Samsat Lotim Sosialisasi Program “Desa Sadar Pajak dan Mandiri” untuk Tingkatkan PAD

- Jurnalis

Kamis, 4 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

    • HARIANLOMBOK.Com- Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moch. Edwin Hadiwijaya, didampingi Kepala Kantor Samsat Lombok Timur, H. Abdul Aziz, meluncurkan langkah strategis dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui program inovatif bertajuk “Desa Sadar Pajak dan Mandiri”.

 

Program ini bertujuan untuk mempermudah akses layanan pembayaran pajak, terutama Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kewajiban membayar pajak. Begitu juga terhadap daerah-daerah yang sulit dijangkau, serta menumbuhkan kesadaran kolektif untuk membayar pajak kendaraan bermotor (PKB).

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Samsat Lombok Timur, H. Abdul Aziz, mengungkapkan bahwa program ini adalah wujud nyata kerja sama antara pemerintah provinsi dan kabupaten. Hingga saat ini, sosialisasi telah berhasil dilaksanakan di 20 kecamatan. Kamis (04/09/25).

Baca Juga :  HUT RI ke 79, 1.091 Warga Binaan Lapas Lombok Barat Terima Remisi, 10 Orang Langsung Bebas

 

Program ini mengadopsi model yang mirip dengan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), di mana petugas akan mengirimkan Surat Pemberitahuan Pajak Kendaraan langsung ke alamat pemilik.

 

 

Untuk mempermudah akses, Samsat akan bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat. BUMDes akan berfungsi sebagai perpanjangan tangan Samsat di tingkat desa. Nantinya akan diberikan pelatihan untuk menerima pendaftaran dan pembayaran pajak dari masyarakat.

 

“BUMDes akan mengumpulkan data dan pembayaran dari masyarakat, kemudian berkomunikasi dengan petugas Samsat. Ini akan memotong jarak dan waktu bagi warga yang kesulitan datang ke kantor Samsat,” jelas H. Abdul Aziz.

 

Baca Juga :  Bank Sampah Berikan Beasiswa Bagi 4 Mahasiswa Universitas Hamzanwadi

Setelah data diverifikasi oleh petugas Samsat, surat ketetapan pajak akan diterbitkan dan diantarkan kembali ke desa. Meskipun prosesnya tidak secepat layanan langsung di kantor, model ini sangat membantu masyarakat di daerah pelosok.

 

Selain mempermudah pembayaran, program ini juga akan menggandeng Koperasi Merah Putih di setiap desa nantinya. Koperasi ini diharapkan dapat memfasilitasi pembayaran pajak bagi warga yang kurang mampu melalui sistem cicilan atau angsuran.

 

“Dengan adanya opsi angsuran, masyarakat tidak mampu pun bisa membayar pajak tepat waktu, sehingga kesadaran pajak tetap terjaga dan program pemerintah berjalan,” tambah H. Abdul Aziz.

 

Inisiatif ini juga diharapkan dapat mengatasi permasalahan data kendaraan yang belum valid. Saat ini, Samsat sedang berupaya menyempurnakan data dengan berkomunikasi langsung dengan pemilik kendaraan di desa.

Baca Juga :  Perkuat Sinergitas, Kalapas Perempuan Temui Kepala PN Mataram

 

H. Abdul Aziz optimis bahwa program ini akan membawa dampak positif terhadap pendapatan daerah. Ia menyebutkan, berkat skema pembagian pendapatan baru sebesar 60% untuk Provinsi dan 40% untuk Kabupaten, pendapatan PKB di Lombok Timur tahun ini berpotensi meningkat drastis.

 

Dengan pendekatan pelayanan langsung ke masyarakat dan pemberdayaan ekonomi desa, Samsat Lombok Timur berharap dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak secara signifikan, sekaligus mewujudkan desa-desa yang mandiri.

 

“Jika tahun lalu pendapatan kita di angka 57 miliar, tahun ini kita targetkan bisa mencapai Rp77 miliar, bahkan lebih. Ini berarti akan ada peningkatan sekitar Rp20 hingga Rp22 miliar,” pungkasnya.

 

 

Berita Terkait

Dinsos Lotim Buka Pengaduan Data Perlinsos hingga Desember, Warga Bisa Sanggah Desil
Terobosan BPN: 17 Kantah Terapkan PERINTIS 10 Hari, Warga Samarinda Bisa Ambil Sertipikat Lebih Cepat dari Jadwal
Alami Kecelakaan, Pendaki Rinjani Asal Cina Di Evakuasi Tim SAR Gabungan
FWMO Lotim Gelar Diskusi : Wartawan Harus Berimbang, Akurat, dan Bertanggung Jawab
Lantik PLT Sekda, Wabup Nurul Adha Ingatkan, ‘Melantik Itu Tidak Berat, Yang Berat Amanah Jabatan”
Di Wisuda Politeknik Agraria STPN, Sri Sultan Tekankan: Ilmu Pertanahan Harus Menghubungkan Peta, Manusia, dan Martabat
Masyarakat Rasakan Kemudahan Layanan Pengukuran Terjadwal Setelah Membayar SPS 
Siswa SMP Dilarang Bawa Motor, Pemkab Lombok Timur Ditantang Siapkan Angkutan Pelajar
Berita ini 109 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 11:05 WIB

Dinsos Lotim Buka Pengaduan Data Perlinsos hingga Desember, Warga Bisa Sanggah Desil

Kamis, 17 September 2026 - 18:03 WIB

Terobosan BPN: 17 Kantah Terapkan PERINTIS 10 Hari, Warga Samarinda Bisa Ambil Sertipikat Lebih Cepat dari Jadwal

Selasa, 15 September 2026 - 20:52 WIB

Alami Kecelakaan, Pendaki Rinjani Asal Cina Di Evakuasi Tim SAR Gabungan

Selasa, 8 September 2026 - 12:31 WIB

FWMO Lotim Gelar Diskusi : Wartawan Harus Berimbang, Akurat, dan Bertanggung Jawab

Selasa, 8 September 2026 - 09:03 WIB

Lantik PLT Sekda, Wabup Nurul Adha Ingatkan, ‘Melantik Itu Tidak Berat, Yang Berat Amanah Jabatan”

Senin, 7 September 2026 - 16:09 WIB

Di Wisuda Politeknik Agraria STPN, Sri Sultan Tekankan: Ilmu Pertanahan Harus Menghubungkan Peta, Manusia, dan Martabat

Kamis, 3 September 2026 - 09:16 WIB

Masyarakat Rasakan Kemudahan Layanan Pengukuran Terjadwal Setelah Membayar SPS 

Rabu, 2 September 2026 - 08:33 WIB

Siswa SMP Dilarang Bawa Motor, Pemkab Lombok Timur Ditantang Siapkan Angkutan Pelajar

Berita Terbaru