HARIANLOMBOK.Com– Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Diskeswan) Lotim meluncurkan program kandang ayam petelur di tahun 2026. Inisiatif ini bertujuan mengatasi kekurangan pasokan telur di wilayah Lotim yang selama ini sering mengalami fluktuasi harga.
Kepala Diskeswan Lotim, H. Mashur, menjelaskan bahwa program ini didukung anggaran APBD sebesar Rp1,5 miliar dari Bupati Lotim. Dana tersebut mencakup pembangunan kandang, pengadaan 5.000 ekor ayam petelur, pakan, serta tenaga kerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini program cepat sesuai arahan Presiden untuk ketahanan pangan, khususnya pemenuhan gizi Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar Mashur saat ditemui di kantornya, Selasa (13/01/2026).
Pembangunan kandang direncanakan dimulai pertengahan 2026 di Desa Teros, Kecamatan Labuhan Haji sebanyak 2 lokal menggunakan tanah milik pemda. Mashur menegaskan bahwa pengelolaan kandang akan dilakukan langsung oleh pemda, bukan diserahkan ke masyarakat. Tenaga kerja berasal dari pegawai dinas yang bekerja secara bergantian.
“Kita di dinas juga punya petugas yang mampu mengontrol kesehatan hewan dan teknik-teknik lainnya untuk mensukseskan program ayam petelur,” tambahnya. Dengan pengawasan internal ini, program diharapkan berjalan optimal tanpa bergantung pada pihak eksternal.
Mashur berharap akhir tahun 2026, kandang ayam petelur sudah mulai menghasilkan telur untuk kebutuhan warga Lotim dan pasar murah. Produksi ini diantisipasi mampu menstabilkan harga telur yang kerap naik akibat mahalnya pakan dan ketergantungan impor dari pengusaha luar.
Inisiatif Diskeswan ini juga selaras dengan saran Koperasi Merah Putih agar desa-desa membangun kandang unggas. Koperasi tersebut menawarkan dukungan pinjaman murah dengan bunga 3% untuk populasi Merah Putih. “Kalau serempak dilakukan, Lotim takkan kekurangan telur lagi, meski harga sedikit naik,” jelasnya.
Program ini menjadi langkah strategis Lotim dalam mendukung swasembada pangan lokal, sekaligus memberdayakan sumber daya dinas untuk kesejahteraan masyarakat.














