MATARAM – Migrant CARE NTB menyelenggarakan pelatihan administrasi keuangan berbasis aplikasi sederhana bagi koperasi dan pelaku usaha produktif purna pekerja migran beserta anggota keluarganya, pada Senin (31/07/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil pendampingan yang telah dilakukan Migrant CARE terhadap koperasi dan UMKM yang tersebar di 13 desa dampingan.
Baiq Halwati Koordinator Migrant CARE NTB, menjelaskan bahwa dari 13 desa tersebut, sembilan desa telah aktif menjalankan sistem simpan pinjam, dua desa baru saja bergabung, dan satu koperasi konsumen telah melayani banyak anggota di Gerunung serta desa-desa sekitar.
Meski perkembangan yang dicapai cukup positif, masih terdapat kendala mendasar: sistem pencatatan keuangan yang selama ini berjalan masih dilakukan secara manual. Hal ini kerap menimbulkan hambatan terkait transparansi dan akurasi laporan keuangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jika kita ingin maju, maka komitmen dan transparansi dalam pengelolaan serta manajemen usaha harus dikedepankan,” ujar Halwati.
Lebih lanjut, Halwati menerangkan bahwa di tengah kemajuan dunia digital saat ini, pelatihan ini diharapkan mampu membangun profesionalisme para pengurus koperasi dan kelompok Desbumi dalam mengelola keuangan.
“Transformasi digital sangat penting untuk meningkatkan efisiensi operasional, transparansi keuangan, sekaligus memperluas akses pasar,” tegasnya.
Pelatihan ini diselenggarakan dengan empat tujuan utama: membangun sistem pembukuan sederhana yang sesuai dengan standar pelaporan, mengoptimalkan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan koperasi serta UMKM di lingkungan kelompok Desbumi, menyusun standarisasi pelaporan agar seluruh kelompok lebih terkoordinasi, serta membekali para bendahara agar mampu mengaplikasikan sistem pembukuan berbasis aplikasi di kelompok masing-masing.
Peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari seluruh bendahara kelompok Desbumi serta dua pengurus Koperasi Cerah Ceria Migran. Seluruh proses pelatihan difasilitasi langsung oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Lombok Tengah.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan koperasi dan UMKM purna PMI semakin mahir dan canggih dalam mengelola keuangan, sekaligus semakin memperkuat peran mereka sebagai motor penggerak perekonomian di tingkat desa.(*)















