Teladani Perjuangan Founding Fathers Bangsa Indonesia, Rachmat Hidayat Pimpin Doa di Makam Bung Karno

- Jurnalis

Senin, 13 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teladani Perjuangan Founding Fathers Bangsa Indonesia, Rachmat Hidayat Pimpin Doa di Makam Bung Karno. (Foto: Dok. Pribadi)

Teladani Perjuangan Founding Fathers Bangsa Indonesia, Rachmat Hidayat Pimpin Doa di Makam Bung Karno. (Foto: Dok. Pribadi)

HARIAN LOMBOK – Kunjungan Anggota DPR RI dapil Lombok, H Rachmat Hidayat bersama ratusan kader dan Fungsionaris PDI Perjuangan NTB berziarah ke makam Proklamator RI Ir Soekarno di Kota Blitar, Jawa Timur, Sabtu 11 Maret 223 mendapat sambutan hangat dari wali kota Blitar, Santoso dan Ketua DPRD Blitar, Syahrul Alim yang juga Ketua DPC PDIP kota Blitar.

Hadir juga menyambut kedatangan Penziarah PDIP NTB, Sekretaris DPC PDIP kota Blitar, Bayu Setio Kuncoro dan Bendahara, Sayid Novandi. Dua anggota DPRD Jatim dapil Blitar yakni Irma Susanti dan Guntur Wahono juga ikut menyambut.

Bahkan infonya, semenjak jam 11.00 WIB, wali kota Blitar , Santoso dan Ketua DPRD kota Blitar, Syahrul Alim beserta Fungsionaris PDIP kota Blitar sudah menunggu kedatangan Rombongan Penziarah di kompleks Pemakaman Bung Karno. Namun Rachmat Hidayat dan Rombongan baru tiba dikomplek Pemakaman Bung Karno sekitar Jam 12.30 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tampak Ekspresi Penuh kebahagiaan dan kehangatan terpancar dari wali kota Blitar Santoso ketika Rachmat Hidayat memberikan salam takzim dan berpelukan penuh keakraban.

Sembari menunggu kedatangan Rombongan Tiga Bus Penziarah PDIP NTB memasuki Areal VVIP kompleks Pemakanan Bung Karno , Rachmat Hidayat melakukan pembicaraan informal dengan wali kota Blitar , Santoso dan Ketua DPRD kota Blitar, Syahrul Alim. Sesekali tampak iringan derai tawa khas obrolan Politisi.

Sekitar 30 menit beramah tamah dengan Rachmat Hidayat, wali kota Blitar, Santoso mengajak memasuki kompleks Pemakaman Bapak Proklamator Indonesia, Bung Karno.

Di kompleks makam Bung Karno, Rachmat langsung masuk ke pusaran sang proklamator dengan lebih dahulu meminta ratusan kader PDIP NTB untuk melepaskan alas kaki dan selanjutnya duduk dengan tertib.

Selanjutnya dia, meminta pada Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Dompu, ustaz Taha untuk memimpin doa dan zikir di pusaran makam Bung Karno.

Baca Juga :  Bang Hatta Taliwang "TAP MPR KOK TIDAK BERNOMOR.?"

Dengan khusuk, lantunan doa dan zikir dipanjatkan sekitar 20 menit lamanya oleh para kader PDIP NTB yang duduk di kiri dan kanan pusaran makam Bung Karno.

Rachmat menegaskan, bahwa kegiatan zikir dan doa di makam Bung Karno, tak ubahnya mengandung makna, bahwa kader PDIP di NTB, wajib menempatkan spirit ketuhanan sebagai hal yang utama.

Apalagi, lanjut tokoh politik karismatik NTB ini, Bung Karno adalah sosok yang telah memberikan keteladanan dan api perjuangannya yang hingga kini masih selalu hidup di hati sanubari rakyat Indonesia.

“Jadi gerakan kader itu, harus menjadikan ketuhanan itu yang utama. Dan mengapa di makam Bung Karno. Ini adalah agar kita semuanya selaku murid beliau (Bung Karno) tak melupakan sosok founding fathers bangsa Indonesia yang sudah berjuang mempertaruhkan diri pada bangsanya adalah panggilan jiwa sebagai gerak spiritualitas yang menempatkan prinsip ketuhanan sebagai hal yang hidup,” jelas Rachmat.

dia memanjatkan doa dan harapan agar kondisi bangsa Indonesia tetap stabil dan baik. Apalagi, kata Rachmat, saat ini sudah tahun politik menjelang Pemilu 2024.

“Jadi kita bersama-sama nyekar ke makam Bung Karno, karena sebentar lagi, tahun depan sudah memasuki tahun politik. Tentunya, kita berharap politik yang terjadi di negeri ini sesuai dengan harapan Bung Karno dan para pendiri bangsa, yakni adem dan aman, serta rivalitas yang terjadi berujung pada politik yang dapat menyejahterakan rakyat,” ungkap dia.

Dalam kesempatan itu, Rachmat menambahkan bahwa dirinya juga tak lupa memanjatkan doa secara khusus pada Ketua Umum PDIP, Hj. Megawati, agar tetap diberikan kesehatan bersama keluarganya.

“Hal ini, agar beliau (Megawati) dapat terus membimbing dan mendampinginya anak-anaknya, agar target hattrick di Pemilu 2024 dapat terwujud,” ucap Rachmat.

Berikan Bingkisan Mandalika

Baca Juga :  Rachmat Hidayat Beri Sumbangan Kursi Roda untuk Cucu Wakil Bupati Lombok Timur

Usai doa bersama dan nyekar, Rachmat yang akan langsung mengunjungi perpustakaan Bung Karno, tak lupa menyempatkan memberikan bingkisan pada Wali Kota Blitar, Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim berserta anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim), Erma Susanti.

Bahkan, Rachmat berkelakar jika kelanjutan kepemimpinan di Pemkot Blitar pasca Wali Kota Santoso yang layak menggantikan menjadi Wali Kota adalah sosok Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim.

“Pak Wali Ini ada bingkisan berupa topi, kaus bertuliskan Sirkuit Mandalika yang memang sengaja saya bawa dari Lombok. Harapannya, semoga proyek megah dari Presiden Joko Widodo pada warga NTB dan Indonesia, bisa juga dapat dikunjungi oleh warga Blitar,” papar Rachmat Hidayat.

Ucapan Terima Kasih Masyarakat Blitar

Sementara itu, Wali Kota Blitar, Santoso, mengaku berterima kasih atas kunjungan rombongan kader PDIP NTB yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD PDIP NTB H. Rachmat Hidayat.

“Begitu saya di info oleh Mbak Erma bahwa Pak Rahmat akan datang ke Blitar, saya langsung bersama pak Ketua DPRD stan by sejak pagi hari menunggu di kompleks makam Bung Karno,” kata dia.

Menurut Santoso, mewakili warga Blitar, dirinya menghaturkan ucapan terima kasih atas kunjungan kader PDIP NTB kali ini.

“Kunjungan ini sangat berharga dalam rangka merekatkan hubungan antara warga NTB dan Blitar untuk terus mengenang perjuangan Bung Karno, selalu Bapak Bangsa dan Presiden Pertama Indonesia,” tegas dia.

“Kaget juga saya dikasih bingkisan topi dan kaus Mandalika. Insya Allah, kunjungan Pak Rachmat akan saya balas untuk datang ke Lombok dalam waktu dekat ini. Tolong Pak Ketua DPRD Blitar dan Mbak Erna agar diatur waktunya untuk bisa kita balas kunjungan Pak Rachmat yang jujur termasuk salah satu tokoh politik yang saya kagumi keistiqomahannya dalam berpartai dan berjuang bersama rakyatnya, ” sambung Wali Kota Santosa.

Baca Juga :  FPII Desak Kapolres Kota Tangerang Proses Cepat Laporan Terkait Kades Wanakerta

Mengunjungi Museun Perpustakaan Bung Karno dan Istana Gebang

Saat mengunjungi Perpustakaan Bung Karno yang dipandu oleh Pustakawan Henri, Rachmat Hidayat yang di dampingi sejumlah Fungsionaris PDIP NTB, Ruslan Turmuzi, Suhaimi, Nyanyu Ernawati, dll , tampak dengan serius mencermati benda-benda peninggalan Bung Karno seperti peci, baju putih, Kemeja Soekarno Look, mesin tik, koper , dll.

Bahkan ada tulisan Soekarno Asli, tertanggal 16 Januari 1967 yang ditorehkan di atas kain sprei yang dirobek yang ditulis dengan tinta yang konon bercampur dengan bercak darahnya. Adapun bunyi tulisannya sebagai berikut : Pertahankan Revolusi di atas Relnya yang Asli.

Sementara itu ada kejadian Aneh saat Rachmat Hidayat melihat Foto Lukisan Soekarno yang telunjuk tangan mengarah kesemua sudut arah mata angin dilihat dari segala sisi. Ketika dilihat dari sisi kanan , maka tangan telunjuk Tangan Soekarno terlihat jelas ke sisi kanan. Pun sebaliknya jika dilihat dari sisi kiri maupun depan , akan mengarah pada sisi tersebut.

“Hanya Lukisan Soekarno itu saja yang memiliki aura mistis dan aneh dari semua koleksi lukisan yang dimiliki Museum Perpustakaan Bung Karno,” tutur Pustakawan Museum Bung Karno, Henri.

Usai mengunjungi Museum Perpustakaan Bung Karno, Rachmat Hidayat dan Rombongan diajak mengunjungi Istana Gebang di kota Blitar yakni tempat tinggal Bung Karno sewaktu masih kecil.

 

Di istana Gebang tampak Koleksi perabotan rumah tangga keluarga Soekarno, Lukisan kedua Orang tua Soekarno dan Lukisan Soekarno sendiri. Ada juga Sumur Tua yang dipakai orang tua Soekarno. Sementara di garasi tampak mobil tua peninggalan Soekarno.

Sesaat sebelum meninggalkan Istana Gebang , Anggota DPRD Jatim dapil Blitar, Irma Susanti memberikan Rachmat Hidayat 5 liter Air yang diambil dari Sumur Tua di Istana Gebang yang dipercayai memiliki berbagai khasiat.

Berita Terkait

Penghargaan Babinsa Terbaik Versi BKKBN, Diraih Sertu Nasriadi, Danrem 162/WB Berikan Apresiasi
20 Bulan Kerja Dikapal Berbendera Cina Tanpa Gaji, PMI ABK  Asal Surati BP2MI
Ada Tiang Listrik Ditengah Proyek Paket Pembangunan Akses Jalan Samota, PLN dan PT. Nindya Karya Pada Kemana
 Praktek Pembiaran Monopoli TKA dikawasan Tambang, Wakil Ketua Presedium ITK Sumbawa Tuding Imigrasi Terlibat
Kasus Penyaluran Dana Hibah 18 Lembaga Pemkab Sumbawa Dilirik KPK
Teliti Kejanggalan Realisasi Pokir Dana Hibah Yayasan, ALPA NTB Lapor Ke Kejati NTB
TSB : MA Bisa Diskualifikasi Peserta dalam Sengketa Pemilu
Rakernas Hari Kedua, Seluruh Daerah Siap Kembangkan Sayap Menjadi KonsetwenDewan Pers

Berita Terkait

Rabu, 15 Mei 2024 - 07:20 WIB

Penghargaan Babinsa Terbaik Versi BKKBN, Diraih Sertu Nasriadi, Danrem 162/WB Berikan Apresiasi

Sabtu, 16 Maret 2024 - 00:56 WIB

20 Bulan Kerja Dikapal Berbendera Cina Tanpa Gaji, PMI ABK  Asal Surati BP2MI

Senin, 11 Maret 2024 - 10:24 WIB

Ada Tiang Listrik Ditengah Proyek Paket Pembangunan Akses Jalan Samota, PLN dan PT. Nindya Karya Pada Kemana

Minggu, 10 Maret 2024 - 22:02 WIB

 Praktek Pembiaran Monopoli TKA dikawasan Tambang, Wakil Ketua Presedium ITK Sumbawa Tuding Imigrasi Terlibat

Rabu, 6 Maret 2024 - 16:30 WIB

Kasus Penyaluran Dana Hibah 18 Lembaga Pemkab Sumbawa Dilirik KPK

Kamis, 18 Januari 2024 - 10:09 WIB

Teliti Kejanggalan Realisasi Pokir Dana Hibah Yayasan, ALPA NTB Lapor Ke Kejati NTB

Kamis, 30 November 2023 - 20:56 WIB

TSB : MA Bisa Diskualifikasi Peserta dalam Sengketa Pemilu

Minggu, 29 Oktober 2023 - 16:02 WIB

Rakernas Hari Kedua, Seluruh Daerah Siap Kembangkan Sayap Menjadi KonsetwenDewan Pers

Berita Terbaru

Hukrim

Pemancing Asal Sumbawa Ditemukan Tak Bernyawa

Selasa, 14 Mei 2024 - 18:09 WIB