Gandeng Kreator Konten, KPK Kemas Kampanye Antikorupsi

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harian Lombok – Upaya pendekatan edukasi antikorupsi semakin merambah ke dunia seni pertunjukkan, salah satunya lewat drama musikal. Melalui pendekatan budaya populer ini lah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berupaya keluar dari pola sosialisasi konvensional demi menyentuh kesadaran kritis masyarakat luas, khususnya generasi muda dan para penikmat seni teater di Tanah Air.

Melalui Direktorat Sosialisasi dan Kampanye (Soskam) Antikorupsi, KPK akan menggelar drama musikal bertajuk “SIDIK,” pada 4-6 Desember 2026 mendatang. Gelaran ini turut menjadi bagian resmi dari rangkaian menuju Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2026.

“Proyek ini agenda besar yang telah disiapkan dan digodok sejak 2024, dengan belajar dari berbagai produk kreativitas sejenis yang menginspirasi lembaga,” tutur Direktur Soskam KPK, Amir Arief dalam media briefing di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (18/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Amir mengatakan gelaran drama musikal ini dinilai sangat strategis guna menyebarkan nilai-nilai antikorupsi dengan segmentasi masyarakat yang lebih spesifik, di antaranya para penyuka teater dan seni budaya. Selain itu, gelaran ini diharapkan mampu memantik respons positif hingga menyebar luas ke seluruh penjuru Tanah Air.

Baca Juga :  Tabungan Siswa Diduga Digunakan Bangun Gedung Sekolah, ALPA Tuntut Kepsek SDN 2 Kalijaga Dicopot

Guna memastikan proyek kampanye kreatif ini berjalan akuntabel, KPK bekerja sama dengan Da Lopez Entertainment melalui mekanisme pengadaan penunjukan langsung yang sah sesuai Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Nomor 5 Tahun 2021.

Kolaborasi ini didasarkan rekam jejak kuat Content Creator sekaligus perwakilan Da Lopez Entertainment, Jovial da Lopez dan Andovi da Lopez, yang sebelumnya sukses mengemas isu politik kebangsaan menjadi produk musikal, seperti “DPR Musikal” dan “Polarisasi.” KPK menilai, keterlibatan aktif pekerja seni, menjadi bukti nyata gerakan pemberantasan korupsi harus bergerak menjadi aksi bersama, bukan urusan kelembagaan semata.

Sebagai informasi, konsep cerita drama musikal “SIDIK” ini mengangkat tokoh utama seorang penyidik KPK bernama Sidik. Narasi cerita berfokus membedah realitas di balik layar penanganan kasus korupsi, proses hukum, hingga potret kemanusiaan dari kehidupan pribadi seorang penegak hukum.

Pada kesempatan yang sama, Andovi da Lopez, menyatakan demi menjaga objektivitas proses hukum yang riil, naskah skrip dikembangkan menggunakan basis riset dan wawancara eksklusif bersama para penyidik asli KPK demi menangkap pola pikir mereka, dengan latar belakang inspirasi dari perkara-perkara lama yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Baca Juga :  Para Tersangka Korupsi Bansos Pokir DPRD Lombok Barat Diborgol Kejari Mataram

“Berangkat dari rasa penasaran publik mengenai realitas kehidupan seorang penyidik KPK. Mulai dari apa yang dilakukan saat menangani kasus, proses penegakan hukumnya, hingga kehidupan pribadi,” jelas Andovi.

Lebih jauh, Andovi menegaskan cerita ini sengaja dibuat dengan tidak mengangkat kasus hukum yang sedang berjalan agar tidak memengaruhi proses hukumnya. Selain itu sejumlah kasus yang diangkat sebagai inspirasi cerita merupakan perkara lama yang sudah inkrah—dibumbui dengan sentuhan humor segar agar tetap menghibur.

Akuntabilitas Anggaran
Tidak berhenti pada konsep drama musikal, KPK berupaya tetap menjaga akuntabilitas salah satunya terkait anggaran yang digelontorkan. KPK menerapkan skema pengelolaan anggaran yang ketat dalam pementasan ini.

KPK menegaskan, anggaran negara hanya dialokasikan guna mendanai pertunjukan non-komersial bagi para pegiat pendidikan, penyuluh antikorupsi, serta mitra strategis pencegahan.

Sementara itu, demi memperbanyak pementasan tanpa membebani keuangan negara, KPK membuka ruang bagi Da Lopez Entertainment untuk menggelar pertunjukan komersial secara umum melalui sistem e-ticketing yang dikelola mandiri.

Baca Juga :  Kejaksaan Negri Dan Kota Mataram Laksanakan Pelatihan Bahasa Isyarat Tingkat Mahir

“Perencanaan, pengelolaan, dan pertanggungjawaban anggaran tetap akuntabel karena keuangan negara hanya dialokasikan untuk show non-komersial yang dihadiri para mitra pendidikan antikorupsi,” tegas Amir.

Jovial da Lopez yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyatakan rasa syukur dan apresiasinya terhadap upaya KPK, sebab bersedia mempercayakan serta mengapresiasi kreativitas para pekerja seni di ranah ini—sebuah kolaborasi yang dinilai Jovial jarang terjadi.

“Menurut saya, kolaborasi seperti ini jarang terjadi. Melalui musikal ini, anak muda diharapkan melihat profesi penegak hukum adalah pekerjaan sangat mulia, yang wajib dilandasi integritas kokoh sebagai pondasi utama,” ucapnya.

KPK menilai intervensi budaya melalui musikal “SIDIK” ini sangat relevan di tengah tantangan integritas pendidikan saat ini, salah satunya terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang saat ini prosesnya tengah berjalan.

Adapun KPK memproyeksikan kreativitas kampanye lewat panggung teater ini, sebagai pemantik gerakan berkelanjutan.KPK berharap drama musikal seperti ini, dapat diduplikasi sanggar-sanggar sekolah serta forum teater di seluruh Indonesia sehingga penanaman nilai kejujuran dapat mengakar kuat dalam ekosistem pendidikan nasional. ***

Sumber : Humas KPK

Sumber Berita : Humas KPK RI

Berita Terkait

Kualitas SDM Prioritas ATR/BPN saat Buka Ujian PPAT 2026 dengan 7.886 Pendaftar
Pasca OTT Bupati Lombok Barat, Komisi Pemberantasan Korupsi Mulai Intensifkan Penyidikan
Presedium FPII : Labeli “Londo Ireng Pada Insan Pers”, Membuka Fakta Bahwa Prabowo Negarawan Tak Berbobot
Sebut wartawan Londo Ireng, PWO IN Anggap Prabowo Ngomongan Orang Keblinger
Usai Geledah Kantor Bupati Lombok Barat, Tim KPK Datangi Dinas PUPR dan Pendopo Bupati
KPK Geledah Sejumlah Ruangan Di Kantor Bupati Lombok Barat
Nusron Minta Layanan Pertanahan Lebih Mudah dan Cepat, Janji Bangun Kepercayaan Publik
Polres Lotim Intensifkan Edukasi, Patroli, dan Penegakan Hukum untuk Tekan Pelanggaran Lalu Lintas
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:39 WIB

Kualitas SDM Prioritas ATR/BPN saat Buka Ujian PPAT 2026 dengan 7.886 Pendaftar

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:33 WIB

Pasca OTT Bupati Lombok Barat, Komisi Pemberantasan Korupsi Mulai Intensifkan Penyidikan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:50 WIB

Sebut wartawan Londo Ireng, PWO IN Anggap Prabowo Ngomongan Orang Keblinger

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:56 WIB

Usai Geledah Kantor Bupati Lombok Barat, Tim KPK Datangi Dinas PUPR dan Pendopo Bupati

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:08 WIB

KPK Geledah Sejumlah Ruangan Di Kantor Bupati Lombok Barat

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:07 WIB

Nusron Minta Layanan Pertanahan Lebih Mudah dan Cepat, Janji Bangun Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:43 WIB

Polres Lotim Intensifkan Edukasi, Patroli, dan Penegakan Hukum untuk Tekan Pelanggaran Lalu Lintas

Sabtu, 18 Juli 2026 - 21:59 WIB

78 Pejabat Baru BPN Siap Ditarik Rotasi Wilayah dan Jabatan untuk Percepat Reformasi SDM

Berita Terbaru