Dr. Ali Kecam Perlakuan Tidak Manusiawi di RSUD Soedjono Selong

- Jurnalis

Senin, 2 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak depan RSUD R. Soedjono Selong. (Foto: HarianLombok.com).

Tampak depan RSUD R. Soedjono Selong. (Foto: HarianLombok.com).

HARIAN LOMBOK – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soedjono Selong kembali menyita perhatian publik. Kali ini, seorang akademisi, Dr. Muhamad Ali, melayangkan protes keras.

Pria asli Lombok Timur yang juga dosen senior ini mengaku mengalami perlakuan tidak manusiawi saat mendampingi anaknya berobat di Poli Penyakit Dalam.

“Saya dan anak saya pulang dengan luka batin,” ungkap Dr. Ali kepada wartawan di Selong, Senin 02 Juni 2025.

Kunjungannya ke RSUD itu bukan untuk pengobatan rutin, melainkan memenuhi syarat administrasi magang luar negeri anaknya. Setelah menjalani pemeriksaan laboratorium, hasil tes menunjukkan anaknya reaktif Hepatitis B sesuai diagnosis sebelumnya di Mataram. Namun, situasi berubah ketika Dr. Ali meminta penjelasan lebih lanjut.

“Dokter Karsito hanya berkata, ‘Tidak ada dan tidak bisa diobati,’ dengan nada tinggi dan sikap tidak bersahabat,” paparnya.

Dr. Ali menceritakan, dokter tersebut bahkan berdiri dan menunjukkan gestur intimidatif. Saat mereka meninggalkan ruangan, terdengar suara benda dibanting dari dalam. “Kami syok, bingung, dan terpukul. Harga diri kami direndahkan,” ujarnya dengan suara bergetar.

Baca Juga :  Danrem 162/WB Dampingi Menparekraf RI Kunjungan kerja di Lombok Timur

Ia mempertanyakan standar pelayanan RSUD. “Jika seorang dosen diperlakukan seperti ini, bagaimana dengan masyarakat biasa?” sindirnya. Ironisnya, di praktek pribadi, dokter yang sama justru bersikap ramah. “Apakah keramahan hanya untuk pasien bayaran?”

Dr. Ali mendesak manajemen RSUD dan Dinas Kesehatan Lombok Timur menindak tegas oknum ini. “Ini menyangkut nyawa dan martabat manusia,” tegasnya.

Baca Juga :  Kondisi PDAM Lombok Timur Dinilai Sudah Sangat Tidak Layak Secara Bisnis Profit Oriented

Wakil Direktur Pelayanan RSUD, dr. Bardan Salim, membenarkan laporan tersebut. “Kami akan fasilitasi pertemuan klarifikasi besok pukul 09.00,” katanya.

Terungkap, dr. Karsito sebenarnya sudah pensiun dini, tetapi kembali dipekerjakan kembali oleh pihak rumah sakit dengan dalih keterbatasan tenaga spesialis.

Kasus ini menambah daftar keluhan warga atas pelayanan RSUD Soedjono Selong yang dinilai tidak ramah dan diskriminatif. ***

Penulis : Royani, S. Kom

Berita Terkait

Kurangi Peran “Joki” Sertifikat, ATR/BPN Hadirkan MasNya untuk Edukasi Warga di TikTok
Dinsos Lotim Buka Pengaduan Data Perlinsos hingga Desember, Warga Bisa Sanggah Desil
Terobosan BPN: 17 Kantah Terapkan PERINTIS 10 Hari, Warga Samarinda Bisa Ambil Sertipikat Lebih Cepat dari Jadwal
Alami Kecelakaan, Pendaki Rinjani Asal Cina Di Evakuasi Tim SAR Gabungan
FWMO Lotim Gelar Diskusi : Wartawan Harus Berimbang, Akurat, dan Bertanggung Jawab
Di Wisuda Politeknik Agraria STPN, Sri Sultan Tekankan: Ilmu Pertanahan Harus Menghubungkan Peta, Manusia, dan Martabat
Masyarakat Rasakan Kemudahan Layanan Pengukuran Terjadwal Setelah Membayar SPS 
Siswa SMP Dilarang Bawa Motor, Pemkab Lombok Timur Ditantang Siapkan Angkutan Pelajar
Berita ini 236 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Kurangi Peran “Joki” Sertifikat, ATR/BPN Hadirkan MasNya untuk Edukasi Warga di TikTok

Jumat, 18 September 2026 - 11:05 WIB

Dinsos Lotim Buka Pengaduan Data Perlinsos hingga Desember, Warga Bisa Sanggah Desil

Kamis, 17 September 2026 - 18:03 WIB

Terobosan BPN: 17 Kantah Terapkan PERINTIS 10 Hari, Warga Samarinda Bisa Ambil Sertipikat Lebih Cepat dari Jadwal

Selasa, 15 September 2026 - 20:52 WIB

Alami Kecelakaan, Pendaki Rinjani Asal Cina Di Evakuasi Tim SAR Gabungan

Selasa, 8 September 2026 - 12:31 WIB

FWMO Lotim Gelar Diskusi : Wartawan Harus Berimbang, Akurat, dan Bertanggung Jawab

Senin, 7 September 2026 - 16:09 WIB

Di Wisuda Politeknik Agraria STPN, Sri Sultan Tekankan: Ilmu Pertanahan Harus Menghubungkan Peta, Manusia, dan Martabat

Kamis, 3 September 2026 - 09:16 WIB

Masyarakat Rasakan Kemudahan Layanan Pengukuran Terjadwal Setelah Membayar SPS 

Rabu, 2 September 2026 - 08:33 WIB

Siswa SMP Dilarang Bawa Motor, Pemkab Lombok Timur Ditantang Siapkan Angkutan Pelajar

Berita Terbaru