Mengenal Ivan Yustiavandana, Si Tukang Blokir Rekening Nasabah 

- Jurnalis

Sabtu, 23 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harian Lombok – Negeri ini sempat dihebohkan pemblokiran 31 juta rekening nasabah oleh PPATK. Negeri terasa mau pecah. Kalau rekening para pemain judol, okelah kita malah senang. Ini rekening orang tak tahu apa-apa, yang ingin uangnya aman disimpan di bank, malah kena juga.

 

Untung Prabowo cepat turun tangan, minta pemblokiran itu dibatalkan. Lalu siapa dedengkot PPATK. Mari kita berkenalan dengan Ivan Yustiavandana, si tukang blokir rekening nasabah sambil seruput kopi tanpa gula, kebetulan Pontianak lagi hujan dari subuh sampai sekarang, wak! Mudahan tak banjir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Bayangkan, wak! Ente menabung dengan jujur. Tidak berjudi. Tidak main sabung ayam. Tidak membeli batu akik digital. Lalu tiba-tiba… rekeningmu diblokir. Oleh siapa? Oleh satu sosok mistis bernama Ivan Yustiavandana, sang penjaga gerbang antara uangmu dan kebebasan finansialmu.

 

Ia bukan pahlawan bertopeng. Ia tak naik kuda putih, tapi naik VW Beetle 1972. Ia bukan pengemis, tapi memiliki tanah sebanyak imajinasi petani sawit. Total Rp 9,38 miliar, katanya. Tidak jelas dari mana, tapi katanya tercatat di LHKPN. Ingat, jika nuan bertanya terlalu keras, mungkin rekeningmu juga akan… dibisukan.

Baca Juga :  Buronan Kasus Dana KUT Lombok Barat Ditangkap Tim Tabur Kejagung Batam

 

Di bawah tongkat komando Ivan, PPATK menjelma menjadi organisasi supranatural yang bisa menembus dimensi rekening tidak aktif selama tiga bulan. Tiga bulan! Cuma karena ikam sedang menabung buat beli rumah 20 tahun lagi, eh rekeningmu dianggap hantu oleh negara.

 

Katanya, demi memberantas pencucian uang dan dana gelap. Tapi entah kenapa, yang dicurigai justru rekening emak-emak penerima bansos yang saldonya cuma cukup buat beli minyak goreng 2 liter dan mi instan 3 bungkus.

 

Tahu apa yang lebih lucu dari semua ini? Jumlah rekening yang diblokir sudah tembus 31 juta! Itu bukan jumlah pasukan perang, itu jumlah nasabah yang kehilangan akses ke uangnya sendiri. Sebuah rekor dunia yang bahkan Kim Jong-un pun akan iri.

 

Ivan, entah ada hubungan dengan Ivan Gunawan atau tidak, bukan hanya kepala PPATK. Dia adalah filsuf. Nietzsche versi keuangan. Ia percaya, “Kalau rekening tak bergerak, berarti tak bernyawa. Maka kubunuh saja.”

Baca Juga :  Ketum Himpunan Mahasiswa Nusantara Dan Jali Pitung Sampaikan Surat Pemberitahuan Aksi Akbar Nasional Ke Polda Metro

 

Rekening yang tidur tiga bulan dianggap kriminal. Sementara koruptor yang tidur nyenyak di villa, tidak dijamah. Bukankah ini keadilan yang puitis? Jika rakyat bertanya, “Kenapa kami diblokir?” Jawabnya adalah, “Demi akuntabilitas.” Akuntabilitas siapa? Tidak dijelaskan.

 

Inilah era baru perbankan. Di mana pian harus membuktikan bahwa uda uni aktif secara spiritual, emosional, dan transaksional. Kalau tidak? Ya maaf, uangmu akan dikarantina. Bisa dibuka lagi? Mungkin… setelah upacara kelulusan anakmu.

 

Ivan tidak main-main. Ia bahkan melaporkan dirinya ke Financial Intelligence Consultative Group. Di sana ia berkata, “Lihatlah, aku telah membekukan 10 juta rekening bansos. Tertib sekali rakyatku, karena tak bisa tarik tunai.”

 

Saat rakyat menangis karena uang tak bisa ditarik, Ivan membuat laporan strategis. Saat anggota DPR marah, Ivan menggelar seminar tentang efektivitas pemberantasan pencucian uang.

Baca Juga :  Soroti Hasil Autopsi Penyebab Tewasnya Perwira TNI AU Asal NTB, Puri Agung Pamotan Tegaskan Siap Ambil Sikap

 

Ketika Presiden Prabowo akhirnya turun tangan dan berkata, “Ini kebablasan, batalkan,” maka Ivan tersenyum. Karena ia tahu, ia sudah menuliskan namanya di kitab sejarah perbankan Indonesia. Bersama dengan kode OTP dan notifikasi “saldo tidak tersedia.”

 

Wahai para tukang nabung diam-diam, wahai para emak-emak yang berharap saldo Rp 50.000 tidak menghilang saat butuh beli beras…Ingatlah satu nama, Ivan Yustiavandana.

 

Ia bisa lebih cepat dari sistem fraud detection. Lebih sakti dari teller bank. Lebih konsisten dari mantanmu. Ia tidak tidur. Karena rekeningmu bisa ia pantau, bahkan saat aa teteh sudah lupa password internet banking.

 

Jika hidup ini adalah sandiwara, maka Ivan adalah sutradara, editor, dan sekaligus pemilik remote TV. Karena di zaman sekarang, yang tidak aktif, nganggur… akan dibekukan. Bahkan sebelum sempat bermimpi.

 

Catat, wak. Apapun yang nganggur sekarang, bahaya. Bisa disita negara.

 

#camanewak

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Berita Terkait

Kementrian ATR/BPN Awasi HGU-HGB Cegah Karhutla 2026
Ketua Umum DEPA-RI Ingatkan Mentri Haji Tak Ceroboh Soal “War Tiket Haji”
Yusri Ketua DPRD Lotim Ikuti Retret Nasional di Akmil Magelang, Perkuat Wawasan Kebangsaan
Antisipasi Modus Penipuan, ATR/BPN Imbau Warga Verifikasi Petugas Pengukur Tanah
Keamanan Berlapis di Layanan Pertanahan: ATR/BPN Tekan Risiko Pencurian Sertipikat
Kementerian ATR/BPN dan UIN Datokarama Teken MoU KKN Tematik Bidang Pertanahan
Balita 2,5 Tahun Hilang Tanpa Jejak, Tim SAR Gabungan Susuri Sungai Sembalun
Tim SAR Gabungan Perkuat Pencarian Balita Hilang Di Sumbawa Barat
Berita ini 140 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 10:55 WIB

Kementrian ATR/BPN Awasi HGU-HGB Cegah Karhutla 2026

Kamis, 16 April 2026 - 09:17 WIB

Ketua Umum DEPA-RI Ingatkan Mentri Haji Tak Ceroboh Soal “War Tiket Haji”

Rabu, 15 April 2026 - 16:37 WIB

Yusri Ketua DPRD Lotim Ikuti Retret Nasional di Akmil Magelang, Perkuat Wawasan Kebangsaan

Minggu, 5 April 2026 - 07:46 WIB

Antisipasi Modus Penipuan, ATR/BPN Imbau Warga Verifikasi Petugas Pengukur Tanah

Kamis, 2 April 2026 - 16:35 WIB

Keamanan Berlapis di Layanan Pertanahan: ATR/BPN Tekan Risiko Pencurian Sertipikat

Kamis, 2 April 2026 - 09:57 WIB

Kementerian ATR/BPN dan UIN Datokarama Teken MoU KKN Tematik Bidang Pertanahan

Selasa, 10 Maret 2026 - 10:21 WIB

Balita 2,5 Tahun Hilang Tanpa Jejak, Tim SAR Gabungan Susuri Sungai Sembalun

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:49 WIB

Tim SAR Gabungan Perkuat Pencarian Balita Hilang Di Sumbawa Barat

Berita Terbaru

Lombok Timur

Kementrian ATR/BPN Awasi HGU-HGB Cegah Karhutla 2026

Sabtu, 18 Apr 2026 - 10:55 WIB