binter secara langsung yakni Komunikasi Sosial dengan para tokoh masyarakat dan semua kalangan tanpa halangan tuturnya seperti prinsip pemikiran Panglima Besar Jendral Sudirman ketika berkumpul dengan masyarakat disaat singgah dalam geriliyanya.

“Harapan saya dengan adanya Pesantren yakni para generasi yang akan datang akan semakin cinta dengan tanah air dan agama, sedangkan dalam bidang agama akan semakin menambah pundi pundi amal jariah dan amal ibadah”.

Saat ini Santri yang masuk sebagai calon hafiz maupun Hafizah di Rumah Tahfidz sebanyak 80 Santri, dengan tenaga pendidik/Ustadz sebanyak Empat orang.

Proses belajar dilaksanakan mulai Pukul 16.00 s.d 20.30 Wita, sedangkan untuk Majelis Taklim dilaksanakan setiap hari Minggu dari pukul 09.00 sampai pukul 11.00 Wita sebagai Penceramah TGH. L. Ma’ruf Karhi,

Baca Juga :  Pelda (K) Dewi Dapat Tugas Jadi Babinsa Wanita Pertama di NTB

Yayasan yang saya pimpin ini telah mengantongi legalitas dari Kementerian Hukum dan Ham RI dengan diterbitkan “SK Menkumham Nomor AHU 0015978.AH.01.04. Tahun 2022 Tanggal 2 Agustus 2022, dan terdaftar diKesbangpodagri Kabupaten Lombok Tengah. “Tutur Cipto.”

Kepada pemerintah kami berharap agar lebih memperhatikan para penghafal Al Qur’an, dimana wilayah akan aman, tentram dan damai.
Sebab kelak para siswa yang kami didik saat ini, kelak mereka akan menjadi pemimpin – pemimpin yang sudah dibekali Iman yang sehingga kelak Bangsa ini dipimpin oleh generasi muda yang telah memiliki modal kemampuan dan dibekali Iman sesuai tuntunan Al Qur’an dan tuntutan berbekal kemampuan disegala bidang keilmuan.
Karena Ilmu tanpa Iman ibarat Air laut dengan Garam tidak bisa berpisah dengan rasa.

“Saya mendirikan yayasan ini terinspirasi dengan kegiatan saya dilapangan sebagai anggota Tim Intel Korem 162/WB, disaat saya melaksanakan komunikasi dengan tokoh tokoh agam, tokoh masyarakat dan kondisi lingkungan tempat saya tinggal yang mana sebelumnya tidak ada rumah tahfiz, dan Alhamdullilah sekarang rumah Tahfiz Qur’an Darul Musthofa ini satu satunya yang ada di Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah” Jelasnya.

Baca Juga :  Mi6 Kembali Roadshow di Sumbawa, Bersiap Matangkan Kongres Rakyat untuk Rohmi-Firin

Pada kesempatan yang sama Ustadz Edi fauzi selain pengajar diyayasan Tahfidz Darul Musthofa juga sebagai kepala lingkungan dusun pidada menceritakan awalnya masyarakat bingung karna yang mendirikan ini adalah seorang tentara, dan mereka bertanya kepada saya apa benar seorang anggota TNI mau mendirikan pondok pesantren padahal bukan bidangnya.

Dengan berjalannya proses belajar mengajar Alhamdullilah kepercayaan masyarakat dari kampung kami dan kampung tetangga mulai bercerita bahwa didusun Lempenge ada rumah Tahfiz baru yang didirikan oleh anggota TNI, belum empat bulan sudah banyak yang menghafal dari Tiga puluh Juzz isi kandungan Al Qur’an sudah ada yang mampu hafal satu juzz ada yang dapat dua juzz hingga tiga juzz.

Berangkat dari situ, kepercayaan masyarakat mulai semakin besar bahwa yayasan ini bukan hanya sekedar yayasan yang hanya ingin mencari nama, cerita Ustz Edi.

Awalnya dari sepuluh orang santri/santriwati setiap hari bertambah, Alhamdullilah sekarang sudah menjadi delapan puluh orang.

Kedepan kami berkeyakinan, ditempat ini akan berdiri satu pondok pesantren besar dengan nama “PP. Darul Mustofa” yang selanjutnya akan melahirkan generasi Hafiz dan Hafizah dan akan menjadi tulang punggung penegak syi’ar Islam sepanjang Masa. Imbuh Chipto diakhir bincangnya dengan kami, dalam suasana menyongsong Hari Jadi TNI Ke 78 Tahun 2023 ini.

Berita Terkait

Musnahkan 591.64 Gram Ganja, Kapolresta Mataram Ajak Masyarakat Bersama Berantas Narkoba
Polres Lombok Timur Tegaskan Penindakan Lalu Lintas Bersifat Rutin dan Dinamis, Bukan Operasi Terpusat
Hindari Kesalahan Administrasi Tanah, Ketahui Fungsi Pengecekan Sertipikat dan SKPT
Menjelang Musda, Sekjen Demokrat Buka Pintu Lebar untuk Tokoh Muda NTB
50% Tanah Terdaftar, Sulteng Tunjukkan Pertumbuhan Pesat di Sektor Pertanahan
Percepatan Infrastruktur Pantura Jawa, ATR/BPN Fokus pada Tata Ruang dan KKPR
5 Menit Jadi, Kisah Suparmi Kagum Urus Roya Tanah di Semarang
Silaturahmi di Pesantren Az-Zahra: Menteri ATR Beri Apresiasi Sertipikat Digital Ustaz Somad
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 07:56 WIB

Musnahkan 591.64 Gram Ganja, Kapolresta Mataram Ajak Masyarakat Bersama Berantas Narkoba

Senin, 25 Mei 2026 - 11:53 WIB

Polres Lombok Timur Tegaskan Penindakan Lalu Lintas Bersifat Rutin dan Dinamis, Bukan Operasi Terpusat

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:19 WIB

Menjelang Musda, Sekjen Demokrat Buka Pintu Lebar untuk Tokoh Muda NTB

Senin, 11 Mei 2026 - 17:04 WIB

50% Tanah Terdaftar, Sulteng Tunjukkan Pertumbuhan Pesat di Sektor Pertanahan

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:22 WIB

Percepatan Infrastruktur Pantura Jawa, ATR/BPN Fokus pada Tata Ruang dan KKPR

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:41 WIB

5 Menit Jadi, Kisah Suparmi Kagum Urus Roya Tanah di Semarang

Kamis, 30 April 2026 - 08:55 WIB

Silaturahmi di Pesantren Az-Zahra: Menteri ATR Beri Apresiasi Sertipikat Digital Ustaz Somad

Rabu, 29 April 2026 - 15:39 WIB

75% Kalteng Kawasan Hutan, Gubernur Diminta Gerak Cepat Reforma Agraria lewat GTRA

Berita Terbaru

Lombok Barat

Copee Morning, Perekat Hubungan Korem 162/WB Dengan Insan Jurnalis

Jumat, 5 Jun 2026 - 01:28 WIB