Tampil Dengan Kehidupan Kultur Budaya Sasak, Lesehan Pawon Bangket Hadir Menyajikan Wahana Berbeda

- Jurnalis

Senin, 19 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Marong Loteng – Setelah Soft Opening tinggal kita mempertahankan yang sudah bagus ini menuju ke yang terbagus..
Demikian pernyataan Nunung Ayitna Dewi kepada media ini pada acara Soft Opening Lesehan Pawon Bangket yang diadakan Minggu 18/11 didesak Marong Praya Timur Lombok Tengah.

Mbak Nung sapaan akrabnya, mengungkapkan, keberadaan Lesehan Pawon Bangket ini berawal dari terpuruknya perekonomian kita akibat pandemi covid yang cukup membuat masyarakat tidak mampu melakukan aktivitas apapun sehingga berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat di segala sektor.

Berangkat dari persoalan tersebut kemudian saya mencoba menarik napas merintis usaha dengan niat sekedar membuka ruang agar dapat menutupi kebutuhan sehari-hari, karena usaha di bidang pariwisata dan lainnya anjlok total dan tak bisa diandalkan kata mbak Nunung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Singkat cerita pasca adanya covid, kemudian tidak jauh dari lokasi Lesehan ini, pemerintah menggandeng investor membangun sirkuit Mandalika.
Dari situ, kemudian muncul harapan dengan angin segar yang memotivasi saya untuk berfikir bahwa ini adalah peluang emas yang tak boleh disia-siakan.

Maka saya harus merubah performent Lesehan Pawon Bangket sebagai satu lesehan yang lain dari pada yang lain, dan saya menemukan konsep perpaduan antara sebuah rumah makan dengan kombinasi kehidupan dengan kultur desa yang melekat dengan culture hudaya suku sasaj masyarakat Desa Marong.

Baca Juga :  Pengamanan VVIP Kunjungan Presiden Dipuji Danrem 162/WB

Mengkombinasikannya sebuah rumah makan dengan perpaduan sistem pelayanan yang mengedepankan karakter budaya memang tidak mudah, namun ini adalah satu tantangan yang cukup melalui proses yang panjang tetapi akan menjadi sebuah konsep yang bernilai tidak hanya sekedar puas menikmati menu, tetapi juga sebagai salah satu strategi menggali dan mempertahankan sejarah, budaya dan sisi kehidupan masyarakat suku sasak yang akhir-akhir ini terbilang hampir punah akibat pengaruh modernisasi dan perubahan iklim berpikir dan sendi sendi kehidupan percampuran manusia dari suku, ras dan asal usul yang berbeda.
Dan bagi saya ini adalah sejarah yang patut untuk dipertahankan.

Keunikan Lesehan Pawon Bangket ini secara singkat saya gambarkan, selain menyajikan menu khas sasak seperti Ares Kedebong, Rawon, Bebalung dan sajian khas Makanan Sasak yang lain, maka dilesehan Pawon Bangket para tamu dapat menikmati pemandangan alam yang luas dengan suasana pedesaan yang khas.

Baca Juga :  Konflik Wisata Ekas: Ketua DPRD Minta Pemkab Lotim-Loteng dan Pemprov NTB Duduk Bersama Cari Solusi

Selain itu disini para tamu dapat melihat langsung aktivitas kehidupan masyarakat sehari hari mulai dari ibu-ibu yang menenun kain, kemudian menumbuk padi secara tradisional untuk menghasilkan beras yang akan dimasak bagi keluarga juga untuk pengunjung Lesehan pawon Bangket yang akan makan ditempat itu, hingga tradisi mengolah dan memasakkan, menggoreng makanan dengan menggunakan wadah yang masih terbuat dari tanah dan disajikan Begibung sesuai adat Rowah kenduri Suku Sasak muslim.

Selain gambaran tentang keramahan masyarakat yang dapat dilihat dari aspek pelayanan para peramu saji kamu, para pengunjung lesehan Pawon Bangket kami juga memberikan layanan keramahan lingkungan dengan melestarikan tanaman tanaman khas yang tumbuh di pulau lombok seperti Bone, Lobe-Lobe, Jowet Putih dan tanaman pohon lainnya yang menjadi ciri khas Pulau Lombok.

Sejumlah Pejabat dari jajaran ASN kabupaten Lombok Tengah, Para pegiat Usaha, Asosiasi Usaha, Perbankkan, dan para steak holder yang digandeng sebagai mitra kerja dan mitra usaha oleh Nunung Ayitna Dewi hadir dan terlihat antusias untuk memberi harapan sukses bagi usahanya ini.

Mewakili Bupati Lombok Tengah Drs. Jalaludin Kepala Dinas Pendapatan Lombok Tengah menyampaikan ucapan permohonan maaf Bupati yang tak sempat hadir dalam kesempatan ini dan menyatakan bahwa usaha yang dirintis Lesehan Pawon Bangket ini merupakan sebuah terobosan yang sangat berbeda dibanding dengan Lesehan yang sudah banyak berkembang selama inj.

Baca Juga :  Meski Jasad Korban Pada Kondisi Terjepit, Tim SAR Gabungan Selesaikan Evakuasi

Jalal meyakini bahwa usaha ini memiliki prospeck yang besar terlebih lagi dengan adanya Sirkuit Mandalika yang akan mendatangkan para wisatawan dari luar yang tentunya datang kesini tidak cuma menyaksikan ivent Balapan motor saja, tetapi pasti ingin menikmati sesuatu yang lain selain destinasi wisata yaitu Kuliner.

Diakhir pernyataan Nunung menambahkan, selain menikmati sajian bahan olahan makanan dan masakan tradisional, Lesehan Pawon Bangket Juga menyuguhkan hiburan berupa Kesenian-Kesenian Suku Sasak seperti Drama Sasak, Gendang Beleq dan Olah Raga Tradisional Pelagak Jengku pada hari-hari yang sudah dijadwalkan pelaksanaannya. Ach.S

Berita Terkait

Sadar Lingkungan Bersih, SIMBAR Ajak Pokdarwis Bersihkan Sampah Pantai Cemare
Jalan Sehat dan Karnaval Budaya Nusantara Ramaikan HUT RI ke 81 dan HUT Desa Jagaraga Ke 76
Kapal Wisata Tenggelam di Perairan Tanjung Katupa, 45 Orang Penumpang Selamat
Korban Hipotermia di Bukit Savana Dandaun Di Evakuasi Tim SAR 
Temukan Data Faktual Dengan Aplikasi Tak Sinkron, Mawardi Laporkan ATR BPN Lombok Tengah Ke Polda NTB 
Raih Simpati Wisatawan, Investor Mulai Bangun Apartemen Di Kawasan KEK Mandalika
Ajang Persit Bisa 2, Persit 162 PD IX/Udayana Siap Angkat Tiga Produk UMKM Lombok
Meski Jasad Korban Pada Kondisi Terjepit, Tim SAR Gabungan Selesaikan Evakuasi
Berita ini 173 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:11 WIB

Sadar Lingkungan Bersih, SIMBAR Ajak Pokdarwis Bersihkan Sampah Pantai Cemare

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:20 WIB

Jalan Sehat dan Karnaval Budaya Nusantara Ramaikan HUT RI ke 81 dan HUT Desa Jagaraga Ke 76

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:31 WIB

Kapal Wisata Tenggelam di Perairan Tanjung Katupa, 45 Orang Penumpang Selamat

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:37 WIB

Korban Hipotermia di Bukit Savana Dandaun Di Evakuasi Tim SAR 

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:46 WIB

Temukan Data Faktual Dengan Aplikasi Tak Sinkron, Mawardi Laporkan ATR BPN Lombok Tengah Ke Polda NTB 

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:10 WIB

Raih Simpati Wisatawan, Investor Mulai Bangun Apartemen Di Kawasan KEK Mandalika

Senin, 4 Mei 2026 - 15:31 WIB

Ajang Persit Bisa 2, Persit 162 PD IX/Udayana Siap Angkat Tiga Produk UMKM Lombok

Rabu, 8 April 2026 - 07:43 WIB

Meski Jasad Korban Pada Kondisi Terjepit, Tim SAR Gabungan Selesaikan Evakuasi

Berita Terbaru