Stop Politik Adu Domba dan Balas Dendam

- Jurnalis

Kamis, 21 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Ozzy S.Sudiro

 

Harianlombok.com – Selama dua dekade rezim, orde-lama dan orde-baru, kita sebagai bangsa “Indonesia” telah sepakat dan terikat janji suci oleh sebuah prasasti yaitu “Bhineka Tunggal Ika” berbeda-beda tapi tetap satu…dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia..NKRI dan itu harga mati…!!!

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jarang sekali terdengar “KITA” diributkan oleh persoalan SARA, andaipun ada ? namun tensinya terkendali.

Sebagai contoh, banyak sekali kita temukan diantaranya adanya perkawinan yang berbeda keyakinan dan agama, “itupun terjadi” tidak membedakan Suku, etnis, ras dan agama, dengan kata lain, begitu kuatnya toleransi, terajut rasa simpati dan empati, adab dan adat, kultur yang kokoh terbangun untuk INDONESIA.

Mereka hidup baik-baik saja, rukun damai, saling hormat-menghormati dan tentu saling menghargai sebagai anak bangsa, itu fakta.

Pengalaman telah mengajarkan kita bangkit dari keterpurukan bangsa ini, maka bercerminlah pada tragedi besar pra-kemerdeka’an yaitu “zaman kolonial” maupun pasca kemerdekaan “G30S.PKI” alias kebiadaban Komunis.

Seharusnya ini menjadi catatan berharga, pelajaran dan sekaligus pengalaman pahit yang harus kita tanamkan kepada anak cucu kita, selalu terpatri dalam jiwa hati -sanubari atas peristiwa kelam, untuk menjadi bangsa yang besar yang berdaulat.

Baca Juga :  Kasad Motivasi Prajurit Korem 162/WB: TNI untuk Rakyat, Disiplin dan Pengabdian Sejati

Tidak sedikit bangsa ini telah banyak melahirkan tokoh, orang-orang besar ? Namun hanya sedikit yang berfikir dan berjiwa besar. mereka “baper” bawa-persa’an dan rakus. mencoba memutarbalikan fakta atas stigma yang melekat untuk merehabilitasi sejarah.

Mereka hanya memikirkan syahwat kekuasa’an, dan hanya memeperjuangkan kelompoknya dengan Politik balas dendam dan adu domba, sebagai bentuk overkonpensasi atas peristiwa dimasa-lalu.

Seharusnya kita jadikan sebagai “pil pahit” pelajaran perjalanan berharga bangsa ini, bukan beringas tanpa sadar menjadi jongos dan penghianat, dengan menjual keringat, darah dan air mata atas penderita’an saudaranya sendiri, untuk kepentingan para bedebah dan kurcaci, yaitu para kapitalis bermental komunis dan kolonialis alumnus penjajah.

Mari kita sadar dengan tujuan yang benar, bangkit dari keterpurukan, tidak ada kata lain “Bersatu kita teguh, bercerai bangsa ini runtuh”.

Kita sepakat bahwa segala Perbedaan yang ada pada bangsa kita, justru seharusnya menjadi kekuatan, merupakan khasanah kekayaan dan sebuah anugerah tuhan yang maha kuasa untuk bangsa indonesia.

Baca Juga :  Ali BD Dukung Sitti Rohmi Jadi Calon Gubernur NTB

Adat istiadat warisan para leluhur, yang memiliki harapan dan cita-cita yaitu Indonesia Gemah Ripah Loh Jinawi, Toto Tentrem Kerto Raharjo. Adalah negeri yang memiliki kekeayaan alam berlimpah, aman dan tentrem.
Ingat, dan selalu, sejak zaman Pra-kemerdekaan “kolonial” hingga Pasca-kemerdekaan, Hanya jiwa komunislah dan mental kolonialis yang hanya mampu memecah belah bangsa ini, itupun juga fakta sejarah.

Sebagai antitesa, lalu pertanyaan besarnya, kok belakangan ini kita sebagai anak bangsa, kita merasa tidak nyaman tinggal dan hidup dirumahnya sendiri, ada apa negriku..??? kita saling caci-maki, saling buli, fitnah dengan sumpah serapah hingga emosi tak terkendali.

Justru Hari ini NKRI tercabik-cabik dan berkeping-keping..kita disibukan oleh perbeda’an-perbeda’an itu..dan sudah terpolarisasi oleh Ego sentris dan Etno sentris secara masif.

Seharusnya kita sadar dengan tujuan yang benar, kembali kepada jadi diri bangsa..yang selama ini merupakan kekuatan bangsa ini, yaitu Indonesiaku tercinta, dengan khasanah kekayaan kita sebagai bangsa yang berbudi luhur penuh tafakur.

Saling hormat-menghormati dan menghargai, santun dalam berbahasa, tolong menolong, gotong royong, urun rembug dalam menyelesaikan segala permasalahan, dan selalu memelihara cinta dan kasih terhadap sesama anak bangsa tanpa syarat.

Baca Juga :  Tim Kemanusiaan RH Bagikan Kursi Roda Gratis Bagi Penderita Lumpuh dan Janda Tua di Lombok Timur

Mari kita cari akar sumber kegaduhan yang memecah-belah bangsa ini..jangan terpolarisasi oleh ego sektoral barbasis SARA dengan politik balas dendam, adu domba sesama anak bangsa, cari sumber dalangnya.

Sejarah telah mencatat bahwa musuh terbesar bangsa ini, bukanlah saudara kita sebangsa dan setanah air. Melainkan musuh terbesar kita bersama adalah MENTERNAK KEBODOHAN yang dipelihara, menjadi mental jongos dan penghianat bangsa yang mau diadu-domba oleh komunis dan kolonialis alumnus penjajah.

“Perdebatan terjadi, karna cara pandang kita yang berbeda dalam melihat persoalan, dan perbedaan bukan cermin permusuhan untuk sebuah proses demokrasi yang sehat”.

Jangan biarkan IBU PERTIWI menangis meratapi anak negeri.

Jangan tenggelam oleh penghianatan NURANI.. sebelum stroke dan gagal jantung menanti.

Semoga..Semoga..Semoga kita slalu diberi kekuatan dan kesabaran, kesehatan lahir bhatin..ditengah ancaman Global, politik, ekonomi, kesehatan dan sakit jiwa.

Merdeka…Merdeka..Merdeka.

 

Penulis adalah Ketum KWRI/Sekjen Mejelis Pers

Berita Terkait

Pendaki Rinjani Cedera Di Bukit Pegangsingan, Tim SAR Gabungan Bergerak Evakuasi
Musa Bersama Bali United Mataram, Wakili NTB Di Ajang Sepak Bola Nasional
Dengan Prinsip Trilogi, Nurdin Siap Membangun Desa Gapuk Berkesinambungan 
Matangkan Kesiapan Pengamanan dan Evakuasi MotoGP 2026, Korem 162/WB Paparan Sistem Tactical Floor Game
Kodam XXX/Rinambora Resmi Terbentuk, Presiden Prabowo Tunjuk Mayjen Edi Saputra Sebagai Pangdam Pertama
KPK Ringkus Tersangka Dugaan Pemerasan Di Pemkab Bolaang Mongondow Utara
Senggigi Sunset Show Terobosan Baru, Meramaikan Pusat Central Pariwasata NTB
Hasbi Kades Kuripan’ Induk: Visi Misi Hanya Retorika, Masyarakat Menunggu Ekspektasi
Berita ini 86 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Pendaki Rinjani Cedera Di Bukit Pegangsingan, Tim SAR Gabungan Bergerak Evakuasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Musa Bersama Bali United Mataram, Wakili NTB Di Ajang Sepak Bola Nasional

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Dengan Prinsip Trilogi, Nurdin Siap Membangun Desa Gapuk Berkesinambungan 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Matangkan Kesiapan Pengamanan dan Evakuasi MotoGP 2026, Korem 162/WB Paparan Sistem Tactical Floor Game

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Kodam XXX/Rinambora Resmi Terbentuk, Presiden Prabowo Tunjuk Mayjen Edi Saputra Sebagai Pangdam Pertama

Kamis, 24 September 2026 - 13:10 WIB

KPK Ringkus Tersangka Dugaan Pemerasan Di Pemkab Bolaang Mongondow Utara

Senin, 21 September 2026 - 10:03 WIB

Senggigi Sunset Show Terobosan Baru, Meramaikan Pusat Central Pariwasata NTB

Rabu, 16 September 2026 - 14:26 WIB

Hasbi Kades Kuripan’ Induk: Visi Misi Hanya Retorika, Masyarakat Menunggu Ekspektasi

Berita Terbaru