Mengenal Dwi Wahyudi, Jenius Finansial Tersandung 11,7 T

- Jurnalis

Rabu, 5 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setelah berkenalan dengan koruptor elite di tubuh Pertamina, yok kenalan lagi salah satu sang jenius finansial yang ikut menggarong uang rakyat. Kali ini bukan di melainkan di Lembaga Ekspor Indonesia baga yang penuh rayuan

Wahyudi. Nama yang Bagikahangar gagah di dunia Dia Direktur Pelaksan I LPEI. Lulusan Universitas Airlangga. Gelar MBA dari Oklahoma City University. Seseorang yang, di atas kertas, adalah jenius finansial. Orang yang seharusnya menjaga aliran dana negara, memastikan pembiayaan ekspor berjalan mulus, mengantarkan Indonesia ke masa deparvekonomi yang gemilang.

Sayangnya, alih-alih menjadi pahlawan ekspor, Dwi Wahyudi memilih peran antagonis dalam drama keuangan negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebanyak Rp 988,5 miliar, hampir satu triliun rupiah, lenyap akibat kebijakan kredit yang absurd. Duit rakyat, duit pajak, duit yang seharusnya membangun sekolah, rumah sakit, jembatan, atau setidaknya menambal jalanan bolong di depan rumah. Uang itu malah diberikan kepada PT Petro Energy, sebuah perusahaan yang, kalau diibaratkan manusia, kondisinya lebih parah dari pasien Keuangan mereka lebih mirip peringatan merah daripada laporan bisnis yang sehat. Dengan current ratio di bawah 1, tepatnya 0,86, sudah jelas perusahaan ini tidak layak mendapatkan pinjaman sepeser pun.

Baca Juga :  Polisi Tahan Pelaku Pengerusakan Rumah Warga di Desa Sepit 

Tapi, entah bagaimana, mereka tetap mendapat kredit dalam tiga termin. Tanpa inspeksi jaminan, tanpa evaluasi mendalam, tanpa ragu. Seakan-akan ini bukan duit negara. Seakan-akan ini warisan keluarga. Seakan-akan mereka adalah penguasa absolut yang bisa membagi-bagikan triliunan rupiah seperti uang jajan.

Seperti yang sudah bisa ditebak oleh siapa saja yang masih waras, PT Petro Energy gagal membayar. Utang menumpuk. Kerugian negara pun melesat, dari ratusan miliar menjadi Rp 11,7 triliun. Ya, triliun. Jumlah yang cukup untuk membangun ratusan rumah sakit, membiayai pendidikan ribuan anak, atau memberikan subsidi listrik selama bertahun-tahun. Tapi, semua itu lenyap begitu saja, masuk ke kantong para pencoleng berdasi yang tersenyum lebar di balik meja direksi.

Baca Juga :  Antisipasi Keamanan Jelang HUT RI Ke - 78 Satgas Yonif 122/TS Laksanakan Giat Sweeping

Dwi Wahyudi tidak sendirian. Seperti perampokan besar yang membutuhkan komplotan andal, ia ditemani oleh empat nama lain yang kini juga berstatus tersangka. Arif Setiawan, Direktur Pelaksana IV LPEI, yang seharusnya menjaga agar kebijakan kredit tetap sehat, malah ikut berkonspirasi dalam drama penggembosan negara. Jimmy Masrin, Presiden Direktur PT Caturkarsa Megatunggal sekaligus Komisaris Utama PT Petro Energy, yang berada di balik layar pergerakan dana haram ini. Newin Nugroho, Direktur Utama PT Petro Energy, yang menikmati aliran dana tanpa beban. Susi Mira Dewi Sugiarta, Direktur Keuangan PT Petro Energy, yang ikut memuluskan transaksi ajaib ini.

Modus mereka sangat khas. Klise. Basi. Tapi, entah kenapa, selalu berhasil. Kredit dicairkan tanpa inspeksi jaminan. Kontrak palsu dijadikan dasar pengajuan kredit. Pembayaran tersendat, tapi tetap diberi pinjaman tambahan. Seakan-akan ini adalah sirkus, bukan lembaga keuangan negara. Seakan-akan hukum hanya berlaku bagi rakyat kecil, sementara para pejabat bisa berakrobat seenaknya.

Baca Juga :  Tergulung Ombak, Nelayan di Lombok Timur Hilang Saat Melaut

Kini, para tersangka mulai menikmati babak baru dalam hidup mereka. Dulu, mereka duduk di ruang rapat ber-AC, menyesap kopi mahal sambil berbicara tentang “pembangunan ekonomi nasional.” Sekarang, mereka duduk di ruang interogasi, menjawab pertanyaan penyidik dengan wajah yang tiba-tiba penuh penyesalan.

Mari kita berikan penghormatan terakhir untuk Dwi Wahyudi dan kawan-kawan. Mereka telah berhasil membuktikan satu hal, bahwa kecerdasan akademik, jabatan tinggi, dan kepercayaan negara tidak ada artinya kalau moral sudah busuk dari akarnya. Kini, dari direktur pelaksana, mereka resmi menjadi pelaksana hukuman. Selamat menikmati babak baru di balik jeruji. Jangan lupa ajak teman-teman lain yang masih berkeliaran di luar sana.

#camanewak

Sumber Akun :

Rosadi Jamani Ketua Satupena Kalbar

Berita Terkait

Musa Bersama Bali United Mataram, Wakili NTB Di Ajang Sepak Bola Nasional
Polresta Mataram Sisir Lokasi Sabung Ayam Usai Terima Aduan Warga
Matangkan Kesiapan Pengamanan dan Evakuasi MotoGP 2026, Korem 162/WB Paparan Sistem Tactical Floor Game
Kodam XXX/Rinambora Resmi Terbentuk, Presiden Prabowo Tunjuk Mayjen Edi Saputra Sebagai Pangdam Pertama
Konstatering Laham Samota, Kuasa Hukum Sri Marjuni Beberkan Perbedaan Batas dan Letak Objek 
KPK Ringkus Tersangka Dugaan Pemerasan Di Pemkab Bolaang Mongondow Utara
Senggigi Sunset Show Terobosan Baru, Meramaikan Pusat Central Pariwasata NTB
Alami Kecelakaan, Pendaki Rinjani Asal Cina Di Evakuasi Tim SAR Gabungan
Berita ini 231 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Musa Bersama Bali United Mataram, Wakili NTB Di Ajang Sepak Bola Nasional

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Matangkan Kesiapan Pengamanan dan Evakuasi MotoGP 2026, Korem 162/WB Paparan Sistem Tactical Floor Game

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Kodam XXX/Rinambora Resmi Terbentuk, Presiden Prabowo Tunjuk Mayjen Edi Saputra Sebagai Pangdam Pertama

Rabu, 30 September 2026 - 17:17 WIB

Konstatering Laham Samota, Kuasa Hukum Sri Marjuni Beberkan Perbedaan Batas dan Letak Objek 

Kamis, 24 September 2026 - 13:10 WIB

KPK Ringkus Tersangka Dugaan Pemerasan Di Pemkab Bolaang Mongondow Utara

Senin, 21 September 2026 - 10:03 WIB

Senggigi Sunset Show Terobosan Baru, Meramaikan Pusat Central Pariwasata NTB

Selasa, 15 September 2026 - 20:52 WIB

Alami Kecelakaan, Pendaki Rinjani Asal Cina Di Evakuasi Tim SAR Gabungan

Selasa, 15 September 2026 - 11:37 WIB

Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid-19, di Mana Tanggung Jawab Negara?

Berita Terbaru

Advertorial

Taufik Hidayatullah S.P. Calon Kepala Desa Lantan

Kamis, 15 Okt 2026 - 12:01 WIB