LSM Garuda Indonesia Pertanyakan Penanganan Kasus Kematian Pasien di RSUD Patuh Karya

- Jurnalis

Senin, 11 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LSM Garuda Indonesia Pertanyakan Penanganan Kasus Kematian Pasien di RSUD Patuh Karya Keruak. (Foto: Harian Lombok).

LSM Garuda Indonesia Pertanyakan Penanganan Kasus Kematian Pasien di RSUD Patuh Karya Keruak. (Foto: Harian Lombok).

HARIAN LOMBOK – Direktur LSM Garuda Indonesia, M. Zaini, melayangkan surat mempertanyakan kepada pihak RSUD Patuh Karya Keruak atas kasus pasien bernama Genek, yang meninggal dunia setelah diduga tidak mendapatkan penanganan medis yang memadai.

Genek, seorang perempuan kelahiran Jelok Buso, 1 Oktober 1978, yang berdomisili di Dusun Erot, Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, dilarikan ke RSUD Patuh Karya pada selasa, 5 November 2024, sekitar pukul 01.00 dini hari.

Menurut laporan keluarga dan saksi, pasien tersebut berada di RSUD Patuh Karya hingga pukul 18.00 Wita, namun tidak mendapat tindakan medis yang memadai. Sebelumnya di informasikan akan di lakukan operasi dan pasien disuruh menunggu giliran operasi. Namun setelah seharian menunggu pihak rumah sakit menanyakan status pasien, begitu diketahui Genek pasien BPJS secara mendadak pihak rumah sakit meginformasikan pebatalan operasi dengan alasan peralatan tidak lengkap.

Dalam kondisi yang sudah sangat kritis pasien atas nama Genek akhirnya dirujuk ke RSUD Lombok Timur yang berada di Labuhan Haji. Setelah lebih dari satu jam diperiksa, selanjutnya pihak RSUD Lombok Timur merujuk ke RSUD dr. Soejono Selong karena alasan fasilitas yang kurang lengkap. Sesampai di RSUD dr. Soejono Selong belum sempat dilakukan tindakan medis nyawa pasien tidak terselamatkan dan meninggal dunia.

Baca Juga :  Terdeteksi Drone Thermal, Pendaki Asal Jakarta yang Jatuh di Jurang Gunung Rinjani Meninggal

Zaini menyatakan bahwa tindakan RSUD Patuh Karya ini menimbulkan kekecewaan besar di masyarakat, khususnya keluarga almarhumah.

“Kami mempertanyakan mengapa pasien ini dibiarkan tanpa penanganan medis yang memadai selama lima belas jam lebih. Ada indikasi kelalaian yang mengakibatkan nyawa melayang,” ujarnya.

Atas kejadian ini, masyarakat setempat dikabarkan merencanakan aksi untuk menuntut keadilan dan transparansi atas peristiwa yang dinilai mengabaikan hak pasien untuk mendapat layanan kesehatan yang layak. Mereka mendesak agar pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab keterlambatan penanganan serta memastikan tidak ada kasus serupa terulang di masa depan.

Baca Juga :  Reoni Perdana Suasan Penuh Sukacita Alumni SMPS Hasanudin Mataram

“Kami meminta agar pemerintah dan instansi terkait segera turun tangan. Hak atas kesehatan adalah hak asasi yang seharusnya dijamin oleh negara. Jangan sampai ada lagi korban yang diperlakukan tidak manusiawi di fasilitas kesehatan,” tegas Zaini.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Patuh Karya belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini. ***

Berita Terkait

Polres Lombok Timur Tegaskan Penindakan Lalu Lintas Bersifat Rutin dan Dinamis, Bukan Operasi Terpusat
Hindari Kesalahan Administrasi Tanah, Ketahui Fungsi Pengecekan Sertipikat dan SKPT
50% Tanah Terdaftar, Sulteng Tunjukkan Pertumbuhan Pesat di Sektor Pertanahan
Percepatan Infrastruktur Pantura Jawa, ATR/BPN Fokus pada Tata Ruang dan KKPR
5 Menit Jadi, Kisah Suparmi Kagum Urus Roya Tanah di Semarang
Silaturahmi di Pesantren Az-Zahra: Menteri ATR Beri Apresiasi Sertipikat Digital Ustaz Somad
75% Kalteng Kawasan Hutan, Gubernur Diminta Gerak Cepat Reforma Agraria lewat GTRA
Lombok Timur Bangun 70 Embung Antisipasi Kekeringan, Pokir Dewan Jadi Andalan Petani Selatan
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 11:53 WIB

Polres Lombok Timur Tegaskan Penindakan Lalu Lintas Bersifat Rutin dan Dinamis, Bukan Operasi Terpusat

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:26 WIB

Hindari Kesalahan Administrasi Tanah, Ketahui Fungsi Pengecekan Sertipikat dan SKPT

Senin, 11 Mei 2026 - 17:04 WIB

50% Tanah Terdaftar, Sulteng Tunjukkan Pertumbuhan Pesat di Sektor Pertanahan

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:41 WIB

5 Menit Jadi, Kisah Suparmi Kagum Urus Roya Tanah di Semarang

Kamis, 30 April 2026 - 08:55 WIB

Silaturahmi di Pesantren Az-Zahra: Menteri ATR Beri Apresiasi Sertipikat Digital Ustaz Somad

Rabu, 29 April 2026 - 15:39 WIB

75% Kalteng Kawasan Hutan, Gubernur Diminta Gerak Cepat Reforma Agraria lewat GTRA

Rabu, 29 April 2026 - 11:32 WIB

Lombok Timur Bangun 70 Embung Antisipasi Kekeringan, Pokir Dewan Jadi Andalan Petani Selatan

Rabu, 29 April 2026 - 06:08 WIB

Seorang  Remaja Di Laporkan Hanyut Di Sungai Kuripan, Tim SAR Lakukan Pencarian

Berita Terbaru