Kondisi PDAM Lombok Timur Dinilai Sudah Sangat Tidak Layak Secara Bisnis Profit Oriented

- Jurnalis

Kamis, 27 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur LSM Garuda Indonesia, M. Zaini saat melakukan ziarah makam presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno ( Bung Karno ), di Kota Blitar, Jawa Timur. ( Foto : Istimewa ).

Direktur LSM Garuda Indonesia, M. Zaini saat melakukan ziarah makam presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno ( Bung Karno ), di Kota Blitar, Jawa Timur. ( Foto : Istimewa ).

HARIAN LOMBOK – LSM Garuda Indonesia menilai kondisi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur, secara bisnis profit oriented, sudah sangat tidak layak. Perbandingan pendapatan dengan pengeluaran sangat mencolok.

“Lebih besar pengeluaran daripada pendapatan. Bagaimana bisa dikatakan PDAM Lotim baik-baik saja,” kata Direktur LSM Garuda Indonesia, M. Zaini kepada wartawan, di Mataram, Rabu, (26/7)2023).

Dikatakan Zaini, kalau PDAM Lotim wajar dan baik, tidak mungkin dirinya melaporkan ketidakwajaran dalam hal pengeluarannya ke Kejati NTB. Parahnya, kata dia, setiap tahun, PDAM ini mendapat suntikan dana dari APBD, tetapi tidak pernah menunjukkan suatu kemajuan.

Setiap suntikan modal itu, sebutnya, hanya untuk memperpanjang keberadaannya saja sebagai BUMD.

“Bayangkan, kalau tidak ada suntikan dana, tentu akan terjadi kekacauan di tubuh BUMD,” katanya.

Alasan yang paling mendasar, sebutnya, dengan pendapatan yang ada sekarang ini, belum tentu bisa menggaji karyawan secara mandiri. Jadi, kata dia, selama ini tetap bertahan, karena suntikan modal dari APBD.

Baca Juga :  Dorong Inovasi Jurnalisme, Raker Ke- 4 FWMO Lombok Timur Hadirkan Wawasan Baru

“Belum lagi, pengeluaran keuangan dalam bentuk fisik yang syarat dengan nuansa kolutifnya. Temuan di lapangan itu, juga sudah kami laporkan ke APH untuk ditindaklanjuti,” tegas Zaini.

Terkait laporan tahun buku 2022 lalu, sebut Zaini, terdapat laba sebesar Rp 153 juta, sedang AJS Kabag Keuangan PDAM sebesar Rp 6,6 miliar.

“Lalu, selisihnya ke mana ? Dari penyusunan jurnal pembukuan saja, sudah ada manipulatif”, terang Zaini.

Baca Juga :  Rencana Pengembangan RS Sehat BAZNAS Lombok Timur Didukung Penuh oleh BAZNAS RI 

“Hutang PDAM sendiri, kok bisa dimasukkan dalam jurnalnya dengan perhitungan pendapatan. Lagi pula keuntungan Rp 153 juta itu adalah semu,” tambah dia.

Dari data AJS terhadap laba PDAM, sabung Zaini, seharusnya laba Rp 153 juta itu, nantinya akan dikurangi jumlah AJS.

“Artinya, secara matematis, kerugian PDAM itu sebenarnya sebesar Rp 6,4 miliar. Nah, bagaimana bisa dikatakan baik-baik saja,” kata Zaini. ***

Berita Terkait

Polres Lombok Timur Tegaskan Penindakan Lalu Lintas Bersifat Rutin dan Dinamis, Bukan Operasi Terpusat
GPS Bersatu Desak Pemerintah Periksa Sistem Sanitasi Dapur MBG di PTC Pancor
Hindari Kesalahan Administrasi Tanah, Ketahui Fungsi Pengecekan Sertipikat dan SKPT
50% Tanah Terdaftar, Sulteng Tunjukkan Pertumbuhan Pesat di Sektor Pertanahan
Raih Simpati Wisatawan, Investor Mulai Bangun Apartemen Di Kawasan KEK Mandalika
Percepatan Infrastruktur Pantura Jawa, ATR/BPN Fokus pada Tata Ruang dan KKPR
5 Menit Jadi, Kisah Suparmi Kagum Urus Roya Tanah di Semarang
Silaturahmi di Pesantren Az-Zahra: Menteri ATR Beri Apresiasi Sertipikat Digital Ustaz Somad
Berita ini 94 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 11:53 WIB

Polres Lombok Timur Tegaskan Penindakan Lalu Lintas Bersifat Rutin dan Dinamis, Bukan Operasi Terpusat

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:02 WIB

GPS Bersatu Desak Pemerintah Periksa Sistem Sanitasi Dapur MBG di PTC Pancor

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:26 WIB

Hindari Kesalahan Administrasi Tanah, Ketahui Fungsi Pengecekan Sertipikat dan SKPT

Senin, 11 Mei 2026 - 17:04 WIB

50% Tanah Terdaftar, Sulteng Tunjukkan Pertumbuhan Pesat di Sektor Pertanahan

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:22 WIB

Percepatan Infrastruktur Pantura Jawa, ATR/BPN Fokus pada Tata Ruang dan KKPR

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:41 WIB

5 Menit Jadi, Kisah Suparmi Kagum Urus Roya Tanah di Semarang

Kamis, 30 April 2026 - 08:55 WIB

Silaturahmi di Pesantren Az-Zahra: Menteri ATR Beri Apresiasi Sertipikat Digital Ustaz Somad

Rabu, 29 April 2026 - 15:39 WIB

75% Kalteng Kawasan Hutan, Gubernur Diminta Gerak Cepat Reforma Agraria lewat GTRA

Berita Terbaru