Pembangunan Posyandu di Kelurahan Geres Tanpa Persetujuan Warga

- Jurnalis

Kamis, 19 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembangunan gedung Posyandu di Dasan Gres, Kelurahan Gres Kecamatan Labuhan Haji

Pembangunan gedung Posyandu di Dasan Gres, Kelurahan Gres Kecamatan Labuhan Haji

HARIAN LOMBOK – Parah, pembanguan posyandu yang berada di Lingkungan Dasan Geres, Kelurahan Geres, Kecamatan Labuhan Haji Lombok Timur di duga adanya indikasi permainan yang dilakukan oknum Lurah Geres.

Hal itu berdasarkan keterangan warga Geres, sebab pada saat pembangunan posyandu pihak Lurah tidak melibatkan/memberitahukan sama sekali pihak Kepala Lingkungan (Kaling) warga dan Tokoh masyarakat serta Lembaga lainya sebagai mitra pemerintah daerah dalam menampung dan mewujudkan aspirasi masyarakat di bidang pembangunan, Kamis 19 September 2024.

“Sebelum memulai pembangunan seharusnya dilakukan musyawarah, bersama seluruh pihak untuk menentukan posisi atau letak pembanguan posyandu beserta anggaran yang tersedia. Namun ini tidak pernah di lakukannya untuk mengajak Kaling beserta Lembaga yang ada. Mentang-mentang jadi lurah seenaknya menentukan lokasi yaitu di tanah kuburan dan merusak bangunan kolam yang sudah di bangun sebagai tampungan air di musim kering untuk d gunakan masyarakat mengambil air saat ziarah kubur” jelas warga.

Padahal sebelumnya, ia sempat mempertanyakan terkait anggaran dan musyawarah bersama semua warga agar pembangunan tidak di lakukan di tanah kuburan. Namun usulan tersebut tidak di gubris, malah sekarang pihak kelurahan mendatangkan matrial dan para pekerja dari luar wilayah geres untuk tetap melakukan pembangunan di atas tanah kuburan, padahal banyak warga yang memiliki skil sebagai tukang atau pekerja bangunan yang ada di wilayah geres,” ujarnya.

Baca Juga :  BNN NTB Amankan 1.105 Gram Ganja Siap Edar

Menurutnya, pihak Lurah sangat arogan sekali. Karena sudah beberapa kali warga menolak untuk tidak dilakukan pembangunan Posyandu di tanah kuburan dengan alasan apapun.

Baca Juga :  Disnakertrans Lombok Timur: 65 Kasus Pemulangan, Desa Diminta Cegah Keberangkatan Non-Prosedural

Ia menegaskan, kalau memang sudah ada anggaran tinggal mengajak semua perangkat terkait untuk mencari lokasi yang tepat dengan anggaran yang tersedia namun ini tidak pernah.

“Kita khawatir kalau pembangunan di tanah kuburan, akan berdampak terhadap kesehatan warga dan bangunan sia sia tempat tersebut sangat tidak layak,” tambahnya.

Ia berharap kepada pemerintah untuk menindaklanjuti usulan warga demi kepentingan masyarakat banyak, sebab apapun yang kami sampaikan kepada pihak kelurahan tidak pernah di gubris.***

Berita Terkait

Program Bedah Rumah Diperkuat Sertipikasi Tanah Gratis, Warga Jakarta Terima Manfaat Berlapis
Urus Tanah Kini Bisa di CFD: ATR/BPN Hadir di Tengah Keramaian
Terlibat Penyadapan Ilegal Presiden RI, Mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka
Kompak dan Terus Berkembang, FWMO Lotim Susun Program Kerja Setelah Milad ke-8
Pendaki Rinjani Cedera Di Bukit Pegangsingan, Tim SAR Gabungan Bergerak Evakuasi
Bhumi ATR/BPN Bantu Masyarakat Telusuri Informasi Geospasial Pertanahan
Layanan Pertanahan Jemput Bola, Warga Surakarta dan Salatiga Terbantu ATR/BPN Dekat
Wamen ATR Tekankan Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah untuk Atasi Persoalan Wilayah
Berita ini 505 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 21:08 WIB

Program Bedah Rumah Diperkuat Sertipikasi Tanah Gratis, Warga Jakarta Terima Manfaat Berlapis

Kamis, 5 November 2026 - 15:18 WIB

Urus Tanah Kini Bisa di CFD: ATR/BPN Hadir di Tengah Keramaian

Rabu, 4 November 2026 - 11:04 WIB

Terlibat Penyadapan Ilegal Presiden RI, Mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Kompak dan Terus Berkembang, FWMO Lotim Susun Program Kerja Setelah Milad ke-8

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Pendaki Rinjani Cedera Di Bukit Pegangsingan, Tim SAR Gabungan Bergerak Evakuasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Bhumi ATR/BPN Bantu Masyarakat Telusuri Informasi Geospasial Pertanahan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Layanan Pertanahan Jemput Bola, Warga Surakarta dan Salatiga Terbantu ATR/BPN Dekat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Wamen ATR Tekankan Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah untuk Atasi Persoalan Wilayah

Berita Terbaru

Lombok Timur

Urus Tanah Kini Bisa di CFD: ATR/BPN Hadir di Tengah Keramaian

Kamis, 5 Nov 2026 - 15:18 WIB