Tegas, TGH. Muhlis Ibrahim Berikan Deadline  3×24 Jam Kepada TV One Untuk Datang Minta Maaf

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tegas..!!! Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat, Berikan Dead line  3×24 Jam Kepada TV One Untuk Datang Minta Maaf.

LOMBOK BARAT – Kita berkumpul disini dalam arahan terkait informasi visual sebuah tayangan pemberitaan pembakaran santri disalah satu pesantren yang diberitakan di tvone dengan memakai video latar belakang Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat.

Padahal lokasi kasus kejadian kekerasan terhadap santri tersebut tidak pernah terjadi disini.

Pernyataan tersebut disampaikan pimpinan pondok pesantren Al-Ishlahuddin TGH. Muhlis Ibrahim dihadapan para alumni yang datang dari berbagai pelosok wilayah pulau Lombok, pada Jum’at (17/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengingat desakan dari Ratusan Ribu santri yang merasa dizolimi tempat menuntut mengaji dan menuntut ilmu, Tgh. Muhlis menyatakan dengan tegas memberikan date line waktu 3×24 jam kepada pihak TV One untuk datang menyampaikan permohonan maaf kepondok pesantren yang disaksikan oleh para Tuan Guru, ulama, para tokoh-tokoh alumni, jemaah serta para santri putra dan putri di Pondok Pesantren Al-Ishlahuddin Kediri Lombok Barat.

Baca Juga :  SAR Mataram Lakukan Pencarian Korban Hanyut Di Jalur Air Terjun Tibu Ijo

Dihadapan para tokoh-tokoh dan Ribuan alumni  yang datang, Beliau menegaskan bahwa tidak ada yang tidak merasa sakit hati atas ulah tayangan berita TV One ini, sebab sangat menyinggung perasaan para alumni yang selama ini begitu kukuh menjaga sopan santun dan adab sesuai ajaran para guru/ulama yang membangun dan membesarkan pondok pesantren Al-Ishlahuddin.

Visual berita tersebut menurutnya dinilai menyesatkan dan menempatkan Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny pada posisi seolah kejadian kekerasan terhadap santri tersebut terjadi disini.

Padahal, selama ini pondok pesantren Al-Ishlahuddiny tidak pernah ada kejadian kekerasan terhadap para santri yang belajar ilmu agama sejak pondok pesantren ini berdiri hingga saat ini.

Baca Juga :  Kasrem Korem 263/WB : TMMD ke-126/2025 Wujud Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Maka wajar jika para alumni dari berbagai pelosok wilayah pulau Lombok hari ini datang menuntut agar media televisi nasional yang dikenal cukup besar ini tidak kompeten dan tidak professional dalam menyajikan berita sebab telah menimbulkan keresahan dikalangan para alumni yang sudah menjadi para tokoh-tokoh besar dan memahami aturan sajian dalam sebuah pemberitaan.

Mereka merasa sangat terusik lantaran berita itu dianggap menyudutkan posisi lembaga pendidikan tempat mereka menimba ilmu dengan segudang reputasi melahirkan para lulusan yang dibekali dengan adab sesuai tuntunan kitab-kitab pelajaran ilmu Islam.

“Kami memahami posisi media ini, akan tetapi, kita tidak sangat sulit membendung amarah emosi mereka sebab TV One dinilai telah melecehkan nilai-nilai kesantrian di pondok pesantren Al-Ishlahuddin Kediri Lombok Barat ini,” pungkas TGH. Muhlis.

Baca Juga :  Hadir Sebagai Pemateri, Kasrem Korem 162/WB, Berinteraksi Langsung Dengan Mahasiswa Baru Unram

Sebelumnya terlihat sejumlah perwakilan alumni yang datang dari masing-masing kabupaten Kota se-pulau Lombok menyampaikan orasi secara bergiliran.

Pada intinya mereka mengancam akan menduduki kantor perwakilan TVOne yang ada dimataram, para perwakilan ini mendesak agar pimpinan atau direktur TV One datang kepondok pesantren Al-Ishlahuddin untuk menyampaikan permohonan maaf dihadapan para ulama dan seluruh alumni dan para santri putra dan putri.

Bahkan mereka menyatakan siap menyerahkan nyawa demi membela nama besar almamater Al-Ishlahuddin, sebab para guru dan pendiri pondok pesantren ini adalah orang-orang besar dengan keilmuan yang tinggi yang layak dijaga nama baiknya sampai kapanpun. ***

Penulis : Ach. Sahib

Berita Terkait

Kisah Zia, Siswi MTs di Lombok Timur yang Bertahan Hidup dari Upah Buruh Cuci
Satu Penumpang Dinyatakan Meninggal, KMP Putri Yasmin Terbakar Diperairan Sekotong 
Integrasi Data dan Kepastian Waktu, ATR/BPN Pangkas Celah Penyalahgunaan Sertifikat
Kualitas SDM Prioritas ATR/BPN saat Buka Ujian PPAT 2026 dengan 7.886 Pendaftar
Pasca OTT Bupati Lombok Barat, Komisi Pemberantasan Korupsi Mulai Intensifkan Penyidikan
Presedium FPII : Labeli “Londo Ireng Pada Insan Pers”, Membuka Fakta Bahwa Prabowo Negarawan Tak Berbobot
Sebut wartawan Londo Ireng, PWO IN Anggap Prabowo Ngomongan Orang Keblinger
Usai Geledah Kantor Bupati Lombok Barat, Tim KPK Datangi Dinas PUPR dan Pendopo Bupati
Berita ini 200 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:44 WIB

Kisah Zia, Siswi MTs di Lombok Timur yang Bertahan Hidup dari Upah Buruh Cuci

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:39 WIB

Satu Penumpang Dinyatakan Meninggal, KMP Putri Yasmin Terbakar Diperairan Sekotong 

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:45 WIB

Integrasi Data dan Kepastian Waktu, ATR/BPN Pangkas Celah Penyalahgunaan Sertifikat

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:39 WIB

Kualitas SDM Prioritas ATR/BPN saat Buka Ujian PPAT 2026 dengan 7.886 Pendaftar

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:33 WIB

Pasca OTT Bupati Lombok Barat, Komisi Pemberantasan Korupsi Mulai Intensifkan Penyidikan

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:29 WIB

Presedium FPII : Labeli “Londo Ireng Pada Insan Pers”, Membuka Fakta Bahwa Prabowo Negarawan Tak Berbobot

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:50 WIB

Sebut wartawan Londo Ireng, PWO IN Anggap Prabowo Ngomongan Orang Keblinger

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:56 WIB

Usai Geledah Kantor Bupati Lombok Barat, Tim KPK Datangi Dinas PUPR dan Pendopo Bupati

Berita Terbaru