75 Warga Lotim Dideportasi Malaysia: Bahaya Jalur Ilegal Terbukti

- Jurnalis

Selasa, 30 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Tenaga Kerja  Lombok Timur, H. Suroto

Kepala Dinas Tenaga Kerja Lombok Timur, H. Suroto

HARIANLOMBOK.Com – Sebanyak 75 warga Lombok Timur (Lotim) tercatat dalam daftar 125 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang dideportasi dari Malaysia baru-baru ini. Fenomena ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat yang tergiur jalur ilegal.

 

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lombok Timur, H. Suroto, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memfasilitasi kepulangan para pekerja migran bermasalah, meski berangkat secara non-prosedural.

 

“Siapapun yang melapor, kita fasilitasi. Kita hubungkan dengan BP2MI, kepala desa, dan keluarganya. Bahkan yang meninggal dunia pun kita usahakan supaya cepat dapat perhatian,” ujarnya saat diwawancarai Selasa (30/12/2025).

 

Meski begitu, H. Suroto menyoroti perbedaan perlindungan signifikan antara jalur resmi dan ilegal. “Kalau resmi, santunannya luar biasa, bisa ratusan juta rupiah karena ada jaminan sosial. Kalau jalur sebelah, yang penting pulang selamat bertemu keluarga,” tambahnya.

Baca Juga :  Calon Pj Gubernur NTB, Lalu Niqman Zahir : NTB Butuh Perhatian Khusus

 

Menurutnya, masyarakat masih memilih ilegal karena tiga alasan utama yakni kurang informasi tentang aturan seperti UU dan Perdes, lupa prosedur karena tergiur proses cepat, serta sengaja melanggar meski sudah dibina. Solusinya Skema “Nol Rupiah” ke Malaysia yaitu berangkat tanpa modal, proses dua bulan, tanpa potongan gaji.

 

Melalui Aplikasi Siap Kerja lanjut dia, kini memudahkan cek kuota, syarat, dan negara tujuan secara resmi, hindari calo. Namun, tantangan utama Disnaker adalah data banyak PMI ilegal tak terdaftar, seperti kasus jenazah Supriyanto dari Sukamulia yang sulit diproses karena nama desa serupa.

Baca Juga :  Remaja Berstatus Pelajar Nekat Gantung Diri Lantaran Putus Cinta 

 

Disnaker mengapresiasi desa pelopor “Desa Peduli PMI” dan mengajak warga gunakan PT resmi terdaftar di Lotim. “Kita ingin pulang selamat dan bawa hasil. Berangkat nol rupiah, pulang selamat,” pungkas H. Suroto.

Berita Terkait

Program Bedah Rumah Diperkuat Sertipikasi Tanah Gratis, Warga Jakarta Terima Manfaat Berlapis
Urus Tanah Kini Bisa di CFD: ATR/BPN Hadir di Tengah Keramaian
Kompak dan Terus Berkembang, FWMO Lotim Susun Program Kerja Setelah Milad ke-8
Pendaki Rinjani Cedera Di Bukit Pegangsingan, Tim SAR Gabungan Bergerak Evakuasi
Musa Bersama Bali United Mataram, Wakili NTB Di Ajang Sepak Bola Nasional
Bhumi ATR/BPN Bantu Masyarakat Telusuri Informasi Geospasial Pertanahan
Layanan Pertanahan Jemput Bola, Warga Surakarta dan Salatiga Terbantu ATR/BPN Dekat
Wamen ATR Tekankan Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah untuk Atasi Persoalan Wilayah
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 21:08 WIB

Program Bedah Rumah Diperkuat Sertipikasi Tanah Gratis, Warga Jakarta Terima Manfaat Berlapis

Kamis, 5 November 2026 - 15:18 WIB

Urus Tanah Kini Bisa di CFD: ATR/BPN Hadir di Tengah Keramaian

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Kompak dan Terus Berkembang, FWMO Lotim Susun Program Kerja Setelah Milad ke-8

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Pendaki Rinjani Cedera Di Bukit Pegangsingan, Tim SAR Gabungan Bergerak Evakuasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Bhumi ATR/BPN Bantu Masyarakat Telusuri Informasi Geospasial Pertanahan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Layanan Pertanahan Jemput Bola, Warga Surakarta dan Salatiga Terbantu ATR/BPN Dekat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Wamen ATR Tekankan Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah untuk Atasi Persoalan Wilayah

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Polresta Mataram Sisir Lokasi Sabung Ayam Usai Terima Aduan Warga

Berita Terbaru

Lombok Timur

Urus Tanah Kini Bisa di CFD: ATR/BPN Hadir di Tengah Keramaian

Kamis, 5 Nov 2026 - 15:18 WIB