HARIANLOMBOK.Com- Kejaksaan Negeri Lombok Timur (Kejari Lotim) mencatat keberhasilan signifikan dalam memberantas korupsi sepanjang tahun 2025, menjelang peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia.
Kepala Kejari Lotim , Hendro Wasisto, menegaskan bahwa perjuangan melawan korupsi adalah demi kemakmuran rakyat dan perbaikan mendasar di masyarakat. Pada tahun ini, Kejari Lotim telah menuntaskan seluruh tunggakan kasus tindak pidana korupsi dari 2023 dan 2024.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
” Seperti Kasus Sumur Bor APBN yang melibatkan empat tersangka sudah diputuskan di pengadilan, sementara kasus-kasus lain seperti Kredit KUR BNI Cabang Sembalun dan Rehabilitasi Dermaga Labuan Haji sedang dalam tahap penuntutan dengan sejumlah tersangka aktif,” jelasnya.
Ia menambahkan, sepanjang Januari hingga Desember 2025, Kejari membuka tiga penyidikan baru dengan total 15 tersangka, termasuk kasus pengadaan alat TIK di Dinas Pendidikan dan Pengembangan kasus Kredit KUR untuk kelompok tani Mentaji Asri.
“Penyerahan tersangka rencananya akan dijadwalkan pada 10 Desember,” ungkapnya.
Selain fokus pada proses hukum, Kejari Lotim juga berhasil menyita dana sebesar hampir Rp2,9 miliar yang kini diamankan di rekening khusus, serta berusaha menagih uang pengganti lebih dari Rp43 miliar dari para terpidana sejak 2022, menyelamatkan sebagian besar keuangan negara.
Sementara, pada bidang pencegahan, Kejari aktif menggelar program Jaksa Masuk Sekolah, Jaksa Menyapa, dan Jaksa Garda Desa untuk meningkatkan kesadaran antikorupsi di masyarakat.
Selain itu ia juga akan memonitor dan mengamankan empat proyek strategis daerah dengan nilai anggaran lebih dari Rp270 miliar untuk menjamin transparansi dan integritas pembangunan di Lombok Timur.
Kejari Lombok Timur memperlihatkan bahwa penanganan korupsi tidak hanya soal hukuman, tetapi juga pemulihan aset dan edukasi masyarakat, demi mewujudkan Lombok Timur yang bebas dari korupsi dan bertumbuh sejahtera.















