Lombok Barat – Setelah seluruh penumpang beserta awak kapal KMP Putri Yasmin yang terbakar kemarin Rabu 12/8 berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan dari berbagai unsur untuk sementara waktu dinyatakan selesai dan proses identifikasi berlanjut.
Junaidi Mansori asal keruak Lombok Timur yang merupakan salah satu penumpang selamat, setelah evakuasi kemarin, kepada sejumlah media yang sempat mewawancarainya, diperoleh Khabar bahwa sumber awal yaitu asap bermula mengepul dari sebuah mobil box yang konon berisi kendaraan listrik.
Junaidi yang masih terlihat trauma atas kejadian tersebut, tidak mampu membendung air matanya, lantaran masih terpisah dengan ibunya meski Dikhabarkan dalam kondisi selamat dan sudah mendapatkan perawatan.
Kami para penumpang tidak bisa berbuat banyak, kepulan asap dari sebuah mobil box yang terparkir di sebelah kanan belakang dibawah dek kapal muncul semakin tebal disusul Dengan kepulan api yang merembet begitu cepat sehingga mau tidak mau para penumpang panik berhamburan mencari posisi aman.
Beruntung para kru dan petugas kapal dengan cepat melakukan upaya penanganan langsung membagikan jaket pelampung kepada seluruh penumpang tanpa kecuali, dan melakukan persiapan langkah evakuasi sementara berupaya melakukan pemadaman dengan persediaan kebutuhan tabung yang sudah tersedia.
“Semakin disemprot menggunakan alat pemadam tersebut, apinya justru makin membesar dan meluas” tutur Junaidi.
Sementara seluruh penumpang sudah dievakuasi keatas.
Api semakin membesar, bahaya keselamatan penumpang semakin mengancam sehingga para petugas memerintahkan seluruh penumpang untuk terjun kelaut, sebagai satu-satunya pilihan sebab jika tetap berada di atas kapal dikhawatirkan para penumpang beserta kru akan habis terpanggang sebab kepulan api yang muncul dari dek kapal semakin meluas ke beberapa sudut dalam posisi yang sangat mengkhawatirkan.
“Bisa jadi, kami para penumpang akan habis terpanggang karena panas api yang merambat dari bawah dek kapal sudah mulai dirasakan”. jelasnya dengan nada yang menyimpan traumatik mendalam.
Disisi lain, Junaidi juga secara tidak langsung, menyampaikan ekspresi pujian terhadap kesigapan para kru dan awak kapal “KMP Putri Yasmin” yang dinilainya patut diacungkan jempol karena telah berupaya maksimal sehingga sebagian besar penumpang dinyatakan selamat meski trauma masih merundung. Ach.S
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT