HARIANLOMBOK.Com- Ketua Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (Baznas RI), Prof. Dr. H. Noor Ahmad, MA, menilai Rumah Sakit Lombok Timur di Labuhan Haji sebagai fasilitas paling ideal untuk dikembangkan menjadi Rumah Sehat Baznas (RSB) terbesar di Indonesia. Penilaian tersebut disampaikan usai melakukan verifikasi faktual pada Kamis (11/12/2025).
Menurut Noor Ahmad, kondisi bangunan dan sarana pendukung rumah sakit tersebut sudah sangat memadai. Fasilitas yang ada dinilai lengkap dan siap untuk dimanfaatkan. “Fasilitasnya sangat cocok dan pas, karena sudah lengkap. Tinggal pembahasan untuk segera direalisasikan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, pengembangan RS Lombok Timur menjadi Rumah Sehat Baznas akan melibatkan sinergi erat antara pemerintah daerah dan Baznas. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, melalui Bupati dan Sekda, disebut telah menyatakan kesiapannya untuk mengembalikan pengelolaan rumah sakit tersebut kepada Baznas.
“Sudah disampaikan bahwa ini dibangun oleh kekuatan pemerintah dengan Baznas. Pak Bupati juga sudah menyampaikan akan dikembalikan ke Baznas karena Pemerintah Lombok Timur sudah mencari penggantinya,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Noor Ahmad bersama rombongan meninjau langsung kondisi fisik bangunan, peralatan medis, dan kelengkapan fasilitas lainnya. “Kami datang untuk melihat langsung situasi dan sekaligus bangunannya, peralatannya, dan kondisinya yang lengkap. Alhamdulillah kami sudah mendapatkan gambaran bagaimana ke depan harus kami bersikap,” katanya sembari I menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur atas inisiatif pengembalian aset rumah sakit kepada Baznas.
Baznas RI saat ini mengelola 38 Rumah Sehat Baznas di berbagai daerah di Indonesia, yang umumnya berstatus klinik pratama. Namun, RS Lombok Timur dinilai memiliki potensi berbeda karena merupakan bekas rumah sakit dengan fasilitas yang lebih besar. “Di Indonesia ini kami punya 38 Rumah Sehat Baznas. Barangkali rumah sakit ini nanti menjadi milik Baznas, dan ini akan menjadi Rumah Sehat Baznas terbesar di Indonesia karena merupakan bekas rumah sakit,” ungkapnya.
Ke depan, Baznas menargetkan status yang lebih tinggi untuk fasilitas kesehatan di Lombok Timur tersebut. Jika selama ini RSB berbentuk klinik pratama, maka RS Lombok Timur diharapkan dapat dipertahankan sebagai rumah sakit dan bahkan ditingkatkan menjadi rumah sakit tipe C.
“Rumah Sehat Baznas biasanya seperti klinik pratama. Rumah sakit ini yang akan kita pertahankan ke depan, siapa tahu bisa naik ke tipe C. Itu yang nanti kita fokuskan,” tegas Noor Ahmad.Dengan dukungan penuh Baznas RI dan komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, rencana transformasi RS Lombok Timur di Labuhan Haji menjadi Rumah Sehat Baznas dipandang sebagai langkah strategis dalam penguatan layanan kesehatan berbasis zakat.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya kalangan dhuafa, serta memperkuat peran zakat dalam pembangunan sektor kesehatan di daerah.















