DPRD Lotim Desak Evaluasi Dugaan Pelayanan Tidak Profesional di RSUD Selong

- Jurnalis

Rabu, 4 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Lombok Timur, Muhamad Yusri, A. Md, Kep. (Foto: Lombokini.com/Dok. Pribadi).

Ketua DPRD Lombok Timur, Muhamad Yusri, A. Md, Kep. (Foto: Lombokini.com/Dok. Pribadi).

LOMBOK TIMUR – Ketua DPRD Lombok Timur Muhammad Yusri mendesak Dinas Kesehatan Lombok Timur menindaklanjuti dugaan malpelayanan di RSUD dr. R. Soedjono Selong. Permintaan ini disampaikan setelah pengaduan masyarakat viral melalui surat terbuka.

Keluarga pasien telah melayangkan pengaduan resmi kepada: Bupati Lombok Timur, Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong, Dokter penanggung jawab pasien, Dinas Kesehatan Lombok Timur dan DPRD Lombok Timur serta Ombudsman NTB

“Dinkes harus segera tindak lanjuti laporan ini dan perbaiki sistem pelayanan,” tegas Yusri kepada media, Rabu 4 Juni 2025. Ia menekankan perlunya sikap ramah tenaga kesehatan untuk pelayanan optimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, ia meminta Dinkes mempertemukan direktur RSUD, dokter terkait, dan keluarga pasien untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

“Jika pengaduan terbukti benar, Dinkes wajib segera memperbaiki sistem pelayanan,” tegas politisi Gerindra ini.

Yusri mengapresiasi keberanian keluarga pasien yang melaporkan kejadian ini. “Kita perlu menghargai laporan ini dan menjadikannya bahan evaluasi perbaikan layanan,” ujarnya.

Baca Juga :  Yusri Ketua DPRD Lotim Ikuti Retret Nasional di Akmil Magelang, Perkuat Wawasan Kebangsaan

Namun, ia menyayangkan insiden ini terjadi justru ketika RSUD sedang berupaya meningkatkan kualitas layanan. “Kami akan meminta penjelasan lengkap dari pihak rumah sakit,” tambahnya.

Lebih jauh, Yusri mendesak Pemerintah Daerah, khususnya Bupati H. Haerul Warisin dan Wakil Bupati HM Edwin Hadiwijaya, untuk memastikan kebijakan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas.

Dia menegaskan bahwa pemenuhan hak kesehatan masyarakat, terutama warga kurang mampu, harus sesuai dengan visi Lotim SMART.

“Kami mendorong implementasi kebijakan nyata dan koordinasi intensif guna mewujudkan layanan kesehatan bermutu,” tegas Yusri.

Dia juga menambahkan bahwa Dinkes harus memastikan evaluasi kinerja RSUD benar-benar menjamin kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Kronologi kejadian bermula ketika Muhammad Ali mengantarkan anaknya ke RSUD Selong pada Senin (2/6/2025) untuk pemeriksaan kesehatan persyaratan magang luar negeri. Hasil laboratorium menunjukkan reaktif Hepatitis B, sesuai diagnosis sebelumnya di Mataram.

Baca Juga :  Langkah Nyata Kodim 1615/Lotim Dalam Upaya Mendukung Perkembangan Pariwisata

Ketegangan muncul saat Ali meminta penjelasan lebih rinci kepada oknum dokter spesialis penyakit dalam. “Dokter berbicara dengan nada tinggi, ‘Tidak ada obatnya dan tidak bisa diobati,’ sambil bersikap tidak profesional,” ungkap Ali.

Ia melanjutkan, dokter kemudian berdiri dengan gestur mengintimidasi. “Saat kami keluar ruangan, terdengar suara benda terbanting. Kami merasa terkejut, bingung, dan terhina,” tutur Ali menceritakan pengalamannya.

Keluarga pasien juga mempublikasikan surat terbuka melalui akun Facebook pribadi Muhammad Alie.

Berikut isi surat tersebut yang viral di media sosial:

SURAT TERBUKA UNTUK LOMBOK TIMUR

Hari ini saya mengalami langsung wajah buram layanan publik di RSUD dr. R. Soejono Selong. Anak saya, yang hendak mengikuti program magang luar negeri, harus menjalani pemeriksaan kesehatan secara mandiri karena tidak ditanggung BPJS.

Kami datang sebagai pasien umum, dan pemeriksaan awal berjalan lancar, hingga hasil lab menunjukkan reaktif Hepatitis B.

Baca Juga :  DPRD Lotim Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447 H

Sebagai orang tua, saya ingin tahu tindakan medis lanjutan. Tapi respons dokter sangat mengejutkan. ketus, dingin, dan tanpa empati. Bahkan saat saya mempertanyakan perbedaan sikap beliau ketika praktik di rumah sakit swasta miliknya, saya justru dibentak dan ditantang.

Ini bukan soal saya semata. Beberapa tenaga medis yang saya temui mengatakan, “Orangnya memang begitu.” Lantas, berapa banyak pasien yang mungkin sudah menjadi korban tapi memilih diam?

Saya menulis ini untuk mendesak:

  1. Bupati & Direktur RSUD meninjau ulang sistem pengawasan;
  2. Dikes & DPRD melakukan evaluasi        menyeluruh, terutama soal konflik kepentingan dokter PNS yang juga punya RS swasta;
  3. Ombudsman turun tangan agar kejadian serupa tak terulang.

Pelayanan kesehatan adalah ruang kemanusiaan. Dan tanpa empati, ruang itu menjadi tempat yang menakutkan, bukan menyembuhkan. ***

Berita Terkait

Dari Latihan Militer ke Pelayanan Publik: Wamen Ossy Harap ASN Komcad Terapkan Nilai Disiplin dan Empati
Pancasila sebagai Fondasi Perdamaian Dunia, Tema Peringatan Harlah 2026 di ATR/BPN
Polres Lombok Timur Tegaskan Penindakan Lalu Lintas Bersifat Rutin dan Dinamis, Bukan Operasi Terpusat
Hindari Kesalahan Administrasi Tanah, Ketahui Fungsi Pengecekan Sertipikat dan SKPT
50% Tanah Terdaftar, Sulteng Tunjukkan Pertumbuhan Pesat di Sektor Pertanahan
Percepatan Infrastruktur Pantura Jawa, ATR/BPN Fokus pada Tata Ruang dan KKPR
5 Menit Jadi, Kisah Suparmi Kagum Urus Roya Tanah di Semarang
Silaturahmi di Pesantren Az-Zahra: Menteri ATR Beri Apresiasi Sertipikat Digital Ustaz Somad
Berita ini 79 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:00 WIB

Dari Latihan Militer ke Pelayanan Publik: Wamen Ossy Harap ASN Komcad Terapkan Nilai Disiplin dan Empati

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:54 WIB

Pancasila sebagai Fondasi Perdamaian Dunia, Tema Peringatan Harlah 2026 di ATR/BPN

Senin, 25 Mei 2026 - 11:53 WIB

Polres Lombok Timur Tegaskan Penindakan Lalu Lintas Bersifat Rutin dan Dinamis, Bukan Operasi Terpusat

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:26 WIB

Hindari Kesalahan Administrasi Tanah, Ketahui Fungsi Pengecekan Sertipikat dan SKPT

Senin, 11 Mei 2026 - 17:04 WIB

50% Tanah Terdaftar, Sulteng Tunjukkan Pertumbuhan Pesat di Sektor Pertanahan

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:22 WIB

Percepatan Infrastruktur Pantura Jawa, ATR/BPN Fokus pada Tata Ruang dan KKPR

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:41 WIB

5 Menit Jadi, Kisah Suparmi Kagum Urus Roya Tanah di Semarang

Kamis, 30 April 2026 - 08:55 WIB

Silaturahmi di Pesantren Az-Zahra: Menteri ATR Beri Apresiasi Sertipikat Digital Ustaz Somad

Berita Terbaru