Terlibat Penyelundupan Emas Di Bandara Internasional Lombok, Empat Oknum Polisi Tak Di Proses

- Jurnalis

Minggu, 8 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram- Praktisi Hukum Senior, I Gusti Putu Ekadana, kembali menyoroti kasus penyelundupan empat batang emas di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok Tengah (Loteng), seberat 5,3 kilogram pada 3 Oktober 2026.

Menurut Ekadana, kasus tersebut belum tuntas jika penindakannya hanya terbatas pada penetapan tersangka berinisial CGS. Pasalnya, ada beberapa oknum polisi yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Sesuai informasi yang diperoleh, Ekadana menyebutkan, ada sejumlah oknum polisi yang terindikasi terlibat dalam aksi memuluskan penyelundupan emas tersebut. Diantaranya berinisial LKF, TA, KSD dan KS.

Keempatnya kata Ekadana, saat ini masih aktif bertugas di posisinya masing-masing. Sedangkan dari pihak kepolisian dalam hal ini, Polda NTB pun terkesan abai.

“Dalam pernyataannya di media mengenai kasus penyelundupan ini, Bea Cukai Mataram atau Polda NTB tidak terbuka terkait adanya keterlibatan oknum polisi,” kritiknya, saat wawancara, Rabu (04/11/2026) siang.

Ia mengingatkan agar pihak-pihak terkait lebih transparan dan jujur dalam melaksanakan tugas serta tanggungjawabnya sebagai aparat hukum dan pemerintahan.

Baca Juga :  Dikunjungi Ketua Presidium FPII, Lapas Mataram Gagalkan Percobaan Penyelundupan Sabu

Soal perkara pajak jebol, menurut dia, telah terjadi di era Presiden Indonesia ke-2, Soeharto. Karena menjadi lubang oknum koruptor yang bertugas di bidang pengawasan untuk melakukan korupsi besar-besaran.

“Sehingga buah manis kekayaan negara tidak bisa dinikmati oleh rakyat dan tidak berdampak terhadap pembangunan ekonomi secara nasional,” sindirnya.

Ditegaskan, jika memang ada laporan atau aduan serta informasi dari internal lembaga dan institusi terlebih lagi masyarakat, pihak kepolisian sekaligus pihak-pihak terkait wajib hukumnya untuk mengambil langkah tegas, transparan, dan bertanggungjawab.

Baca Juga :  Pj Bupati Lotim Apresiasi Pelaksanaan TMMD ke 121 Kodim 1615/Lotim

“Kalau memang tidak ditangani, lya benar kecurigaan masyarakat tentang dugaan keterlibatan oknum kepolisian dalam kasus penyelundupan emas, untuk kepentingan setoran,” timpalnya.

Sebaliknya, tidak transparannya pihak-pihak terkait dalam menyampaikan informasi khususnya terkait dugaan oknum polisi pada kasus penyelundupan emas tersebut, menandakan adanya ketakutan di internal pemerintah maupun aparat hukum atas ancaman terhadap jabatan.

“Inilah yang memicu adanya No Viral, No Justice. Begitu juga aparatur pemerintah. Mereka takut karena jabatannya bukan karena masyarakatnya,” tandasnya.

Berita Terkait

Urus Tanah Kini Bisa di CFD: ATR/BPN Hadir di Tengah Keramaian
Terlibat Penyadapan Ilegal Presiden RI, Mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka
Polresta Mataram Sisir Lokasi Sabung Ayam Usai Terima Aduan Warga
Pembalap Motto GP Asal Spanyol Alami Kecelakaan,Tim Medis Basarnas Evakuasi Dengan Helikopter
Matangkan Kesiapan Pengamanan dan Evakuasi MotoGP 2026, Korem 162/WB Paparan Sistem Tactical Floor Game
Konstatering Laham Samota, Kuasa Hukum Sri Marjuni Beberkan Perbedaan Batas dan Letak Objek 
KPK Ringkus Tersangka Dugaan Pemerasan Di Pemkab Bolaang Mongondow Utara
Hasbi Kades Kuripan’ Induk: Visi Misi Hanya Retorika, Masyarakat Menunggu Ekspektasi
Berita ini 12 kali dibaca
Terlibat Penyelundupan Emas Di Bandara Internasional Lombok, Empat Oknum Polisi Tak Di Proses

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 16:28 WIB

Terlibat Penyelundupan Emas Di Bandara Internasional Lombok, Empat Oknum Polisi Tak Di Proses

Kamis, 5 November 2026 - 15:18 WIB

Urus Tanah Kini Bisa di CFD: ATR/BPN Hadir di Tengah Keramaian

Rabu, 4 November 2026 - 11:04 WIB

Terlibat Penyadapan Ilegal Presiden RI, Mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Polresta Mataram Sisir Lokasi Sabung Ayam Usai Terima Aduan Warga

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Pembalap Motto GP Asal Spanyol Alami Kecelakaan,Tim Medis Basarnas Evakuasi Dengan Helikopter

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Matangkan Kesiapan Pengamanan dan Evakuasi MotoGP 2026, Korem 162/WB Paparan Sistem Tactical Floor Game

Rabu, 30 September 2026 - 17:17 WIB

Konstatering Laham Samota, Kuasa Hukum Sri Marjuni Beberkan Perbedaan Batas dan Letak Objek 

Kamis, 24 September 2026 - 13:10 WIB

KPK Ringkus Tersangka Dugaan Pemerasan Di Pemkab Bolaang Mongondow Utara

Berita Terbaru

Lombok Timur

Urus Tanah Kini Bisa di CFD: ATR/BPN Hadir di Tengah Keramaian

Kamis, 5 Nov 2026 - 15:18 WIB