HARIANLOMBOK.Com- Kabupaten Lombok Timur (Lotim) semakin serius mewujudkan mimpi pendidikan menyeluruh. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim gencar melakukan advokasi ke pemerintah daerah untuk menerapkan wajib belajar 13 tahun.
Sosialisasi ini digelar di TPK SKB Lombok Timur dihadiri Kabid PAUD Lotim beserta jajaran OPD seperti Bappeda, Dinas PMD , KCD (PAUD/PNF/Paket C), dan Kemenag bertujuan menuntaskan anak tidak sekolah, yang jumlahnya masih tinggi di wilayah ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini masih tahap sosialisasi dari pemerintah pusat melalui advokasi ke daerah, untuk meyakinkan betapa pentingnya pendidikan prasekolah,” tegas Kabid Paud Lotim LM. Jauhari Marjan, MPd., Kamis (23/04/2026).

Ia menjelaskan, masyarakat biasa mengenal wajib belajar 9 tahun (SD-SMP) atau 12 tahun (SD-SMP-SMA). Kini, sejak 2025, aturan baru mencakup 13 tahun yakni 1 tahun PAUD/prasekolah, 6 tahun SD/MI, 3 tahun SMP/MTs, dan 3 tahun SMA/MA/SMK. Langkah ini selaras dengan Undang-Undang No. 1 tentang hak pendidikan layak dan bermutu.
Program ini tentu sudah dimasukkan ke DIPA Dikbud untuk sosialisasi secara masif. Jauhari juga menyampaikan bahwa baru saja menghadiri rapat koordinasi nasional di Jakarta bersama 515 kabupaten/kota se-Indonesia, dipimpin Direktorat PAUD. Kabupaten Lotim dan Lombok Utara (KLU) bahkan berpotensi menjadi pilot project nasional.
Bayangkan kata dia, jika anak PAUD yang lanjut ke SD akan punya sertifikat atau surat keterangan resmi, memastikan transisi pendidikan yang mulus.
Data pendukungnya menggembirakan. Lotim punya 1.200 unit PAUD, dengan 1.070 unit menerima dana BOS 2025/2026 dari pemantauan penerima BOP/BOS.
Program wajib belajar 13 tahun ini jadi prioritas nomor satu dari sembilan program pemerintah, didukung BPMP, Direktorat PAUD, dan Kementerian Pendidikan Dasar-Menengah.
“InsyaAllah, Lotim punya keinginan tinggi jalankan ini sebagai pilot project,” terang Jauhari Marjan penuh optimisme.
Inisiatif ini tak hanya mengangkat derajat pendidikan lokal, tapi juga jadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Dengan kolaborasi lintas instansi, Lotim siap ubah masa depan ribuan anak.













