Selaq Marong, Pepadu Peresean Lombok Memiliki Ilmu Megat Male yang Mematikan 

- Jurnalis

Jumat, 3 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peresean, tradisi yang menjadi simbol kejantanan kaum lelaki masyarakat Lombok . FOTO : Indonesia kaya.com

Peresean, tradisi yang menjadi simbol kejantanan kaum lelaki masyarakat Lombok . FOTO : Indonesia kaya.com

HARIAN LOMBOK – Pulau Lombok memiliki tradisi seni Peresean yang kini menjadi suatu kesenian daerah dan sering dipentaskan kepada wisatawan.

Tradisi Peresean merupakan pertarungan antara dua lelaki bersenjata rotan atau disebut penjalin, dengan menggunakan perisai sebagai tameng berlindung dari pukulan rotan lawan. Tameng tersebut disebut ende dan terbuat dari kulit kerbau yang keras.

Para petarung disebut pepadu (jagoan) akan saling pukul menggunakan rotan dengan diawasi seorang wasit yang disebut pakembar. Selama pertandingan, akan dihiasi suara musik khas Lombok.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dahulu, Peresean sebagai ekspresi kebahagiaan prajurit saat menang perang. Itu juga berfungsi melatih ketangkasan prajurit. Kemudian tradisi tersebut difungsikan sebagai upacara adat meminta hujan. Namun kini, Peresean menjadi kesenian tradisional Sasak untuk menghibur wisatawan.

Saat ini, pepadu yang tersohor dengan kepiawaiannya dalam Peresean adalah Selaq Marong. Seorang pria berkumis yang sering menari ketika serangannya mengenai musuh. Dia adalah pria berasal dari Semoyang Lombok Tengah dengan nama asli Suminggah.

Legenda Pepadu Selak Marong 80-an

Namun jauh sebelum itu, dikenal seorang legenda pepadu yang memiliki nama Selaq Marong, yang berasal dari Desa Marong, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah.

Baca Juga :  TMMD Ke 116 Kodim 1607/Sumbawa Di Desa Rhee Resmi Dimulai

Selaq Marong merupakan pepadu yang sering berlaga pada tahun 1980an. Perawakannya memiliki tubuh yang besar, dengan mata yang melotot dan merah saat berada di arena yang menggetarkan lawan tandingnya. Karena itu dia dijuluki oleh penonton dengan nama Selaq Marong.

Tokoh masyarakat di Desa Marong, Amaq Buan, mengatakan Selaq Marong memiliki ilmu megat-male yang sangat mematikan saat memukul lawannya. Dia selalu menang di arena dengan membuat lawannya sakit dan bahkan hingga meninggal.

“Sosok perawakan besar dengan mata yang melotot. Selaq Marong kalau Peresean matanya menjadi merah. Itu tanda ilmu megatmale sudah masuk,” katanya, Kamis, 2 Juni 2022.

Selaq Marong memiliki nama asli Haji Sriatun. Dia tutup usia pada 2020. Namun, ketangkasan saat menjadi ‘gladiator’ di arena Peresean selalu dikenang orang.

Meskipun sangat kuat di arena, Selaq Marong memiliki pantangan saat bertanding. Dia tidak boleh bertarung siang hari. Entah apa alasannya, konon matanya yang besar dan melotot membuat dia kesulitan bertanding di siang hari. Sehingga dia selalu tampil sore hari.

“Jadi Selaq Marong tidak bisa bertanding siang hari. Karena matanya selalu melotot dan merah,” ujarnya.

Amaq Buan mengatakan, ilmu megat male yang dimiliki Selaq Marong didapat melalui mimpi. Dia tidak pernah berguru atau mencari ilmu untuk mendapatkan kesaktian.

Baca Juga :  Tindakan Arogan Polda Terhadap Setwil NTB, Ketua Presidium FPII Lempar Surat Protes Ke Kapolri

“Itu didapat dari karomah (anugerah Tuhan) saat sedang tidur lalu bermimpi,” katanya.

Cucu keluarga Selaq Marong, Dayat, mengatakan kebiasaan Selaq Marong saat Peresean yaitu selalu memegang rotan bukan pada ujung atau pegangan rotan.

“Selaq Marong selalu memegang rotan  pada bagian sedikit di tengah. Beliau sebenarnya tidak terlalu seni saat bertanding. Tapi kalau serangan kena lawannya, bahaya,” ujarnya.

Dayat mengatakan pernah terjadi keributan saat Selaq Marong Peresean di Masbagik Lombok Timur. Saat itu dia menyerang lawannya hingga meninggal. Itu membuat terjadi kericuhan di arena.

“Gemparnya dulu pertarungan beliau waktu di Masbagik sampai keributan besar terjadi, karena lawan tandingnya langsung meninggal di tempat,” katanya.

Selaq Marong juga pernah bertarung dengan Haji Rijal yang memiliki julukan Arya Kamandanu. Itu adalah pertarungan dua pepadu perkasa di Lombok. Dalam pertarungan, Selaq Marong berhasil menang.

Konon saat Kapolda NTB waktu itu ingin menobatkan Arya Kamandanu sebagai pepadu terbaik, pihak Selaq Marong protes karena keduanya belum bertanding lagi. Akhirnya waktu pertandingan disepakati.

Namun karena Arya Kamandanu pernah kalah, saat waktu pertandingan di arena Arya Kamandanu menolak untuk bertanding. Sehingga Selaq Marong terpilih menjadi pepadu terbaik.

Baca Juga :  Serah Terima Jabatan Pergantian Kasi Intel Korem 162/WB

“Sehingga terjadilah kesepakatan hari pertarungan Arya Kamandanu dengan Selaq Marong. Namun pas hari pertandingan yang sudah ditentukan, Arya Kamandanu menolak untuk bertanding,” ujarnya.

Merawat Tradisi Peresean

Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6, Bambang Mei Finarwanto, mengatakan sosok Selaq Marong menjadi legenda di masyarakat Lombok. Banyak masyarakat Lombok sangat familiar dengan nama Selaq Marong.

“Jadi kalau kita bertanya ke masyarakat, siapa Selaq Marong ya pasti dijawab pepadu Peresean. Karena namanya sudah familiar,” katanya.

Dia menjelaskan, pepadu Peresean saat berlaga tidak hanya untuk mencari hadiah berupa uang, tapi menjadi simbol kehormatannya laki-laki Sasak, dan juga untuk merawat tradisi.

“Mereka bertanding tidak hanya untuk mendapatkan bonus atau hadiah. Tapi sebagai bentuk kehormatan seorang pria Sasak, sekaligus untuk merawat tradisi,” katanya.

Lombok memiliki beragam destinasi wisata dan juga memiliki banyak budaya dan tradisi. Budaya dan tradisi tersebut menjadi atraksi pariwisata yang menjadi magnet menarik minat wisatawan berkunjung ke Lombok.

“Sehingga Peresean harus terus dilestarikan sebagai bagian dari atraksi pariwisata di Lombok,” tukasnya.

Berita Terkait

Sangkal Tudingan Ilegal, Kuasa Hukum PT Sino Indo Mutiara Berikan Klarifikasi 
Masyarakat Nelayan Dan Pelaku Wisata Bahari Sekotong, Desak Tutup PT Sino Indo Mutiara Ditutup
Tragis..!! Pelajar Tenggelam, Pengelola Kolam Renang Taman Narmada Tak Penuhi SOP
Cegah Dini BNN Kota Mataram Lakukan Deteksi Dini Dari Sekolah
KNPI Apresiasi Peran Aktif Baznas Lombok Timur dalam Melayani Masyarakat
Teluk Sepi Makan Korban, Pemancing Tenggelam Di Temukan Meninggal
Terlibat Korupsi Rp2,7 Milyar, Kejari Mataram Tahan PPK Dinsos Lobar
BAZNAS Lombok Timur Salurkan 738 Paket Sembako Siap Bantu Korban Bencana
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 20:58 WIB

Sangkal Tudingan Ilegal, Kuasa Hukum PT Sino Indo Mutiara Berikan Klarifikasi 

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:28 WIB

Masyarakat Nelayan Dan Pelaku Wisata Bahari Sekotong, Desak Tutup PT Sino Indo Mutiara Ditutup

Kamis, 18 Desember 2025 - 12:22 WIB

Tragis..!! Pelajar Tenggelam, Pengelola Kolam Renang Taman Narmada Tak Penuhi SOP

Rabu, 17 Desember 2025 - 13:56 WIB

Cegah Dini BNN Kota Mataram Lakukan Deteksi Dini Dari Sekolah

Senin, 8 Desember 2025 - 20:15 WIB

KNPI Apresiasi Peran Aktif Baznas Lombok Timur dalam Melayani Masyarakat

Kamis, 4 Desember 2025 - 12:06 WIB

Teluk Sepi Makan Korban, Pemancing Tenggelam Di Temukan Meninggal

Rabu, 3 Desember 2025 - 14:13 WIB

Terlibat Korupsi Rp2,7 Milyar, Kejari Mataram Tahan PPK Dinsos Lobar

Jumat, 21 November 2025 - 11:25 WIB

BAZNAS Lombok Timur Salurkan 738 Paket Sembako Siap Bantu Korban Bencana

Berita Terbaru