Siswa SMP Dilarang Bawa Motor, Pemkab Lombok Timur Ditantang Siapkan Angkutan Pelajar

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lalu wisnu Pradipta : Jangan Hanya Melarang, Anak yang Tinggal Jauh dari Sekolah Harus Diberi Solusi

Lalu wisnu Pradipta : Jangan Hanya Melarang, Anak yang Tinggal Jauh dari Sekolah Harus Diberi Solusi

HARIANLOMBOK.Com- SELONG — Kebijakan melarang siswa SMP membawa dan mengendarai sepeda motor ke sekolah mendapat dukungan dari wali murid, salah satunya adalah lalu wisnu pradipta atau biasa di panggil pak wisnu . Namun, wisnu meminta Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tidak berhenti pada kebijakan larangan.

 

Pemerintah juga dinilai harus segera menyiapkan solusi transportasi bagi siswa yang tinggal jauh dari sekolah, terutama mereka yang berada di wilayah pedesaan dan pelosok yang belum memiliki angkutan umum memadai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Kalau anak SMP dilarang membawa motor karena alasan keselamatan, pertanyaannya sederhana, pemerintah menyediakan apa bagi anak-anak yang rumahnya jauh dari sekolah?” tegas pak wisnu.

 

Menurut pak wisnu, persoalan tersebut tidak bisa hanya dilihat sebagai masalah kedisiplinan siswa maupun orang tua. Di balik banyaknya siswa SMP yang menggunakan sepeda motor terdapat persoalan jarak sekolah, keterbatasan transportasi umum dan kondisi ekonomi keluarga.

 

Bagi siswa yang tinggal dekat sekolah, berjalan kaki atau bersepeda mungkin masih menjadi pilihan. Namun, kondisi berbeda dialami siswa yang harus menempuh perjalanan beberapa kilometer setiap hari.

 

“Jangan sampai kita hanya melihat motornya, tetapi tidak melihat mengapa anak itu menggunakan motor. Bisa jadi karena tidak ada kendaraan lain yang bisa membawanya ke sekolah,” ujarnya.

Baca Juga :  Respons Cepat Damkar Padamkan Kebakaran Akibat Korsleting Router di Simpang Empat Taman Rinjani Selong

 

Jangan Sampai Larangan Melahirkan Masalah Baru

 

Lalu Wisnu Pradipta menilai penegakan aturan lalu lintas terhadap anak harus tetap dilakukan. Anak SMP pada umumnya belum memenuhi usia untuk memperoleh SIM sepeda motor sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan. Namun, penegakan aturan tersebut harus dibarengi kebijakan transportasi yang berpihak kepada anak.

 

Menurut Pak wisnu, pemerintah daerah perlu melakukan pemetaan terhadap siswa yang tinggal jauh dari sekolah. Data tersebut meliputi jarak tempat tinggal siswa, kondisi jalan, ketersediaan angkutan umum serta jumlah siswa yang membutuhkan transportasi.

 

Hasil pemetaan kemudian menjadi dasar penyediaan angkutan pelajar.

 

“Jangan hanya periksa parkiran sekolah dan melarang anak membawa motor. Periksa juga jalan yang setiap hari mereka lalui untuk sampai ke sekolah. Di situlah kita bisa melihat persoalan sebenarnya,” katanya.

 

Pak wisnu mengusulkan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur membangun program angkutan pelajar aman, gratis atau bersubsidi bagi siswa yang tinggal jauh dari sekolah.

 

Program tersebut tidak harus menggunakan bus besar. Pemerintah dapat menggandeng angkutan umum lokal maupun penyedia transportasi yang memenuhi standar keselamatan.

 

Orang Tua Jangan Terus Disalahkan

 

Pak wisnu juga meminta pemerintah tidak terburu-buru menyalahkan orang tua yang memberikan sepeda motor kepada anaknya. Dalam banyak kasus, kata pak wisnu, keputusan tersebut muncul karena orang tua tidak memiliki pilihan transportasi lain.

Baca Juga :  Jaga Kondusipitas Warga, Kodim 1606 Mataram Tetap Tempatkan Anggota Dilokasi

 

“Orang tua tentu harus bertanggung jawab terhadap keselamatan anak. Tetapi pemerintah juga harus bertanggung jawab menyediakan sistem transportasi yang memungkinkan anak pergi ke sekolah dengan aman,” ujarnya.

 

Menurut pak wisnu , persoalan tersebut menjadi semakin kompleks bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Jika transportasi umum tidak tersedia, sementara sekolah berada jauh dari tempat tinggal, keluarga akhirnya berada dalam posisi sulit.

 

“Jangan sampai anak berada dalam situasi harus memilih antara melanggar aturan atau kesulitan mendapatkan pendidikan,” katanya.

 

Transportasi Pelajar Harus Inklusif

Pak wisnu juga mengingatkan pemerintah agar kebijakan transportasi pelajar tidak hanya memperhatikan siswa tanpa disabilitas.

 

Siswa penyandang disabilitas juga harus mendapatkan akses terhadap layanan transportasi tersebut.

 

Kendaraan, titik penjemputan dan lingkungan sekolah harus dirancang agar dapat digunakan oleh siswa dengan berbagai kondisi, termasuk pengguna kursi roda.

 

“Jangan sampai pemerintah mengatakan sudah menyediakan angkutan pelajar, tetapi ketika ada anak pengguna kursi roda justru tidak bisa naik. Aman saja tidak cukup. Harus aksesibel dan inklusif.”

 

Pemkab Jangan Menunggu Kecelakaan

 

Pak wisnu meminta Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan untuk membangun sistem transportasi pelajar.

Baca Juga :  Terima SK Ketua Karateker, Tamhid Segera Siapkan Musda KNPI Kota Mataram

 

Pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, kepolisian, pemerintah desa dan sekolah dinilai perlu duduk bersama menyusun peta kebutuhan transportasi pelajar.

 

Menurut pak wisnu , kebijakan tersebut harus dimulai dari wilayah yang paling membutuhkan.

 

“Kalau ada desa yang puluhan anaknya setiap hari harus menempuh perjalanan jauh menuju sekolah dan tidak ada angkutan umum, wilayah itu harus menjadi prioritas,” katanya.

 

Pak wisnu menegaskan bahwa pihaknya tidak sedang memperjuangkan agar siswa SMP diperbolehkan membawa sepeda motor. Sebaliknya, mendukung keselamatan dan penegakan aturan lalu lintas. Namun, kebijakan tersebut dinilai tidak boleh berhenti pada larangan.

 

“Kami mendukung SMP bebas pengendara motor. Tetapi kami juga menuntut Pemkab Lombok Timur menghadirkan angkutan pelajar yang aman, terjangkau dan inklusif,” tegas pak wisnu.

 

Sebab, menurut pak wisnu, keberhasilan kebijakan bukan hanya diukur dari berkurangnya siswa yang membawa sepeda motor ke sekolah. Lebih dari itu, pemerintah harus mampu memastikan anak-anak tetap dapat berangkat dan pulang sekolah dengan aman.

 

“Jangan hanya bertanya berapa anak yang membawa motor. Pemerintah juga harus menjawab berapa anak yang tidak punya pilihan transportasi untuk pergi ke sekolah,” pungkasnya.

Berita Terkait

Sadar Lingkungan Bersih, SIMBAR Ajak Pokdarwis Bersihkan Sampah Pantai Cemare
Kepala Dinas Dukcapil Lombok Timur: Pencapaian IKD Sudah 11,17% dari Target 15%
Revitalisasi Sekolah di Lotim Bertambah, Data Dapodik Jadi Acuan
Layanan Pengukuran Terjadwal Diluncurkan, Masyarakat Dapat Kepastian Waktu Pengukuran Tanah
Indikasi Korupsi Dana Hibah Pilkada Lombok Barat 2024, Naik Tingkat Penyidikan Kejari Mataram 
Jalan Sehat dan Karnaval Budaya Nusantara Ramaikan HUT RI ke 81 dan HUT Desa Jagaraga Ke 76
Hari Ketiga Pencarian Korban KMP Putri Yasmin, Tim SAR gabungan Kerahkan Tiga SRU
Asap Mengepul Dari Sebuah Mobil Box, Di Tengarai Pemicu Kebakaran KMP Putri Yasmin 
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 08:33 WIB

Siswa SMP Dilarang Bawa Motor, Pemkab Lombok Timur Ditantang Siapkan Angkutan Pelajar

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:11 WIB

Sadar Lingkungan Bersih, SIMBAR Ajak Pokdarwis Bersihkan Sampah Pantai Cemare

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:39 WIB

Kepala Dinas Dukcapil Lombok Timur: Pencapaian IKD Sudah 11,17% dari Target 15%

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Revitalisasi Sekolah di Lotim Bertambah, Data Dapodik Jadi Acuan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:37 WIB

Indikasi Korupsi Dana Hibah Pilkada Lombok Barat 2024, Naik Tingkat Penyidikan Kejari Mataram 

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:20 WIB

Jalan Sehat dan Karnaval Budaya Nusantara Ramaikan HUT RI ke 81 dan HUT Desa Jagaraga Ke 76

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Hari Ketiga Pencarian Korban KMP Putri Yasmin, Tim SAR gabungan Kerahkan Tiga SRU

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:53 WIB

Asap Mengepul Dari Sebuah Mobil Box, Di Tengarai Pemicu Kebakaran KMP Putri Yasmin 

Berita Terbaru

Sekretaris Dikbud Lotim L. Bayan Purwadi, S.Sos

Lombok Timur

Revitalisasi Sekolah di Lotim Bertambah, Data Dapodik Jadi Acuan

Rabu, 26 Agu 2026 - 12:40 WIB