Mataram, – Hangatnya aroma kopi pagi, menjadi pintu membuka wawasan untuk membangun komitmen bagi masa depan Nusa Tenggara Barat (NTB) dirajut kembali.
Kantor Penerangan Korem 162/Wira Bhakti menjadi lokasi terajutnya kembali hubungan antara puluhan jurnalis lintas media dan jajaran petinggi militer, Kamis (04/06).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Agenda Coffee Morning ini bukan sekadar seremonial, melainkan panggung krusial untuk memperkuat benteng informasi di Bumi Gora.
Mewakili Danrem 162/WB, Kepala Staf Korem (Kasrem) Kolonel Inf. I Made Alit Yudana langsung berdialog dan ngobrol santai ditengah kerumunan para wartawan yang hadir diacara tersebut.
Pertemuan ini sekaligus menggaungkan kembali jargon filosofis TNI: “Mencintai, Dicintai dan Dibanggakan Rakyat.”
Dihadapan awak media, Made Alit menegaskan tema yang diusung tahun ini bukanlah pemanis kata diatas kertas, melainkan instruksi kerja yang wajib dihidupi oleh setiap prajurit dilapangan.
“TNI lahir dari rakyat, berjuang untuk rakyat dan kembali kepada rakyat. Bersama rekan-rekan media, kami ingin memastikan setiap tetes keringat pengabdian TNI benar-benar sampai dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat NTB, “tegasnya.
Diterjemahkan lewat aksi konkret program teritorial, bakti sosial, hingga menjadi yang terdepan saat bencana melanda. Lahir dari empati prajurit yang humanis, hadir bukan sebagai penonton, tapi sebagai solusi ditengah kesulitan warga.
Target harga mati yang dicapai lewat profesionalisme, ukiran prestasi dan konsistensi menjaga stabilitas keamanan NTB.
Diera digital dimana informasi palsu (hoax) dapat memicu konflik sosial dalam hitungan detik, Korem 162/WB menempatkan insan pers sebagai mitra strategis yang setara. Media massa dipandang sebagai pilar demokrasi sekaligus benteng pertahanan informasi.
Sembari menikmati secangkir kopi, diskusi mengalir tajam namun santai. Pertemuan ini melahirkan kesepakatan mutlak, pers dan TNI akan berjalan beriringan. Pers berperan menjadi mata, telinga, sekaligus filter utama untuk meluruskan distorsi informasi yang berpotensi mengganggu kondusivitas daerah.
Acara Coffee Morning ini sukses meruntuhkan sekat-sekat kaku birokrasi militer. Sesi diskusi interaktif berubah menjadi wadah evaluasi yang sehat, dimana para jurnalis bebas melontarkan kritik membangun serta masukan strategis demi keamanan NTB ke depan.
Kemitraan yang solid ini diharapkan tidak berhenti dimeja kopi, melainkan terus mengakar dilapangan, menjadi motor penggerak informasi yang sehat, edukatif dan menginspirasi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat,”tandasnya.














